Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Membaca Buku di Atas Perahu Bocor

Membaca Buku di Atas Perahu Bocor

  • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
  • visibility 186
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Pendidikan kerap dipuji sebagai jalan utama menuju kemajuan. Ia disebut jembatan masa depan, tangga mobilitas sosial, bahkan mesin peradaban. Namun, di balik retorika yang berulang, ada kenyataan yang jarang diucapkan dengan jujur: banyak anak Indonesia hari ini sedang belajar dalam kondisi yang rapuh, seolah membaca buku di atas perahu bocor.

Perahu itu tidak selalu tampak dari kejauhan. Ia masih bergerak, masih mengangkut penumpang, dan masih diklaim laik jalan. Namun bila diperhatikan lebih dekat, kebocorannya terasa dari bawah: dari ketimpangan kualitas sekolah, dari lemahnya dukungan bagi guru, serta dari kebijakan yang sering kali lebih cepat berubah dibanding kesiapan di lapangan.

Retakan yang Terukur oleh Data

Laporan Programme for International Student Assessment (PISA) 2022 menempatkan kemampuan literasi membaca siswa Indonesia di bawah rata-rata negara OECD. Angka ini bukan sekadar statistik internasional, melainkan cermin dari persoalan mendasar: banyak siswa mampu mengeja, tetapi belum mampu memahami. Membaca belum sepenuhnya menjadi alat berpikir.

Masalah tersebut tidak berdiri sendiri. UNESCO dalam Global Education Monitoring Report 2023 menegaskan bahwa tantangan utama pendidikan di negara berkembang bukan hanya akses, tetapi juga kualitas pembelajaran dan dukungan berkelanjutan bagi guru². Di Indonesia, persoalan ini terasa nyata, terutama di wilayah nonperkotaan, tempat sekolah sering kali bekerja dalam keterbatasan sarana, pelatihan, dan pendampingan profesional.

Di titik inilah perahu pendidikan mulai kemasukan air. Ketika kualitas guru tidak ditopang secara sistematis, kurikulum sebaik apa pun akan sulit berfungsi. Ketika kesenjangan antardaerah dibiarkan, pendidikan justru mereproduksi ketidakadilan yang seharusnya ia koreksi.

Nostalgia sebagai Cermin, Bukan Tujuan

Ada kecenderungan untuk memandang masa lalu pendidikan dengan nada romantik. Padahal, sekolah dahulu juga penuh kekurangan. Namun, nostalgia tetap memiliki nilai reflektif. Ia mengingatkan bahwa pendidikan pernah dijalankan dengan tujuan yang lebih sederhana namun jujur: mencerdaskan, membentuk watak, dan memandirikan manusia.

Paulo Freire menulis, “Education does not change the world. Education changes people. People change the world.” Ketika pendidikan kehilangan orientasi pada manusia dan terlalu terikat pada indikator administratif, daya transformatif itu memudar. Sekolah menjadi ruang pelaporan, bukan ruang pertumbuhan.

Hari ini, siswa sering dihadapkan pada tuntutan capaian yang seragam, sementara kondisi belajar mereka sangat beragam. Dalam situasi seperti ini, kegagalan kerap dibaca sebagai kelemahan individu, bukan sebagai kegagalan sistem.

Murka yang Rasional

Kritik terhadap pendidikan tidak selalu lahir dari pesimisme. Ia justru berangkat dari kepedulian. Bank Dunia mencatat bahwa tingkat learning poverty di Indonesia masih tergolong tinggi, yaitu persentase anak usia 10 tahun yang belum mampu membaca dan memahami teks sederhana⁴. Fakta ini menunjukkan bahwa masalah pendidikan bukan berada di ujung jenjang, melainkan di fondasi paling awal.

Ivan Illich pernah mengingatkan, “Schooling confuses process and substance.” Ketika kehadiran di kelas disamakan dengan belajar, dan kelulusan disamakan dengan kecakapan hidup, maka pendidikan berisiko kehilangan maknanya. Perahu tetap berlayar, tetapi arah dan keselamatannya dipertanyakan.

Kemarahan yang muncul dari kondisi ini bukan kemarahan emosional, melainkan kegelisahan rasional. Sebab, membiarkan pendidikan berjalan dalam kondisi bocor berarti menerima risiko hilangnya satu generasi dalam diam.

Menambal dari Dalam

Di atas perahu bocor adalah metafora tentang daya tahan, tetapi juga peringatan. Ketangguhan guru dan siswa tidak boleh dijadikan alasan untuk menormalisasi keterbatasan. Justru dari sanalah negara seharusnya memulai pembenahan: memperkuat sekolah yang paling lemah, menyederhanakan beban guru, dan memastikan kebijakan berpijak pada realitas kelas, bukan semata pada konsep.

Pendidikan seharusnya menjadi perahu yang mengantarkan, bukan ujian bertahan hidup. Jika kebocoran terus diabaikan, maka seberapa pun rajinnya membaca, penumpang tetap akan kelelahan menimba air. Dan pada titik tertentu, kelelahan itu akan berubah menjadi keheningan yang berbahaya.

  • Penulis: Subhan Samsudin
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Plt Rektor Unutara Sunaidin Ode Mulae saat penandatanganan Kontrak Hibah Penelitian Unutara di LLDikti Wilayah XII.

    Kontrak Hibah Penelitian Unutara Resmi Ditandatangani, Dorong Riset Berdampak bagi Masyarakat

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 541
    • 0Komentar

    AMBON, BALENGKO SPACE – Kontrak Hibah Penelitian UNUTARA (Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara) dan pengabdian dosen resmi ditandatangani bersama Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XII. Prosesi ini berlangsung khidmat di Gedung Flamboyan, Kantor LLDikti Wilayah XII, Ambon, pada Rabu (29/4/2026). Penandatanganan ini dilakukan secara serentak oleh seluruh pimpinan perguruan tinggi se-Maluku dan Maluku Utara. […]

  • Alfirdah Rap bersama komunitas Ngova Ngare Tidore saat perilisan single Wakanda Tercinta Play Button

    Ngova Ngare Jadi Rumah Kreatif Anak Muda Tidore, Rilis Single Rap “Wakanda Tercinta”

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 835
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, Tidore – Nama Alfirdah Rap bukanlah nama baru di telinga penikmat musik hiphop Maluku Utara. Sejak era 2013–2015, ia sudah mencuri perhatian dengan karya rap khasnya yang penuh energi, lirik kuat, dan cara nge-rap yang berbeda dari lainnya. Setelah sekian lama vakum, kini ia mengejutkan publik dengan single terbaru berjudul “Wakanda Tercinta”. Single […]

  • Tali bukan Solusi: Balengko Space Ajak Generasi Muda Pahami Isu Bunuh Diri

    Tali bukan Solusi: Balengko Space Ajak Generasi Muda Pahami Isu Bunuh Diri

    • calendar_month Sabtu, 8 Feb 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 619
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Istimewa Ternate, Sabtu, (8/2/25) – Balengko Space sukses mengadakan workshop bertajuk “Tali Bukan Solusi dari Permasalahan yang Kamu Hadapi” yang membahas fenomena bunuh diri di Kota Ternate dari perspektif Psikologi dan Agama. Acara ini berlangsung di Only Six Coffee pada Sabtu, (8/2/25), pukul 16.00 WIT – 17.30 WIT, dengan sasaran utama mahasiswa […]

  • Ketua LBH Ansor Maluku Utara (kiri) dan Dasco (kanan) dalam dua momen berbeda

    Don Dasco: Pembisik Keadilan yang Mengoreksi Ketimpangan Hukum di Indonesia

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Maluku Utara menilai langkah rehabilitasi terhadap Ira Puspadewi, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), serta abolisi terhadap Thomas Trikasih Lembong, bukan sekadar keputusan politik biasa. Keduanya adalah contoh paling baru bagaimana negara kembali mengoreksi proses hukum yang dianggap tidak selaras dengan nilai keadilan. Dan dalam dua peristiwa ini, ada […]

  • Anak Sultan Ternate

    Sultan Ternate Suarakan Hak Masyarakat Adat di DPD RI, Gemusba: Negara Harus Paham Sejarah

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 423
    • 0Komentar

    JAKARTA, BALENGKO SPACE – Persoalan agraria dan hak masyarakat adat kembali menjadi sorotan nasional. Sultan Ternate ke-49, Sultan Hidayatullah Mudaffar Sjah, menyampaikan pandangan mendalam mengenai kedudukan tanah adat dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Badan Akuntabilitas Publik (BAP) DPD RI di Jakarta, Rabu (15/4/2026). Penyampaian Sultan tersebut dipandang bukan sekadar urusan lahan, melainkan ujian […]

  • Tampil di Pelantikan Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Kota Ternate IKPMKT DIY, Puisi Mahasiswa Halmahera Timur Getarkan Hati: Dari Sultan Khairun hingga Maba Sangaji

    Tampil di Pelantikan Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Kota Ternate IKPMKT DIY, Puisi Mahasiswa Halmahera Timur Getarkan Hati: Dari Sultan Khairun hingga Maba Sangaji

    • calendar_month Senin, 16 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.377
    • 0Komentar

    balengkospace.com Yogyakarta, 16 Juni 2025 – Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Kota Ternate (IKPMKT) Daerah Istimewa Yogyakarta resmi melantik jajaran pengurus baru periode 2025–2026 dalam sebuah seremoni yang berlangsung khidmat di Kantor Kalurahan Balecatur, Sleman, pada Minggu (15/6). Acara ini dihadiri puluhan mahasiswa asal Maluku Utara yang saat ini tengah menempuh pendidikan di Yogyakarta. Sejumlah organisasi […]

expand_less