Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Menghadapi Obesitas Tidak Cukup Hanya dengan Edukasi

Menghadapi Obesitas Tidak Cukup Hanya dengan Edukasi

  • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
  • visibility 123
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Peringatan World Obesity Day 2026 kembali mengingatkan bahwa obesitas bukan sekadar persoalan gaya hidup individu. Selama ini, narasi yang berkembang di masyarakat sering kali menyederhanakan obesitas sebagai akibat dari kurangnya disiplin dalam menjaga pola makan atau kurangnya aktivitas fisik. Padahal, realitasnya jauh lebih kompleks. Lingkungan pangan, kebijakan pemerintah, serta strategi industri makanan dan minuman memiliki peran besar dalam membentuk pola konsumsi masyarakat.

Saya berpandangan bahwa pendekatan yang hanya berfokus pada edukasi gizi tidak cukup untuk menekan peningkatan kasus obesitas. Tanpa adanya perubahan sistem yang mengatur produksi, pemasaran, dan ketersediaan pangan, masyarakat akan terus dihadapkan pada pilihan makanan yang tidak sehat namun mudah diakses dan lebih terjangkau.

Di banyak tempat, produk tinggi gula, garam, dan lemak justru lebih murah, lebih mudah ditemukan, dan lebih agresif dipromosikan dibandingkan makanan sehat. Situasi ini membuat masyarakat terutama anak-anak dan remaja secara tidak sadar terjebak dalam lingkungan pangan yang tidak mendukung kesehatan. Akibatnya, edukasi yang diberikan sering kali kalah cepat dengan strategi pemasaran industri.
Data global bahkan menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Jika tidak ada intervensi kebijakan yang kuat, pada tahun 2035 diperkirakan setengah populasi dunia akan mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Kondisi ini tentu menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, terutama bagi negara berkembang seperti Indonesia yang sedang menghadapi beban ganda masalah gizi.


Karena itu, upaya pencegahan obesitas perlu dilakukan secara lebih komprehensif. Kebijakan seperti penerapan cukai pada minuman berpemanis, pemberian label peringatan pada kemasan makanan tinggi gula, garam, dan lemak, serta pembatasan iklan yang menyasar anak-anak merupakan langkah strategis yang dapat membantu masyarakat membuat pilihan pangan yang lebih sehat. Selain itu, penciptaan lingkungan pangan sehat juga harus dimulai dari ruang-ruang yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti sekolah dan tempat kerja. Kantin sekolah, misalnya, menjadi sumber pangan rutin bagi anak dan remaja. Jika kantin menyediakan makanan yang sehat dan bergizi seimbang, maka kebiasaan makan sehat dapat terbentuk sejak dini.


Pada akhirnya, pencegahan obesitas tidak bisa dibebankan hanya kepada individu. Tanggung jawab ini juga berada pada pemerintah, pembuat kebijakan, serta berbagai pihak yang terlibat dalam sistem pangan. Edukasi gizi tetap penting, namun harus berjalan beriringan dengan kebijakan yang mampu menciptakan lingkungan pangan yang lebih sehat, adil, dan mendukung pilihan hidup yang lebih baik bagi masyarakat. Jika tidak, kita akan terus berada dalam situasi di mana makanan tidak sehat menjadi pilihan termudah sementara kesehatan masyarakat menjadi taruhannya.

  • Penulis: Fahmil Usman
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Himpunan Mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Ternate Gelar Lomba Hari Gizi Nasional ke-65 Bersama DPD PERSAGI

    Himpunan Mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Ternate Gelar Lomba Hari Gizi Nasional ke-65 Bersama DPD PERSAGI

    • calendar_month Minggu, 26 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 678
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Istimewa Ternate, 25/1/24 – Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional (HGN) ke-65, Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Ternate bekerja sama dengan DPD PERSAGI menyelenggarakan berbagai kegiatan bertema “Pilih Makanan Bergizi untuk Keluarga Sehat”. Acara ini dibuka secara resmi oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Ternate, Ridwan Yamko, SKM., M.Kes, dan dihadiri oleh mahasiswa, dosen, masyarakat […]

  • Simon Tahamata: Darah Maluku yang Bersinar di Eropa, Kini Pimpin Pencarian Bakat Timnas Indonesia

    Simon Tahamata: Darah Maluku yang Bersinar di Eropa, Kini Pimpin Pencarian Bakat Timnas Indonesia

    • calendar_month Selasa, 27 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 366
    • 0Komentar

    Indonesia Timur telah lama dikenal sebagai lumbung talenta sepak bola. Bakat-bakat besar seperti Boaz Solossa, Yance dan Yakob Sayuri, hingga Ilham Udin Armayin mewarnai era 2000-an dan seterusnya. Namun, jauh sebelum itu bahkan sebelum sepak bola Indonesia diramaikan oleh nama-nama muda dari Timur telah lahir seorang legenda yang bersinar terang di panggung Eropa: Simon Melkianus […]

  • Keluarga bahagia bermain bersama di taman sebagai cara menjaga kesehatan mental

    Cara Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Tekanan Hidup Sehari-hari

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 442
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE – Kesehatan mental adalah bagian penting dari kesejahteraan hidup seseorang. Namun, di tengah tekanan pekerjaan, akitivtas kuliah, sekloah, masalah keluarga, dan tuntutan sosial yang semakin kompleks, menjaga kesehatan mental seringkali terabaikan. Padahal, mental yang sehat adalah pondasi dari produktivitas, kebahagiaan, dan hubungan sosial yang baik. Mengapa Kesehatan Mental Itu Penting? Kesehatan mental memengaruhi […]

  • Sekretaris Departemen Advokasi Hukum dan Kebijakan HMP UGM, Moh. Resa, S.H. Source : Istimewa

    HMP UGM Mengecam Dugaan Penganiayaan oleh Oknum Brimob di Tual yang Menyebabkan Anak Meninggal Dunia

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Yogyakarta (BALENGKO), 22 Februari 2026 — Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (HMP UGM) mengecam keras dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum anggota Brigade Mobil Polda Maluku di Kota Tual yang mengakibatkan meninggalnya seorang anak di bawah umur. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Kamis, 19 Februari 2026. Korban, pelajar berusia 14 tahun bernama Arianto Tawakal, […]

  • Oleh: Fahrul Abd Muid Penulis adalah Dosen IAIN Ternate & Wakil Ketua GP. Ansor Malut

    Menggugat “Rektornya Rektor”: Menanti Fajar Baru Kepemimpinan Visioner.

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Fahrul Abd Muid Penulis adalah Dosen IAIN Ternate & Wakil Ketua GP. Ansor Malut
    • visibility 334
    • 0Komentar

    Ada fenomena aneh tapi nyata kawan pada rezim kepemimpinan Rektorat di IAIN Ternate saat ini. Memang ada Rektor, Wakil Rektor satu, dua, dan tiga. Namun, ada jabatan yang lebih tinggi dari seorang Rektor dan sangat besar pengaruhnya dalam mengambil sebuah kebijakan strategis tapi sangat menyebalkan. Jabatan itu diistilah dengan “Rektornya Rektor” di IAIN Ternate yang […]

  • Sarbin Sehe: Saatnya Merajut Kebersamaan untuk Maluku Utara

    Sarbin Sehe: Saatnya Merajut Kebersamaan untuk Maluku Utara

    • calendar_month Kamis, 6 Feb 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 611
    • 0Komentar

    Sumber Foto :  Andry Saputra Maluku Utara, (6/2/25) – Sarbin Sehe, Wakil Gubernur Terpilih Maluku Utara, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh tahapan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara 2024, termasuk rapat pleno penetapan pasangan calon terpilih yang digelar hari ini oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Maluku Utara. Dalam keterangannya seusai mengikuti rapat […]

expand_less