Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » LOKAL UPDATE » Soroti Maraknya Kasus Asusila di Morotai, Anggota DPRD Naswin Rowo Desak Pembatasan Penjualan Minuman Keras

Soroti Maraknya Kasus Asusila di Morotai, Anggota DPRD Naswin Rowo Desak Pembatasan Penjualan Minuman Keras

  • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
  • visibility 328
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

BALENGKO SPACE, MOROTAI – Kasus pemerkosaan yang terjadi di Kabupaten Pulau Morotai mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Kabupaten Pulau Morotai, Naswin Rowo. Ia menilai perlu adanya langkah konkret untuk mencegah berulangnya tindak kejahatan tersebut, salah satunya dengan memperketat peredaran minuman keras, khususnya cap tikus.

Naswin menekankan bahwa pencegahan kriminalitas harus dimulai dengan meminimalisir faktor-faktor pemicu. Berdasarkan pengamatannya, konsumsi alkohol menjadi faktor dominan dalam sebagian besar kasus asusila di wilayah tersebut.

“Angka kriminalitas, khususnya kasus asusila di Morotai, cukup memprihatinkan. Jika ditelusuri, hampir sebagian besar pelakunya berada dalam kondisi mabuk saat melakukan aksi,” ujar Naswin.

Oleh karena itu, Naswin mengimbau pihak keamanan, dalam hal ini Kepolisian, untuk bersinergi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) dan Pemerintah Desa (Pemdes) dalam membatasi pengelolaan dan penjualan minuman keras tradisional. Ia menyarankan agar penjualan cap tikus tidak dilepas begitu saja ke masyarakat, terutama kepada kalangan anak muda.

“Penjualan minuman keras, terkhusus cap tikus, perlu dibatasi. Tidak bisa dijual dengan bebas ke masyarakat. Jika memungkinkan, produksi tuak atau cap tikus sebaiknya dialihkan hanya untuk keperluan pembuatan gula aren,” tambah Naswin.

Meskipun diakui bahwa latar belakang kriminalitas sangat beragam mulai dari faktor ekonomi, paparan konten pornografi, hingga pengaruh lingkungan. Naswin berpendapat bahwa minuman keras merupakan faktor yang paling sering memicu seseorang kehilangan kendali dan berbuat jahat.

“Sulit memang menghilangkan semua faktor penyebab sekaligus. Namun, minimal kita bisa mengurangi satu faktor risiko utama sehingga angka kriminalitas dapat ditekan. Dalam hal ini, peran para pemuka agama di desa juga sangat penting untuk terus mengedukasi masyarakat,” jelasnya.

Terkait penanganan hukum, Naswin berharap aparat penegak hukum memberikan sanksi tegas kepada para pelaku demi menciptakan efek jera. Sementara itu, bagi korban, ia mendesak adanya pendampingan intensif, baik pemulihan fisik maupun psikologis, mengingat trauma berkepanjangan yang pasti dialami oleh para korban kekerasan seksual.

  • Penulis: Mujizad Mandea

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Narasumber dari Universitas Hayam Wuruk Perbanas Surabaya memberikan pendampingan kepada peserta Pelatihan dan Sertifikasi Auditor Mutu Internal Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara di Kampus UNUTARA, Ternate.

    Unutara Perkuat Budaya Mutu Melalui Pelatihan dan Sertifikasi Auditor Mutu Internal (AMI)

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 908
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO), 13 November 2025 — Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA) terus memperkuat komitmennya dalam membangun budaya mutu melalui penyelenggaraan Pelatihan dan Sertifikasi Auditor Mutu Internal (AMI). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya universitas dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus memastikan pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) berjalan optimal dan berkelanjutan. Pelatihan yang […]

  • Episentrum Rempah Dunia Ternate

    Episentrum Rempah Dunia atau Sekadar Citra? Catatan Kritis untuk Ternate

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Amril Hi. Ade (Mahasiswa Kota Ternate yang menempuh pendidikan di Yogyakarta)
    • visibility 445
    • 0Komentar

    Pemerintah Kota Ternate kembali menyiapkan panggung. Tema “Episentrum Rempah Dunia” diangkat dalam Rapat Kerja Nasional Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2026. Agenda pun disusun rapi: festival, simposium, hingga parade budaya. Sekilas, semuanya tampak meyakinkan, seolah dengan kemasan yang tepat, Ternate bisa kembali menjadi pusat perhatian dunia. Namun di balik itu, muncul pertanyaan mendasar: apakah yang […]

  • Mahasiswa Kota Ternate menari kegiatan JKPI 2025. Play Button

    Meriah di Panggung, Terlupakan di Belakang Layar: Curhat Mahasiswa Ternate di Yogyakarta Terhadap Pemkot

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.891
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, YOGYAKARTA – Rabu (13/8/25) Harapan mahasiswa Kota Ternate untuk mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Ternate saat gelaran Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2025 di Yogyakarta pupus sudah. Meski ikut memeriahkan acara dengan menampilkan tarian khas daerah, mereka justru pulang membawa rasa kecewa. Penetapan Ternate sebagai tuan rumah JKPI 2026 memang menjadi momen penting. […]

  • Source : Istimewa

    Kemiskinan Guru Besar di IAIN Ternate: Alarm Serius Dunia Akademik Maluku Utara

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Fahrul Abd Muid Penulis adalah Dosen IAIN Ternate & Wakil Ketua GP. Ansor Malut
    • visibility 473
    • 0Komentar

    Adalah Institut Agama Islam Negeri-IAIN Ternate, salah satu perguruan tinggi keagamaan Islam di Indonesia bagian timur-Moloku Kie Raha, telah lama mengalami derita kemiskinan Guru Besar. Hal ini merupakan sebuah apresisasi yang hilang ditelan alam bagi institut yang seharusnya menjadi pusat-markaz keunggulan akademik dan pusat penelitian peradaban dan kebudayaan yang sesuai dengan disiplin keilmuannya. Menjadi Guru […]

  • IKPM-HT Yogyakarta desak Gubernur Maluku Utara Bebaskan 11

    IKPM-HT Yogyakarta Desak Gubernur Maluku Utara, Suara Protes Meledak di Pelantikan!

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.111
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, Yogyakarta Senin (15/9) — IKPM-HT Yogyakarta desak Gubernur Maluku Utara segera membebaskan 11 masyarakat adat Maba Sangaji. Tuntutan itu muncul saat pelantikan Badan Pengurus IKPM-HT periode 2025–2026 di Gedung IPHI Sukoharjo, 13 September 2025. Mahasiswa Maluku Utara yang hadir kompak membentangkan spanduk sebagai simbol penolakan terhadap penahanan warga adat yang mempertahankan tanah leluhur […]

  • Dampak Pembukaan Lahan di Kalimantan Barat Play Button

    Hutan Adat Terancam? Menimbang Dampak Pembukaan Lahan di Kalimantan Barat

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Pembukaan lahan terus menjadi isu yang diperbincangkan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan Barat. Di satu sisi, aktivitas ini dianggap mampu mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Namun di sisi lain, masyarakat adat yang telah lama hidup berdampingan dengan hutan juga menghadapi berbagai perubahan dalam kehidupan sosial, budaya, dan lingkungan mereka. Dalam episode podcast Balengko Space […]

expand_less