Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Matinya Imajinasi dalam Peradaban Citra: Hermeneutika Kemungkinan ala Richard Kearney

Matinya Imajinasi dalam Peradaban Citra: Hermeneutika Kemungkinan ala Richard Kearney

  • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
  • visibility 582
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Dalam sejarah filsafat Barat, imajinasi sempat diagungkan dari Plato yang mencurigainya sebagai bayangan samar, hingga Kant yang menyebutnya sebagai “kekuatan transendental” yang mengikat intuisi dengan konsep. Namun, Kearney melacak bahwa modernitas dan kemudian postmodernitas merombak posisi ini. Imajinasi yang dahulu menyingkap realitas kini digantikan oleh simulasi citra. Yang tersisa bukan lagi penciptaan makna, tetapi permainan tanda yang berputar pada dirinya sendiri.

Kearney menyebut fenomena ini sebagai “death of imagination”  imajinasi kehilangan fungsi hermeneutisnya dan direduksi menjadi konsumsi visual. Kita hidup di tengah peradaban gambar, di mana televisi, iklan, dan media sosial bukan lagi sekadar mewakili realitas, melainkan menggantikan realitas itu sendiri. Realitas, kata Kearney, menjadi bayangan dari citra, bukan sebaliknya.

Matinya Imajinasi dalam Peradaban Citra

Kearney menunjukkan bahwa dalam budaya postmodern, citra telah menjadi komoditas yang dapat direproduksi tanpa batas. Andy Warhol dengan sinis menegaskan bahwa ia bisa mencetak ratusan “karya seni” dalam sehari, membongkar mitos modern tentang orisinalitas. Seni, pada titik ini, berubah menjadi anti-seni, parodi dari dirinya sendiri. Imajinasi yang dahulu dipandang sakral kini berubah menjadi tiruan tanpa aura, meminjam istilah Walter Benjamin.

Akibatnya, imajinasi kehilangan fungsi kritisnya. Pada akhirnya tidak lagi menawarkan alternatif atas dunia aktual, tetapi larut dalam sirkulasi tanda-tanda yang saling meniru. Imajinasi menjadi korban ketika citra tidak lagi mengacu pada sesuatu di luar dirinya. Kita melihatnya di layar kaca, di iklan, di media sosial yang dipertontonkan bukan lagi realitas, melainkan konstruksi visual yang menciptakan ilusi kebenaran.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilham Gogasa, lulusan magister IPB University asal Pulau Morotai, meneliti tingkat kerentanan nelayan tuna skala kecil di kampung halamannya sebagai upaya memperkuat keberlanjutan sektor perikanan pesisir.

    Lulusan Magister IPB University, Pemuda Morotai Teliti Kerentanan Nelayan Tuna di Pesisir Pasifik

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 322
    • 0Komentar

    Meneliti Kerentanan Nelayan Tuna Skala Kecil Saat menempuh studi magister, Ilham menulis tesis berjudul “Kajian Tingkat Kerentanan Usaha Perikanan Handline Tuna Skala Kecil di Kabupaten Pulau Morotai.” Penelitian ini berangkat dari kepeduliannya terhadap kehidupan nelayan kecil yang bergantung pada perikanan tuna — salah satu komoditas unggulan daerah. Pulau Morotai dikenal sebagai wilayah penghasil tuna sirip […]

  • FKIP Unkhair Kupas Cara Cerdas Dukung Tumbuh Kembang Anak Lewat Gizi!

    FKIP Unkhair Kupas Cara Cerdas Dukung Tumbuh Kembang Anak Lewat Gizi!

    • calendar_month Rabu, 4 Jun 2025
    • account_circle FAHMIL USMAN, S.Gz.,M.Gz
    • visibility 745
    • 0Komentar

    Balengko Space – Ternate, 4 Juni 2025 program Studi PG-PAUD FKIP Universitas Khairun Ternate menggelar kuliah tamu bertema “Optimalisasi Asupan Gizi bagi Tumbuh Kembang Anak” pada Rabu (4/6). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang peran gizi dalam mendukung perkembangan fisik dan mental anak. Fahmil Usman, S.Gz., M.Gz., dosen Fakultas Kesehatan ISDIK Kie Raha, hadir […]

  • bendera-one-piece

    Tanggapan Nakama Ternate soal Bendera One Piece

    • calendar_month Minggu, 3 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.099
    • 0Komentar

    Ia menambahkan bahwa nasionalisme tidak melulu harus ditunjukkan lewat simbol formal, tetapi juga bisa melalui narasi budaya populer (pop culture) yang dekat dengan kehidupan generasi muda. Terkait apakah pengibaran bendera tersebut menjadi bentuk kekecewaan terhadap negara, Ariyo mengakui hal itu mungkin terjadi. “Bisa jadi itu bentuk luapan emosi karena belum merasa didengar. Tapi bukan berarti […]

  • Source : Istimewa

    Hari Pers Nasional 2026: LBH Ansor Malut Soroti Tekanan Kekuasaan terhadap Jurnalis

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 164
    • 0Komentar

    TERNATE (BALENGKO) – Ketua LBH Ansor Maluku Utara, Zulfikran Bailussy, menegaskan bahwa pers harus tetap menjadi alat koreksi sosial dan penjaga kebenaran di tengah tekanan kekuasaan yang kian kompleks, Senin (9/2/2026). Momentum Hari Pers Nasional ini dinilai sebagai titik refleksi penting bagi demokrasi, khususnya dalam mengawal isu konflik agraria, lingkungan, dan korupsi di Maluku Utara. […]

  • Source : Istimewa

    Penurunan Indeks Kerukunan dan Isu Provokatif Mencuat, Kader PMII D.I.Yogyakarta Desak Wagub Evaluasi dan Penguatan FKUB Maluku Utara

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Yogyakarta (Balengko) – 1 April 2026 – Dinamika kerukunan umat beragama di Maluku Utara kembali menjadi sorotan, menyusul beredarnya dugaan narasi provokatif di ruang percakapan digital yang dinilai memicu keresahan di tengah masyarakat. Situasi ini memunculkan pertanyaan publik terhadap efektivitas peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Maluku Utara dalam menjalankan fungsi utamanya sebagai penjaga […]

  • Ramadhan Kelderak Desak Penegakan Hukum: Dugaan Pencemaran Lingkungan di Kawasi Harus Diusut Sebagai Tindak Pidana Korporasi

    Ramadhan Kelderak Desak Penegakan Hukum: Dugaan Pencemaran Lingkungan di Kawasi Harus Diusut Sebagai Tindak Pidana Korporasi

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 529
    • 0Komentar

    Rama secara tegas menyerukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk turun tangan mengusut kasus ini, terutama pada level manajemen pusat perusahaan. “Kalau hanya sopir atau mandor tambang yang diperiksa, maka kita hanya menyentuh kulitnya saja. Padahal kejahatan lingkungan skala besar seperti ini biasanya dirancang di ruang direksi, bukan di lapangan,” tegasnya. Ia menyebut bahwa […]

expand_less