Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Matinya Imajinasi dalam Peradaban Citra: Hermeneutika Kemungkinan ala Richard Kearney

Matinya Imajinasi dalam Peradaban Citra: Hermeneutika Kemungkinan ala Richard Kearney

  • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
  • visibility 740
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Dalam sejarah filsafat Barat, imajinasi sempat diagungkan dari Plato yang mencurigainya sebagai bayangan samar, hingga Kant yang menyebutnya sebagai “kekuatan transendental” yang mengikat intuisi dengan konsep. Namun, Kearney melacak bahwa modernitas dan kemudian postmodernitas merombak posisi ini. Imajinasi yang dahulu menyingkap realitas kini digantikan oleh simulasi citra. Yang tersisa bukan lagi penciptaan makna, tetapi permainan tanda yang berputar pada dirinya sendiri.

Kearney menyebut fenomena ini sebagai “death of imagination”  imajinasi kehilangan fungsi hermeneutisnya dan direduksi menjadi konsumsi visual. Kita hidup di tengah peradaban gambar, di mana televisi, iklan, dan media sosial bukan lagi sekadar mewakili realitas, melainkan menggantikan realitas itu sendiri. Realitas, kata Kearney, menjadi bayangan dari citra, bukan sebaliknya.

Matinya Imajinasi dalam Peradaban Citra

Kearney menunjukkan bahwa dalam budaya postmodern, citra telah menjadi komoditas yang dapat direproduksi tanpa batas. Andy Warhol dengan sinis menegaskan bahwa ia bisa mencetak ratusan “karya seni” dalam sehari, membongkar mitos modern tentang orisinalitas. Seni, pada titik ini, berubah menjadi anti-seni, parodi dari dirinya sendiri. Imajinasi yang dahulu dipandang sakral kini berubah menjadi tiruan tanpa aura, meminjam istilah Walter Benjamin.

Akibatnya, imajinasi kehilangan fungsi kritisnya. Pada akhirnya tidak lagi menawarkan alternatif atas dunia aktual, tetapi larut dalam sirkulasi tanda-tanda yang saling meniru. Imajinasi menjadi korban ketika citra tidak lagi mengacu pada sesuatu di luar dirinya. Kita melihatnya di layar kaca, di iklan, di media sosial yang dipertontonkan bukan lagi realitas, melainkan konstruksi visual yang menciptakan ilusi kebenaran.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemadaman Listrik Morotai Ramadhan Rapat DPRD dan PLN

    Ramadhan di Morotai “Gelap-gelapan”, DPRD Pertanyakan Jadwal Pemeliharaan PLN yang Terkesan Kebetulan

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea
    • visibility 903
    • 0Komentar

    Penjelasan PLN: Kapasitas Mesin Belum Maksimal Menanggapi rentetan pertanyaan tersebut, Kepala PLN Daruba, Cahyo Tri Hatoyo, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Morotai. Ia menjelaskan bahwa pemadaman terbagi menjadi dua kategori: terencana (pemeliharaan) dan tidak terencana (gangguan alam). Cahyo mengungkapkan kendala teknis utama terletak pada kapasitas mesin di PLN Daruba yang saat ini hanya sebesar 4.900 […]

  • PENDIDIKAN CUMA-CUMA

    PENDIDIKAN CUMA-CUMA

    • calendar_month Kamis, 3 Apr 2025
    • account_circle Fahrul Abd. Muid
    • visibility 455
    • 0Komentar

    Pendidikan gratis terdiri dari dua kata yaitu pendidikan dan gratis. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pendidikan diartikan dengan proses perubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok dalam usaha pendewasaan manusia dengan cara pengajaran, pelatihan, proses, dan cara/metode. Pendidikan juga diartikan sebagai perbuatan mendidik bagi peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan […]

  • Gelar Hari Gizi Nasional ke-65: Tidak hanya Hiburan tetapi harus menjadi Momen Penting untuk Edukasi Gizi dan Kesehatan

    Gelar Hari Gizi Nasional ke-65: Tidak hanya Hiburan tetapi harus menjadi Momen Penting untuk Edukasi Gizi dan Kesehatan

    • calendar_month Minggu, 26 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 580
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Istimewa Hari Gizi Nasional ke-65 yang mengusung tema “Pilih Makanan Bergizi untuk Keluarga Sehat” menjadi salah satu momen strategis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi dalam kehidupan sehari-hari. Tema ini sangat relevan mengingat tingginya angka permasalahan gizi di Indonesia, seperti stunting, obesitas, dan kekurangan zat gizi mikro yang masih menjadi tantangan […]

  • Kebiasaan tidur siang di berbagai Negara, dan manfaatnya buat tubuh

    Kebiasaan tidur siang di berbagai Negara, dan manfaatnya buat tubuh

    • calendar_month Selasa, 14 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 444
    • 0Komentar

    Ilustrasi : Pexels Ditengah hiruk-pikuk kesibukan kita sehari-hari, sering kali kita mengabaikan hal-hal kecil yang ternyata memiliki dampak besar bagi kesehatan. Salah satu contohnya adalah tidur siang. Meski dianggap kurang umum di Indonesia, tidur siang adalah tradisi yang sudah mengakar di berbagai negara, bahkan menjadi bagian dari budaya mereka, berikut ini adalah kebiasaan tidur di […]

  • Ketua LBH Ansor Maluku Utara (kiri) dan Dasco (kanan) dalam dua momen berbeda

    Don Dasco: Pembisik Keadilan yang Mengoreksi Ketimpangan Hukum di Indonesia

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Maluku Utara menilai langkah rehabilitasi terhadap Ira Puspadewi, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), serta abolisi terhadap Thomas Trikasih Lembong, bukan sekadar keputusan politik biasa. Keduanya adalah contoh paling baru bagaimana negara kembali mengoreksi proses hukum yang dianggap tidak selaras dengan nilai keadilan. Dan dalam dua peristiwa ini, ada […]

  • Source : Istimewa

    Partisipasi tak bermakna, penetapan hakim mahkamah konstitusi secara ugal-ugalan.

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Yuridin, Kader HMI Yogyakarta.
    • visibility 592
    • 0Komentar

    Adanya proses yang terlihat tidak profesional dan kurang melibatkan masyarakat secara luas bisa membuat semangat Pasal 24C UUD 1945 yang mengharuskan Mahkamah Konstitusi sebagai pelindung konstitusi menjadi tereduksi. Sebab, legitimasi moral dan konstitusional lembaga penjaga konstitusi tidak hanya bergantung pada wewenang resmi, tetapi juga pada proses pemilihan hakim yang jelas, bertanggung jawab dan memiliki integritas. […]

expand_less