Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Dari Ambulans ke Tangan Aparat: Tenaga Medis Jadi Sasaran Kekerasan selama aksi demontrasi

Dari Ambulans ke Tangan Aparat: Tenaga Medis Jadi Sasaran Kekerasan selama aksi demontrasi

  • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
  • visibility 687
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Indonesia kembali dilanda gejolak. Gelombang aksi massa yang bergulir sejak 25 Agustus 2025 baik di ruang publik maupun media sosial, berakar pada keresahan masyarakat terhadap berbagai kebijakan pemerintah. Persoalan seperti minimnya lapangan kerja, rendahnya tingkat upah, wacana kenaikan pajak, serta rencana peningkatan tunjangan anggota DPR yang dinilai tidak proporsional, telah memicu gelombang protes yang meluas. Namun, situasi ini tidak hanya berhenti pada unjuk rasa, melainkan berujung pada tragedi kemanusiaan yang menyayat hati.

Kemarahan publik semakin tidak terkendali terjadi pada Kamis malam, 28 Agustus 2025, ketika seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan (21), tewas setelah dilindas kendaraan aparat yang diduga korban sedang mengantarkan makanan untuk para pengunjuk rasa di Jakarta. Kematiannya tidak lagi dilihat sebagai sekadar insiden, melainkan telah berubah menjadi martir sebagai simbol ketidakadilan yang menyulut amarah dan kepedihan kolektif.

Kekerasan aparat terhadap tenaga medis di tengah demonstrasi, ilustrasi ambulans
Tenaga medis korban tindakan represif aparat dirawat di rumah sakit di Solo, Jumat malam (30/8/2025). Satu orang mengalami luka serius. Sumber foto: Radar Solo

Yang semakin memprihatinkan, eskalasi kekerasan justru terus berlanjut. Aparat juga melakukan tindakan represif terhadap tenaga medis yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan. Sebuah video yang viral dari Solo menunjukkan petugas medis ditarik paksa dari ambulans dan dipukuli. Tindakan ini jelas melanggar norma universal: Konvensi Jenewa bahkan menjamin perlindungan tenaga medis dalam situasi perang sekalipun. Sangat ironis, bahwa dalam unjuk rasa yang sejatinya bukan konflik bersenjata, prinsip-prinsip dasar kemanusiaan justru diabaikan.

Peristiwa ini tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga bertolak belakang dengan filosofi Kepolisian Negara Republik Indonesia, “Rastra Sewakottama”, yang berarti “Abdi Utama bagi Nusa dan Bangsa”. Lambang perisai pada logo yang dikenakan setiap anggota polisi semestinya mencerminkan sebagai pelindung rakyat, bukan kekerasan dan penindasan. Sayangnya, realitas di lapangan masih sering memperlihatkan wajah aparat yang represif. Tenaga kesehatan yang seharusnya dilindungi justru menjadi korban.

Oleh karena itu, reformasi mendalam di tubuh kepolisian bukan lagi sekadar wacana, melainkan sebuah keharusan. Proses rekrutmen calon anggota tidak boleh hanya mengutamakan kemampuan fisik, tetapi juga harus memperkuat pemahaman hukum, kecerdasan emosional, serta memiliki kemampuan Problem solving yang baik. Polisi harus hadir sebagai penegak hukum yang menjunjung tinggi etika dan nilai-nilai kemanusiaan, bukan sebagai alat kekuasaan yang menebar ketakutan.

Kepada Presiden Prabowo Subianto, dengan latar belakang militernya yang memahami pentingnya perlindungan terhadap tenaga medis dalam situasi konflik, publik berharap beliau tidak tinggal diam. Momentum ini harus menjadi titik balik untuk pembenahan mendasar di tubuh kepolisian, dengan tujuan memulihkan kepercayaan publik dan mengembalikan marwah institusi sebagai pengayom serta pelindung rakyat.

  • Penulis: Muh. Rizki
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wakil Gubernur Maluku Utara KH. Sarbin Sehe memimpin upacara penurunan bendera HUT RI ke-80 di Sofifi

    Suasana Penuh Nasionalisme, Wagub Maluku Utara Pimpin Penurunan Bendera di Sofifi

    • calendar_month Minggu, 17 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 602
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE – SOFIFI, Minggu (17/8/2025) – Wakil Gubernur Maluku Utara KH. Sarbin Sehe memimpin langsung upacara penurunan bendera dalam rangka peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia. Prosesi berlangsung di halaman Kantor Gubernur Sofifi pukul 17.30 WIT dengan suasana khidmat dan penuh semangat kebangsaan. Forkopimda dan Ketua DPRD Provinsi Maluku Utara hadir mendampingi jalannya upacara.  Kehadiran […]

  • Arti jahil murakkab

    Sindrom Pahlawan Kesiangan: Ketika Kekuasaan Melahirkan Kebijakan Berbasis Selera

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle Oleh: Hamdy M. Zen Dosen PBA IAIN Ternate
    • visibility 320
    • 0Komentar

    Secara bahasa, kata jahil berasal dari bahasa Arab al-jahl yang berarti: tidak mengetahui, kebodohan, lawan dari ilmu. Orang yang jahil adalah orang yang tidak memiliki pengetahuan atau bertindak tanpa dasar ilmu. Sementara itu, beberapa ulama menjelaskan makna jahil sebagai berikut: Imam Al-Raghib Al-Ashfahani menjelaskan bahwa jahil adalah kosongnya jiwa dari ilmu dan pengetahuan yang benar. […]

  • Pertemuan hangat antara Ketua Umum HIPPMAMORO Yogyakarta sekaligus Koordinator Umum Forum BEM DIY dengan Dr. Firman Jaya Daeli, mantan anggota DPR RI/MPR RI, menjadi ruang dialog seputar kepemimpinan dan peran mahasiswa dalam pembangunan bangsa.

    BACARITA MOROTAI: PERTEMUAN ANTARA KETUM HIPPMAMORO JOGJA SEKALIGUS KOORINATOR UMUM FORUM BEM DIY,  BERSAMA DR. FIRMAN JAYA DAELI MANTAN DPR RI/MPR RI

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Faturahman Djaguna
    • visibility 1.221
    • 0Komentar

    Pertemuan antara Dr. Firman Jaya Daeli, S.H., M.H., seorang tokoh nasional yang dikenal dengan pandangan kenegarawanan dan pengalaman panjang sebagai mantan anggota DPR RI dan MPR RI, bersama Faturahman Djaguna, Koordinator Umum Forum BEM Daerah Istimewa Yogyakarta yang juga putra daerah Pulau Morotai, Maluku Utara, menjadi ruang diskusi strategis yang sarat makna tentang arah pembangunan […]

  • Tunjangan DPRD Malut

    GP Ansor Tidore Kepulauan Minta Semua Pihak Hormati Proses Hukum Kasus Tunjangan DPRD Malut

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 236
    • 0Komentar

    TIDORE (BALENGKO) – Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Tidore Kepulauan, Jafar Noh Idrus, memberikan pernyataan resmi terkait dinamika hukum yang tengah berkembang di Maluku Utara. Ia mengingatkan pentingnya menempatkan penanganan dugaan persoalan tunjangan di DPRD Provinsi Maluku Utara periode 2019–2024 dalam koridor asas legalitas yang tepat. Dalam pernyataannya pada Selasa (17/2/2026), Jafar menegaskan bahwa […]

  • Fenomena Perilaku Remaja dan Kisah Inspiratif dari Olahraga Tinju.

    Fenomena Perilaku Remaja dan Kisah Inspiratif dari Olahraga Tinju.

    • calendar_month Minggu, 5 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 559
    • 0Komentar

    Balengko Space – Dewasa ini, perilaku remaja sering menjadi sorotan masyarakat. Dari aksi tawuran hingga perkelahian di berbagai tempat, tindakan-tindakan ini membawa keresahan yang nyata. Berdasarkan data dari WHO, diperkirakan setiap tahun terjadi 193.000 pembunuhan di kalangan remaja usia 15–29 tahun secara global, dengan mayoritas korban dan pelaku adalah laki-laki. Di lansri dari VOA Indonesia, […]

  • Anggota DPD RI Hasbi Yusuf mendesak penyelesaian proporsional konflik lahan TNI AU di Morotai guna menyeimbangkan kedaulatan negara dan hak-hak masyarakat.

    Hasbi Yusuf Desak Penyelesaian Proporsional Konflik Lahan TNI AU di Morotai

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 372
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Anggota Komite III DPD RI, Hasbi Yusuf, mengeluarkan pernyataan tegas terkait sengketa lahan menahun antara TNI Angkatan Udara (AU) dan masyarakat di Pulau Morotai. Ia mendesak agar penyelesaian konflik tersebut dilakukan secara proporsional dengan mengedepankan prinsip keadilan bagi semua pihak. Pernyataan ini disampaikan Hasbi usai menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) ke-II MD […]

expand_less