Hadapi Pembatasan Ketat, Timnas Iran Tinggalkan Pesan Emosional di Ruang Ganti Stadion LA
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 28
- comment 0 komentar
- print Cetak

Skuad Timnas Iran saat berlaga di Stadion SoFi, Los Angeles. Di tengah pembatasan ketat, performa solid mereka berhasil membuka peluang lolos ke babak 16 besar. (Foto: Source : Istimewa
BALENGKO SPACE, CALIFORNIA – Tim Nasional sepak bola Iran menorehkan aksi simpatik di luar lapangan setelah melakoni laga sengit di fase grup Piala Dunia. Skuad berjuluk Team Melli tersebut meninggalkan sebuah pesan tertulis di ruang ganti Stadion SoFi, Los Angeles, pada Minggu (21/06/2026) waktu setempat, sebagai bentuk apresiasi atas sambutan hangat yang mereka terima selama berada di kota tersebut.
Aksi ini dilakukan pasca-pertandingan kontra Belgia yang berakhir dengan skor kacamata 0-0. Hasil minor tapi krusial tersebut menjaga asa Iran untuk mengamankan tiket ke babak gugur tetap menyala.
Selama turnamen berlangsung, Los Angeles menjadi saksi bisu dari dua pertandingan awal Grup G yang dilakoni Iran. Uniknya, akibat pembatasan regulasi masa tinggal di Amerika Serikat, skuad Iran terpaksa mendirikan markas latihan di Tijuana, Meksiko, dan harus melakukan perjalanan bolak-balik melintasi perbatasan setiap kali jadwal tanding tiba. Kebijakan ini bahkan membuat sejumlah staf dan pejabat federasi Iran dilarang memasuki wilayah AS.
Otoritas pemerintah AS menyatakan bahwa skema perjalanan tim akan terus dievaluasi secara berkala, seiring dengan bergulirnya dialog mengenai peluang pelonggaran beberapa pembatasan logistik tersebut.
Meskipun diterpa dinamika non-teknis yang rumit, federasi sepak bola Iran merilis foto catatan tulisan tangan yang sarat akan pesan perdamaian dan harga diri bangsa.

“Dari Persia kuno ribuan tahun yang lalu hingga Iran yang beradab saat ini, semangat Iran tetap hidup dan teguh. Terima kasih Los Angeles atas keramahannya. Kami datang ke Los Angeles dengan bangga, berkompetisi dengan terhormat, dan pergi dengan bermartabat,” bunyi catatan resmi dari federasi sepak bola Iran, dikutip dari Reuters.
Melalui surat tersebut, pihak tim juga mendedikasikan rasa terima kasih yang mendalam kepada ribuan suporter setia Iran yang telah memberikan “hati, suara, dan jiwa” mereka di sepanjang laga, serta menutupnya dengan seruan harmoni, rasa hormat, dan persahabatan antar-bangsa.
Tantangan Unik Skuad Persia
Di sisi lain, juru taktik Iran, Amir Ghalenoei, tidak menampik bahwa kebijakan ketat ini cukup menguras energi anak asuhnya. Ghalenoei berulang kali melayangkan kritik terhadap pembatasan perjalanan lintas batas negara yang dinilai memberikan beban psikologis dan fisik tambahan yang tidak dirasakan oleh kontestan Piala Dunia lainnya.
Sebelum sukses menahan imbang Belgia, Iran bermain sama kuat 2-2 dengan Selandia Baru pada laga pembuka yang juga digelar di Stadion SoFi. Selanjutnya, perjuangan akhir Iran di fase grup akan bergeser ke Seattle untuk menghadapi Mesir dalam laga penentu.
(BS/Red)
- Penulis: Redaksi Balengko Space
- Editor: Balengko Creative Media
- Sumber: REUTERS

Saat ini belum ada komentar