Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Saya menyebutnya Si Melankolis: Sutan Sjahrir Melihat Indonesia dalam Teropong Sosialisme

Saya menyebutnya Si Melankolis: Sutan Sjahrir Melihat Indonesia dalam Teropong Sosialisme

  • calendar_month Minggu, 19 Okt 2025
  • visibility 1.242
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

2. Sosialisme Sjahrir: Jalan Sunyi Melawan Tirani Mayoritas

Sjahrir tidak percaya pada revolusi jalan pintas. Ia skeptis terhadap kekuasaan yang lahir dari fanatisme massa. Ia menolak diktator mayoritas maupun diktator proletariat. Baginya, sosialisme harus ditempuh melalui kesadaran batin, bukan propaganda.

“Massa tanpa pendidikan adalah kekuatan buta; demokrasi tanpa intelektualitas hanya akan melahirkan kekerasan.”

Di titik inilah ia berseberangan dengan radikalisme sezamannya. Ia lebih dekat dengan Jean Jaurès dan sosialisme-demokrat Eropa: menjunjung kebebasan individu sekaligus menghapus kesenjangan sosial. Ia menolak kebencian, menolak kekerasan, menolak revolusi yang menelan anaknya sendiri.

3. Melankolia Sebagai Metode Kritik

Melankolia Sjahrir bukan kelemahan; ia justru puncak dari tanggung jawab intelektual. Ia melihat bangsa ini bukan dalam euforia, tetapi dalam kegelisahan. Ia menulis bukan untuk memuji, tetapi untuk memperingatkan.

“Bangsa yang tak mau berpikir, cepat atau lambat akan menjadi mangsa kekuasaan yang ia ciptakan sendiri.”

Ia bukan sosok pahlawan panggung, melainkan penjaga nurani republik. Ia bahkan memilih penjara atas nama kebenaran—dibuang ke Banda, menulis Out of Exile, namun tetap tenang, tetap melankolis.

4. Indonesia dalam Cermin Sjahrir: Bahaya Demokrasi Tanpa Budi

Sjahrir mungkin tidak hadir hari ini, namun kritiknya menembus zaman.
Bahaya terbesar demokrasi bukan pada hilangnya pemilu, tetapi pada hilangnya kesadaran moral dalam pemilu itu sendiri. Demokrasi dapat berubah menjadi pasar suara; republik dapat menjelma perusahaan.

Karena itu, ia menulis tentang budi pekerti politik—sebuah konsep langka dalam wacana modern kita. Ia ingin republik dibangun oleh manusia yang berpikir, bukan manusia yang hanya menyembah mayoritas.

Penutup: Mewarisi Kecemasan Sjahrir

Sebagai Ketua LBH Ansor, saya mengagumi dan meyakini bahwa pemikiran Sjahrir adalah peringatan spiritual bagi republik ini. Bahwa hukum, politik, dan negara hanya bermakna jika menjadikan manusia sebagai tujuan, bukan alat.

Pertanyaan Sjahrir tetap menggema:
• Apakah kita benar-benar merdeka, atau hanya berganti penguasa?
• Apakah demokrasi kita menghasilkan manusia, atau hanya massa?
• Apakah negeri ini masih memiliki idealisme, atau hanya kepentingan?

Melankolis memang terdengar sendu. Namun dalam kesenduan itulah Sjahrir menjaga satu hal yang tak boleh padam: api keadilan, bahkan ketika dunia memilih berisik.

  • Penulis: Redaksi Balengko Space
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bedah Buku “Feminis Nusantara”: Ruang Dialog Kritis PMII DIY Soal Gender dan Budaya

    Bedah Buku “Feminis Nusantara”: Ruang Dialog Kritis PMII DIY Soal Gender dan Budaya

    • calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
    • account_circle Arafik Ramli
    • visibility 746
    • 0Komentar

    “Buku ini penting untuk kita menengok kembali akar pengetahuan Nusantara. Nilai-nilai lokal bisa menjadi spirit dalam membangun emansipasi,” ujar Ilyasa Alvin A. saat menyampaikan pandangannya. Peserta talkshow tidak hanya mendapatkan pemahaman baru, tetapi juga berkesempatan membawa pulang buku Feminis Nusantara secara gratis. Kopi dan camilan turut disediakan sebagai bagian dari suasana diskusi yang akrab dan […]

  • Tali bukan Solusi: Balengko Space Ajak Generasi Muda Pahami Isu Bunuh Diri

    Tali bukan Solusi: Balengko Space Ajak Generasi Muda Pahami Isu Bunuh Diri

    • calendar_month Sabtu, 8 Feb 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 623
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Istimewa Ternate, Sabtu, (8/2/25) – Balengko Space sukses mengadakan workshop bertajuk “Tali Bukan Solusi dari Permasalahan yang Kamu Hadapi” yang membahas fenomena bunuh diri di Kota Ternate dari perspektif Psikologi dan Agama. Acara ini berlangsung di Only Six Coffee pada Sabtu, (8/2/25), pukul 16.00 WIT – 17.30 WIT, dengan sasaran utama mahasiswa […]

  • Muhammad Muzijad Mandea

    Sastra dan Politik: Apakah Sastra Berhubungan Dengan Politik?

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea. Pengurus Komisariat Unkhair Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII),
    • visibility 289
    • 0Komentar

    Menurut Aprinus Salam, Mengungkapkan bahwa karya sastra diletakkan dalam satu kerangka representasi-representasi tentangan dalam kehidupan. Teori ini memiliki dan memberikan kepekaan yang tinggi terhadap masalah-masalah stagnasi, tradisi, konflik dalam masyarakat, dan bagaimana praktik kekuasaan (politik) dioperasikan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Teori ini juga memberikan perhatian bagaimana “membongkar” karya sastra sebagai bagian dan satu hegemoni […]

  • Asril Sermaf berpose usai ditetapkan sebagai Formatur Ketua Umum Komisariat Persiapan (P) Ali Maksum HMI Cabang Yogyakarta dalam Rapat Anggota Komisariat Luar Biasa (RAKLB) Ke-I yang digelar di Gedung Kebudayaan Lafran Pane, Sekretariat HMI Cabang Yogyakarta, Minggu (8/2/2026).

    Komisariat (P) Ali Maksum Resmi Berdiri, RAKLB Ke-I Tetapkan Formatur dan Caretaker

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Yogyakarta (BALENGKO) — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Yogyakarta resmi mendirikan Komisariat Persiapan (P) Ali Maksum melalui Rapat Anggota Komisariat Luar Biasa Ke-1 (RAKLB Ke-I) yang digelar pada Minggu, 8 Februari 2026 (19 Sya’ban 1447 H) bertempat di Gedung Kebudayaan Lafran Pane, Sekretariat HMI Cabang Yogyakarta. Forum tertinggi komisariat tersebut menetapkan M. Asril Sermaf sebagai […]

  • PESAWAT LION AIR GAGAL MENDARAT DI YOGYAKARTA AKIBAT CUACA BURUK, DIALIHKAN KE SURABAYA

    PESAWAT LION AIR GAGAL MENDARAT DI YOGYAKARTA AKIBAT CUACA BURUK, DIALIHKAN KE SURABAYA

    • calendar_month Minggu, 13 Apr 2025
    • account_circle Balengko Space
    • visibility 654
    • 0Komentar

    Yogyakarta, Minggu (13/4/2025) – Sebuah pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 634 rute Makassar–Yogyakarta yang terbang pada Sabtu, 12 April 2025, gagal mendarat di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) akibat cuaca buruk. Pesawat sempat berputar-putar selama beberapa menit di atas wilayah Yogyakarta sembari menunggu cuaca membaik. Namun, kondisi cuaca yang tak kunjung stabil membuat pilot […]

  • Fahri Sibua (Ketua Bidang Ekonomi DPD II KNPI Pulau Morotai)

    Ujian Penegakan Hukum: Menanti Ketegasan Polri dalam Perkara Dugaan Kekerasan Seksual Paman terhadap Keponakan

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Fahri Sibua (Ketua Bidang Ekonomi DPD II KNPI Pulau Morotai)
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Pemerkosaan hari ini sudah menjadi salah satu masalah paling serius dalam kehidupan sosial dan hukum kita. Kejahatan ini bukan hanya merusak tubuh korban, tetapi juga menghilangkan rasa aman, martabat, dan masa depan seseorang, terlebih ketika korbannya adalah anak dan pelakunya diduga berasal dari lingkungan keluarga sendiri. Karena itu, saya melihat perkara dugaan paman memperkosa keponakannya […]

expand_less