Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Menghadapi Obesitas Tidak Cukup Hanya dengan Edukasi

Menghadapi Obesitas Tidak Cukup Hanya dengan Edukasi

  • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
  • visibility 166
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Peringatan World Obesity Day 2026 kembali mengingatkan bahwa obesitas bukan sekadar persoalan gaya hidup individu. Selama ini, narasi yang berkembang di masyarakat sering kali menyederhanakan obesitas sebagai akibat dari kurangnya disiplin dalam menjaga pola makan atau kurangnya aktivitas fisik. Padahal, realitasnya jauh lebih kompleks. Lingkungan pangan, kebijakan pemerintah, serta strategi industri makanan dan minuman memiliki peran besar dalam membentuk pola konsumsi masyarakat.

Saya berpandangan bahwa pendekatan yang hanya berfokus pada edukasi gizi tidak cukup untuk menekan peningkatan kasus obesitas. Tanpa adanya perubahan sistem yang mengatur produksi, pemasaran, dan ketersediaan pangan, masyarakat akan terus dihadapkan pada pilihan makanan yang tidak sehat namun mudah diakses dan lebih terjangkau.

Di banyak tempat, produk tinggi gula, garam, dan lemak justru lebih murah, lebih mudah ditemukan, dan lebih agresif dipromosikan dibandingkan makanan sehat. Situasi ini membuat masyarakat terutama anak-anak dan remaja secara tidak sadar terjebak dalam lingkungan pangan yang tidak mendukung kesehatan. Akibatnya, edukasi yang diberikan sering kali kalah cepat dengan strategi pemasaran industri.
Data global bahkan menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Jika tidak ada intervensi kebijakan yang kuat, pada tahun 2035 diperkirakan setengah populasi dunia akan mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Kondisi ini tentu menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, terutama bagi negara berkembang seperti Indonesia yang sedang menghadapi beban ganda masalah gizi.


Karena itu, upaya pencegahan obesitas perlu dilakukan secara lebih komprehensif. Kebijakan seperti penerapan cukai pada minuman berpemanis, pemberian label peringatan pada kemasan makanan tinggi gula, garam, dan lemak, serta pembatasan iklan yang menyasar anak-anak merupakan langkah strategis yang dapat membantu masyarakat membuat pilihan pangan yang lebih sehat. Selain itu, penciptaan lingkungan pangan sehat juga harus dimulai dari ruang-ruang yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti sekolah dan tempat kerja. Kantin sekolah, misalnya, menjadi sumber pangan rutin bagi anak dan remaja. Jika kantin menyediakan makanan yang sehat dan bergizi seimbang, maka kebiasaan makan sehat dapat terbentuk sejak dini.


Pada akhirnya, pencegahan obesitas tidak bisa dibebankan hanya kepada individu. Tanggung jawab ini juga berada pada pemerintah, pembuat kebijakan, serta berbagai pihak yang terlibat dalam sistem pangan. Edukasi gizi tetap penting, namun harus berjalan beriringan dengan kebijakan yang mampu menciptakan lingkungan pangan yang lebih sehat, adil, dan mendukung pilihan hidup yang lebih baik bagi masyarakat. Jika tidak, kita akan terus berada dalam situasi di mana makanan tidak sehat menjadi pilihan termudah sementara kesehatan masyarakat menjadi taruhannya.

  • Penulis: Fahmil Usman
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tiga Jamaah Haji Asal Halmahera Selatan Dirawat di Makassar, Wagub Malut Turun Langsung Play Button

    Tiga Jamaah Haji Asal Halmahera Selatan Dirawat di Makassar, Wagub Malut Turun Langsung

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 780
    • 0Komentar

    Makassar,(balengkospace.com) –Wakil Gubernur Maluku Utara, KH. Sarbin Sehe, menjenguk tiga jamaah haji asal Halmahera Selatan yang sedang dirawat di RSUP Tadjuddin Chalid, Makassar, Senin pagi (12/5). Ia ingin memastikan langsung kondisi mereka sebelum berangkat ke tanah suci. Dalam kunjungan ini, Wagub didampingi oleh dua petugas kesehatan, dr. Rosita Alkatiri dan dr. Ali Akbar Taslim. Mereka […]

  • Ikmal Ali M. Nur

    Paradoks Pembangunan Kawasan Transmigrasi Upt Patlean dan Komitmen DPRD komisi II Halmahera Timur

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Ikmal Ali M. Nur | Mahasiswa Universitas Janabadra Yogyakarta
    • visibility 297
    • 0Komentar

    Salah satu bentuk fungsi DPRD ialah menjadi penghubung antara Rakyat dan Pemerintah Daerah, agar memastikan pembangunan benar-benar dirasakan oleh rakyat. sebagai wakil rakyat DPRD memiliki kewajiban untuk mendengarkan, menampung, dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat, setiap keluhan dan masukan yang diterima dari warga akan menjadi bahan pertimbangan dalam pembentukan kebijakan daerah. DPRD juga benar-benar memastikan bahawa kesejahteraan […]

  • MAKNA BUDAYA DAN IDENTITAS TARIAN CAKALELE: JANGAN DIMODIFIKASI MENJADI KONTEN HIBURAN SEMATA

    MAKNA BUDAYA DAN IDENTITAS TARIAN CAKALELE: JANGAN DIMODIFIKASI MENJADI KONTEN HIBURAN SEMATA

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle Jidan M. Jein | Mahasiswa Magister Jurusan PBSI Universitas Lambung Mangkurat
    • visibility 485
    • 0Komentar

    P erkembangan media sosial saat ini telah membuka ruang ekspresi budaya yang luas, memungkinkan tradisi lokal dilihat, dibagikan, dan dinikmati oleh khalayak global. Di satu sisi, hal ini menjadi peluang emas bagi pelestarian budaya, termasuk tarian Cakalele dari Maluku Utara. Namun, di sisi lain, muncul fenomena yang mengkhawatirkan: tarian Cakalele sering kali dipertontonkan sekadar sebagai […]

  • Silaturahmi Wakil Gubernur Jawa Barat dan Wakil Gubernur Maluku Utara: Pererat Kerja Sama Antarwilayah

    Silaturahmi Wakil Gubernur Jawa Barat dan Wakil Gubernur Maluku Utara: Pererat Kerja Sama Antarwilayah

    • calendar_month Kamis, 1 Mei 2025
    • account_circle Muzstakim
    • visibility 560
    • 0Komentar

    Ternate, 1 Mei 2025 — Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Erwan Setiawan, melakukan kunjungan silaturahmi ke Wakil Gubernur Maluku Utara, KH. Sarbin Sehe, Kamis malam (1/5), pukul 21.00 WIT. Pertemuan hangat ini berlangsung di kediaman resmi Wakil Gubernur Maluku Utara di Kota Ternate. Silaturahmi ini menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan antarprovinsi, khususnya dalam menjalin […]

  • Komunitas Magister Maluku Utara DIY Tanyakan Arah Pendidikan Malut: Apakah Kita Sedang Membangun Sekolah atau Sekadar Bangunan?

    Komunitas Magister Maluku Utara DIY Tanyakan Arah Pendidikan Malut: Apakah Kita Sedang Membangun Sekolah atau Sekadar Bangunan?

    • calendar_month Minggu, 15 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 2.653
    • 0Komentar

    Balengkospace.com, Yogyakarta, 15 Juni 2025 – Komunitas Magister Peduli Pendidikan Maluku Utara (KOMPPI-MU) di Yogyakarta menyuarakan kritik tajam terhadap arah kebijakan pendidikan yang dijalankan Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Melalui rilis pers resminya, KOMPPI menilai bahwa banyak program pendidikan yang dijalankan masih bersifat seremonial dan tidak menjawab kebutuhan riil masyarakat, khususnya di daerah terpencil. Ketua KOMPPI […]

  • Membaca Buku di Atas Perahu Bocor

    Membaca Buku di Atas Perahu Bocor

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle Subhan Samsudin
    • visibility 320
    • 0Komentar

    Pendidikan kerap dipuji sebagai jalan utama menuju kemajuan. Ia disebut jembatan masa depan, tangga mobilitas sosial, bahkan mesin peradaban. Namun, di balik retorika yang berulang, ada kenyataan yang jarang diucapkan dengan jujur: banyak anak Indonesia hari ini sedang belajar dalam kondisi yang rapuh, seolah membaca buku di atas perahu bocor. Perahu itu tidak selalu tampak […]

expand_less