Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Matinya Imajinasi dalam Peradaban Citra: Hermeneutika Kemungkinan ala Richard Kearney

Matinya Imajinasi dalam Peradaban Citra: Hermeneutika Kemungkinan ala Richard Kearney

  • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
  • visibility 810
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Bagi Kearney, kondisi ini menandai sebuah krisis imajinasi berhenti menjadi ruang transendensi, dan manusia kehilangan salah satu kemampuan fundamentalnya untuk bermakna. “Mati”-nya imajinasi di sini bukan berarti ketiadaan gambar, melainkan sebaliknya, ledakan gambar yang menutupi kemungkinan sejati. Imajinasi dikooptasi oleh logika konsumsi, dan manusia kehilangan kemampuan hermeneutis untuk membedakan makna dari sekadar sensasi.

Namun, Kearney tidak berhenti pada pesimisme namun mengusulkan hermeneutika imajinasi menjadi suatu cara untuk merehabilitasi imajinasi sebagai ruang penafsiran, bukan sekadar reproduksi. Imajinasilah yang memungkinkan kita menyingkap kembali simbol, mitos, dan narasi yang menyeberangkan makna antar-dunia. Dengan hermeneutika, imajinasi dapat kembali menjadi medium etis bukan hanya estetik atau komersial.

“Mati”-nya imajinasi dalam dunia kontemporer bukanlah akhir dari segalanya, melainkan panggilan untuk menafsir ulang perannya. Kearney menantang kita untuk merebut kembali imajinasi sebagai kekuatan hermeneutis yang membuka kemungkinan hidup baru. Dalam dunia yang dibanjiri citra, tugas filsafat bukan sekadar meratap atas keruntuhan makna, tetapi menyalakan kembali daya tafsir yang membedakan antara ilusi kosong dan imajinasi kreatif.

Jika imajinasi hanya menjadi korban peradaban citra, manusia akan kehilangan salah satu instrumen paling mendasar untuk memahami dirinya dan dunia. Namun, jika kita mengikuti jejak Kearney, masih ada jalan imajinasi dapat dibangkitkan kembali bukan sebagai fantasi palsu, melainkan sebagai hermeneutika kemungkinan yang menghidupkan kembali harapan akan makna.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PKB Pulau Taliabu Apresiasi Terpilihnya Muhajrin Bailusy sebagai Ketua PW IKA PMII Maluku Utara, Sosok Visioner dan Perekat Alumni

    PKB Pulau Taliabu Apresiasi Terpilihnya Muhajrin Bailusy sebagai Ketua PW IKA PMII Maluku Utara, Sosok Visioner dan Perekat Alumni

    • calendar_month Minggu, 19 Okt 2025
    • account_circle Mursid
    • visibility 565
    • 0Komentar

    Sukardinan menilai, kehadiran Muhajrin Bailusy di pucuk kepemimpinan IKA PMII Maluku Utara akan membawa angin segar dalam memperkuat konsolidasi, memperluas kolaborasi, dan membangun solidaritas antaralumni lintas daerah. “Kami percaya, di bawah kepemimpinan beliau, IKA PMII akan semakin solid, progresif, dan berkontribusi nyata terhadap kemajuan Maluku Utara. Semangat pergerakan dan nilai-nilai humanis yang diwariskan PMII akan […]

  • Sahrir Jamsin desak pencopotan Kadis Parpora Halbar Fenny Kiat dan audit anggaran pariwisata.

    Pariwisata Halbar Terpuruk, Sahrir Jamsin Desak Audit dan Copot Kadis Parpora

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 451
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, Jailolo – 16 September 2025 – Pariwisata Halmahera Barat terpuruk meski anggaran miliaran rupiah digelontorkan setiap tahun. Festival Teluk Jailolo (FTJ) yang menelan anggaran miliaran rupiah pada 2023 hanya berakhir seremoni tanpa dampak ekonomi. Kontribusi PAD pariwisata pada 2024 bahkan tidak sampai Rp. 1 miliar. Mahasiswa ekonomi asal Halbar, Sahrir Jamsin, menilai Kepala […]

  • PPPK

    LBH Ansor Maluku Utara Soroti Dugaan Ketua DPC Parpol Dilantik sebagai PPPK Paruh Waktu di Kota Ternate

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.128
    • 0Komentar

    Aturan yang Berpotensi Dilanggar 1. PP Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPKPasal 16 huruf f menegaskan bahwa calon PPPK tidak boleh menjadi anggota atau pengurus partai politik. Jika yang bersangkutan masih menjabat sebagai Ketua DPC, maka ia tidak memenuhi syarat administratif. 2. UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASNUU ini menegaskan larangan penuh bagi […]

  • Pemuda Kampung Makassar Timur Bersihkan Pesisir Laut Ternate

    Pemuda Kampung Makassar Timur Bersihkan Pesisir Laut Ternate

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Agung R Selang
    • visibility 2.319
    • 0Komentar

    (balengkospace.com) Ternate, 30 Mei 2025 – Sejumlah pemuda dari Satgas Kebersihan Kampung Makassar Timur menggelar aksi bersih-bersih di pesisir laut, Jumat (30/5), untuk mengurangi sampah yang mencemari kawasan tepi laut Kota Ternate. Rifki Usman, tokoh muda setempat, memimpin langsung kegiatan ini. Ia bersama anggota Satgas menyusuri pesisir menggunakan perahu dan alat sederhana. Mereka mengangkat sampah […]

  • Komunitas Magister Maluku Utara DIY Tanyakan Arah Pendidikan Malut: Apakah Kita Sedang Membangun Sekolah atau Sekadar Bangunan?

    Komunitas Magister Maluku Utara DIY Tanyakan Arah Pendidikan Malut: Apakah Kita Sedang Membangun Sekolah atau Sekadar Bangunan?

    • calendar_month Minggu, 15 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 2.587
    • 0Komentar

    Balengkospace.com, Yogyakarta, 15 Juni 2025 – Komunitas Magister Peduli Pendidikan Maluku Utara (KOMPPI-MU) di Yogyakarta menyuarakan kritik tajam terhadap arah kebijakan pendidikan yang dijalankan Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Melalui rilis pers resminya, KOMPPI menilai bahwa banyak program pendidikan yang dijalankan masih bersifat seremonial dan tidak menjawab kebutuhan riil masyarakat, khususnya di daerah terpencil. Ketua KOMPPI […]

  • Massa PMII DIY membakar ban di depan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah.

    “Jaga Nyala!” PMII DIY Gelar Aksi Solidaritas

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 742
    • 0Komentar

    Ketua Umum PMII Cabang Sleman, Muhammad Yusuf Ridlo, menegaskan bahwa aksi tersebut menjadi respons langsung terhadap kondisi sosial politik di tingkat lokal maupun nasional.“Aksi hari ini mencerminkan sikap kita terhadap kondisi akhir-akhir ini yang sudah keterlaluan. Kita tidak bisa mentoleransi banyak hal, baik dari sisi pemerintahan, eksekutif, yudikatif, maupun aparat. Mereka sudah melakukan banyak tindakan […]

expand_less