Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Matinya Imajinasi dalam Peradaban Citra: Hermeneutika Kemungkinan ala Richard Kearney

Matinya Imajinasi dalam Peradaban Citra: Hermeneutika Kemungkinan ala Richard Kearney

  • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
  • visibility 479
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Bagi Kearney, kondisi ini menandai sebuah krisis imajinasi berhenti menjadi ruang transendensi, dan manusia kehilangan salah satu kemampuan fundamentalnya untuk bermakna. “Mati”-nya imajinasi di sini bukan berarti ketiadaan gambar, melainkan sebaliknya, ledakan gambar yang menutupi kemungkinan sejati. Imajinasi dikooptasi oleh logika konsumsi, dan manusia kehilangan kemampuan hermeneutis untuk membedakan makna dari sekadar sensasi.

Namun, Kearney tidak berhenti pada pesimisme namun mengusulkan hermeneutika imajinasi menjadi suatu cara untuk merehabilitasi imajinasi sebagai ruang penafsiran, bukan sekadar reproduksi. Imajinasilah yang memungkinkan kita menyingkap kembali simbol, mitos, dan narasi yang menyeberangkan makna antar-dunia. Dengan hermeneutika, imajinasi dapat kembali menjadi medium etis bukan hanya estetik atau komersial.

“Mati”-nya imajinasi dalam dunia kontemporer bukanlah akhir dari segalanya, melainkan panggilan untuk menafsir ulang perannya. Kearney menantang kita untuk merebut kembali imajinasi sebagai kekuatan hermeneutis yang membuka kemungkinan hidup baru. Dalam dunia yang dibanjiri citra, tugas filsafat bukan sekadar meratap atas keruntuhan makna, tetapi menyalakan kembali daya tafsir yang membedakan antara ilusi kosong dan imajinasi kreatif.

Jika imajinasi hanya menjadi korban peradaban citra, manusia akan kehilangan salah satu instrumen paling mendasar untuk memahami dirinya dan dunia. Namun, jika kita mengikuti jejak Kearney, masih ada jalan imajinasi dapat dibangkitkan kembali bukan sebagai fantasi palsu, melainkan sebagai hermeneutika kemungkinan yang menghidupkan kembali harapan akan makna.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Faturahman Djaguna Terpilih sebagai Koordinator Umum BEM FBD-DIY 2025–2026: Gerakan Mahasiswa DIY Siap Bangkit dari Krisis Demokrasi

    Faturahman Djaguna Terpilih sebagai Koordinator Umum BEM FBD-DIY 2025–2026: Gerakan Mahasiswa DIY Siap Bangkit dari Krisis Demokrasi

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.369
    • 0Komentar

    DIY, Tanah Sejarah Gerakan, Perlu Bangkit Kembali Daerah Istimewa Yogyakarta dikenal sebagai pusat pergerakan mahasiswa sejak era Reformasi 1998, gerakan pendidikan murah, hingga solidaritas kelompok marginal. Namun menurut Faturahman, gerakan mahasiswa saat ini mengalami disorientasi dan kehilangan roh kolektifnya. “FBD-DIY harus kembali menjadi penggerak isu, pengontrol kebijakan, dan penghidup ruang-ruang dialog yang progresif,” ujarnya kepada […]

  • BELA RUANG HIDUP: Warga Desa Sagea saat melakukan aksi protes terhadap aktivitas pertambangan yang mengancam lingkungan mereka. WALHI Maluku Utara mendesak kepolisian menghentikan pemanggilan terhadap 14 warga yang dinilai sebagai bentuk kriminalisasi pejuang lingkungan. (Foto: Istimewa)

    WALHI Malut Desak Polda Hentikan Pemanggilan 14 Warga Desa Sagea

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Ternate, (BALENGKO) – WALHI Maluku Utara memandang serius pemanggilan 14 warga Desa Sagea oleh Polda Maluku Utara pasca aksi penolakan aktivitas pertambangan PT Mining Abadi Indonesia (MAI). Aksi yang dilakukan warga bersama Koalisi Save Sagea tersebut merupakan bentuk penyampaian pendapat di muka umum yang dijamin konstitusi. Hak itu diatur dalam Pasal 28E UUD 1945 serta […]

  • Status Ibu Kota Sofifi Masih Tanda Tanya, Bacarita Otonomi Ungkap Ketimpangan Administratif

    Status Ibu Kota Sofifi Masih Tanda Tanya, Bacarita Otonomi Ungkap Ketimpangan Administratif

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 609
    • 0Komentar

    Sofifi secara resmi ditetapkan sebagai ibu kota Provinsi Maluku Utara oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 4 Agustus 2010. Namun sejak itu hingga kini, belum terbentuk pemerintahan otonom yang beroperasi penuh di wilayah tersebut. Banyak fungsi pemerintahan masih dijalankan dari Kota Ternate, yang notabene bukan lagi ibu kota secara hukum. Kondisi ini menimbulkan sejumlah persoalan […]

  • Aksi mahasiswa yang tergabung dalam Sentrum Mahasiswa Indonesia Halmahera Barat DKI Jakarta (SEMAINDO) saat menggelar demonstrasi di depan Gedung KPK, Jakarta, Senin (5/1/2026), mendesak tindak lanjut temuan BPK terkait anggaran Pemilu KPU Maluku Utara. (Sumber foto: Tangkapan layar video aksi)

    SEMAINDO Desak KPK Tindaklanjuti Temuan BPK soal Anggaran Pemilu KPU Maluku Utara

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Jakarta (BALENGKO) — Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Sentrum Mahasiswa Indonesia Halmahera Barat DKI Jakarta (SEMAINDO) menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (5/1). Mereka mendesak KPK menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terkait pengelolaan anggaran Pemilu di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku Utara. Aksi tersebut merujuk pada Laporan […]

  • Dialog publik Komunitas Kutub Oase yang dihadiri mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta saat membahas wacana Pilkada melalui DPRD, Kamis (22/1/2026), di Pendopo Universitas Widya Mataram. Dok. Balengko Space

    Dialog Publik Kutub Oase Soroti Wacana Pilkada Lewat DPRD

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 370
    • 0Komentar

    Yogyakarta (Balengko) – Komunitas Kutub Oase menggelar dialog publik yang dihadiri puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta, Kamis (22/1/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Universitas Widya Mataram. Diskusi ini mengangkat tema “Pilkada di Tangan DPRD: Etika Kekuasaan atau Rasionalitas yang Menipu?” sebagai respons atas wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD yang belakangan kembali […]

  • Peserta field trip Geosite Foramadiahi dan Banjir Rua Ternate mengamati endapan vulkanik.

    Field Trip Geosite Foramadiahi dan Banjir Rua: HAGI, IAGI, IAP Dorong Mitigasi Bencana di Ternate

    • calendar_month Minggu, 12 Okt 2025
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 613
    • 0Komentar

    Sementara di Geosite Foramadiahi, peserta dapat menyaksikan langsung singkapan batuan yang telah berusia 2,7 juta tahun. Berdasarkan fase geologi, batuan ini termasuk dalam kelompok Gamalama Tua, memberikan gambaran tentang sejarah geologis kawasan yang sangat panjang. Taufik, S.T., anggota IAP Malut, menekankan urgensi perencanaan wilayah berbasis mitigasi bencana. “Kota Ternate merupakan daerah yang rawan terhadap bencana […]

expand_less