Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Saya menyebutnya Si Melankolis: Sutan Sjahrir Melihat Indonesia dalam Teropong Sosialisme

Saya menyebutnya Si Melankolis: Sutan Sjahrir Melihat Indonesia dalam Teropong Sosialisme

  • calendar_month Minggu, 19 Okt 2025
  • visibility 999
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

2. Sosialisme Sjahrir: Jalan Sunyi Melawan Tirani Mayoritas

Sjahrir tidak percaya pada revolusi jalan pintas. Ia skeptis terhadap kekuasaan yang lahir dari fanatisme massa. Ia menolak diktator mayoritas maupun diktator proletariat. Baginya, sosialisme harus ditempuh melalui kesadaran batin, bukan propaganda.

“Massa tanpa pendidikan adalah kekuatan buta; demokrasi tanpa intelektualitas hanya akan melahirkan kekerasan.”

Di titik inilah ia berseberangan dengan radikalisme sezamannya. Ia lebih dekat dengan Jean Jaurès dan sosialisme-demokrat Eropa: menjunjung kebebasan individu sekaligus menghapus kesenjangan sosial. Ia menolak kebencian, menolak kekerasan, menolak revolusi yang menelan anaknya sendiri.

3. Melankolia Sebagai Metode Kritik

Melankolia Sjahrir bukan kelemahan; ia justru puncak dari tanggung jawab intelektual. Ia melihat bangsa ini bukan dalam euforia, tetapi dalam kegelisahan. Ia menulis bukan untuk memuji, tetapi untuk memperingatkan.

“Bangsa yang tak mau berpikir, cepat atau lambat akan menjadi mangsa kekuasaan yang ia ciptakan sendiri.”

Ia bukan sosok pahlawan panggung, melainkan penjaga nurani republik. Ia bahkan memilih penjara atas nama kebenaran—dibuang ke Banda, menulis Out of Exile, namun tetap tenang, tetap melankolis.

4. Indonesia dalam Cermin Sjahrir: Bahaya Demokrasi Tanpa Budi

Sjahrir mungkin tidak hadir hari ini, namun kritiknya menembus zaman.
Bahaya terbesar demokrasi bukan pada hilangnya pemilu, tetapi pada hilangnya kesadaran moral dalam pemilu itu sendiri. Demokrasi dapat berubah menjadi pasar suara; republik dapat menjelma perusahaan.

Karena itu, ia menulis tentang budi pekerti politik—sebuah konsep langka dalam wacana modern kita. Ia ingin republik dibangun oleh manusia yang berpikir, bukan manusia yang hanya menyembah mayoritas.

Penutup: Mewarisi Kecemasan Sjahrir

Sebagai Ketua LBH Ansor, saya mengagumi dan meyakini bahwa pemikiran Sjahrir adalah peringatan spiritual bagi republik ini. Bahwa hukum, politik, dan negara hanya bermakna jika menjadikan manusia sebagai tujuan, bukan alat.

Pertanyaan Sjahrir tetap menggema:
• Apakah kita benar-benar merdeka, atau hanya berganti penguasa?
• Apakah demokrasi kita menghasilkan manusia, atau hanya massa?
• Apakah negeri ini masih memiliki idealisme, atau hanya kepentingan?

Melankolis memang terdengar sendu. Namun dalam kesenduan itulah Sjahrir menjaga satu hal yang tak boleh padam: api keadilan, bahkan ketika dunia memilih berisik.

  • Penulis: Redaksi Balengko Space
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gerakan Mahasiswa : Merebut Kemenangan atau Tunduk pada Kekuasaan

    Gerakan Mahasiswa : Merebut Kemenangan atau Tunduk pada Kekuasaan

    • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
    • account_circle Faturahman Djaguna
    • visibility 765
    • 0Komentar

    Historis Gerakan Mahasiswa Dari Radikalisme kekooptasi Sejarah gerakan mahasiswa dunia menunjukkan bahwa mahasiswa pernah menjadi kekuatan revolusioner yang amat sangat signifikan. Dalam catatan gerakan Mei 1968 di Prancis yang dipimpin oleh mahasiswa serta aksi protes di universitas berkeley pada 1964 di Amerika Serikat dalam kampanye free speech movement, yang menjadi simbol perlawanan terhadap hegemoni kapitalisme, […]

  • Ramadhan Kelderak Desak Penegakan Hukum: Dugaan Pencemaran Lingkungan di Kawasi Harus Diusut Sebagai Tindak Pidana Korporasi

    Ramadhan Kelderak Desak Penegakan Hukum: Dugaan Pencemaran Lingkungan di Kawasi Harus Diusut Sebagai Tindak Pidana Korporasi

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 464
    • 0Komentar

    Rama secara tegas menyerukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk turun tangan mengusut kasus ini, terutama pada level manajemen pusat perusahaan. “Kalau hanya sopir atau mandor tambang yang diperiksa, maka kita hanya menyentuh kulitnya saja. Padahal kejahatan lingkungan skala besar seperti ini biasanya dirancang di ruang direksi, bukan di lapangan,” tegasnya. Ia menyebut bahwa […]

  • Ruislag Dinilai Solusi Tepat, LBH Ansor Desak Pemkot Ternate Selesaikan Sengketa Lahan

    Ruislag Dinilai Solusi Tepat, LBH Ansor Desak Pemkot Ternate Selesaikan Sengketa Lahan

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 540
    • 1Komentar

    BALENGKO SPACE, Ternate, 25 Juli 2025 — Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Kota Ternate menyambut baik langkah Pemerintah Kota Ternate yang memilih skema ruislag atau tukar guling dalam penyelesaian sengketa lahan eks Brimob di Kelurahan Ubo-ubo. Ketua LBH Ansor, Zulfikran Bailussy, menyatakan dukungannya usai pernyataan Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, pada Jumat (25/7/2025), yang […]

  • Mahasiswa KKN Universitas Trilogi Kelompok 21 berfoto bersama warga dan panitia saat pembukaan perayaan HUT RI ke-80 di RW 09 Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jumat (8/8/2025)

    Mahasiswa KKN Trilogi Meriahkan Pembukaan HUT RI ke-80 di RW 09 Srengseng Sawah

    • calendar_month Minggu, 10 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 378
    • 0Komentar

    Ketua Kelompok KKN, Sahrir Jamsin, menyampaikan rasa bahagianya dapat ikut ambil bagian dalam momen bersejarah ini. “Bagi kami, ini bukan cuma perayaan kemerdekaan, tapi juga momen untuk berkumpul, mengenal lebih dekat dengan warga, dan membangun suasana guyub di RW 09,” ujarnya. Selain seremoni pembukaan, malam itu juga dimeriahkan pertandingan pembuka turnamen bulu tangkis yang menjadi […]

  • Anggota Fatayat NU Tidore membagikan sembako kepada warga sekitar

    Fatayat NU Tidore Kegiatan Rutin Bulanan Berbagi Sembako

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 743
    • 0Komentar

    Tidore (Balengko Space) – Fatayat NU Tidore kegiatan rutin bulanan kembali digelar dengan berbagi sembako kepada masyarakat sekitar, Selasa (30/9/2025). Program ini menjadi salah satu wujud kepedulian organisasi perempuan Nahdlatul Ulama terhadap warga yang membutuhkan. Pada kegiatan bulan ini, Fatayat NU Tidore kegiatan rutin bulanan berupa pembagian sembako disalurkan kepada dua keluarga penerima manfaat. Meski […]

  • Faisal kritik James Uang terkait demo geothermal dan pemindahan RSP Loloda

    Faisal Umanailo Kritik Respons Arogan Bupati James Uang soal Demo Geothermal dan Pemindahan RSP

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 960
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, Yogyakarta (6/9/25) – Faisal Umanailo SH, kritik James Uang usai video aksi Semahabar Ternate tentang aksi yang membawa isu geothermal dan pemindahan Rumah Sakit Pratama (RSP) Loloda viral di dunia maya. Dalam video yang beredar, Bupati Halmahera Barat James Uang menyatakan bahwa ia berhak menolak tidak hadir dalam pertemuan dengan mahasiswa. Respons tersebut […]

expand_less