Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » LOKAL UPDATE » 61 Kebakaran Terjadi di Morotai Selatan, Luas Lahan Terbakar Capai 62 Hektare

61 Kebakaran Terjadi di Morotai Selatan, Luas Lahan Terbakar Capai 62 Hektare

  • calendar_month 5 jam yang lalu
  • visibility 39
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

BALENGKO SPACE, MOROTAI – Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, menghadapi ancaman serius akibat kebakaran lahan dan permukiman. Selama periode Januari hingga Agustus 2026, tercatat 61 kejadian kebakaran dengan total luas area terbakar mencapai 62,195 hektare.

Data tersebut dikonfirmasi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Pulau Morotai, Akri Yuti Wijaya, dalam keterangannya baru-baru ini.

Sebagian besar kejadian didominasi oleh kebakaran lahan kering dan semak belukar di sekitar permukiman warga. Faktor musim kemarau yang berkepanjangan serta minimnya sumber air di sejumlah lokasi menjadi kendala utama dalam proses pemadaman.

Berdasarkan pemetaan titik rawan, Desa Gotalamo mencatatkan frekuensi tertinggi dengan 22 kejadian. Disusul oleh Desa Juanga (10 kejadian), Perumahan Amerika di Kilo 2 (9 kejadian), serta Desa Falila dan Dehegila yang masing-masing mengalami 4 kejadian.

Akri menjelaskan bahwa Desa Gotalamo, Juanga, Falila, dan Dehegila masuk dalam kategori risiko tinggi. Sementara itu, Perumahan Amerika dan Desa Darame berada pada kategori risiko sedang.

Ancaman kebakaran tidak hanya merusak lahan, tetapi juga menghanguskan properti warga. Pada 27 Juli 2026, kebakaran di Desa Falila melahap tiga bangunan semi-permanen. Sebelumnya, pada Maret 2026, kawasan Lemonade juga mengalami kebakaran yang menghanguskan rumah dan bengkel milik warga.

Dari sisi luasan, dua kejadian terbesar terjadi pada 27 Juli 2026 di Desa Falila dan 21 Agustus 2026 di Desa Juanga. Masing-masing kejadian mengakibatkan hangusnya lahan seluas sekitar 16 hektare.

Di tengah tingginya angka kejadian, kapasitas penanganan Satpol PP dan Damkar Kabupaten Pulau Morotai masih sangat terbatas. Saat ini, instansi tersebut hanya memiliki dua unit armada, yakni satu mobil pemadam kebakaran dan satu kendaraan suplai air.

Akri mengakui bahwa keterbatasan ini menjadi risiko jika terjadi kebakaran simultan di beberapa lokasi.

“Selama ini dengan satu armada [pemadam] kami masih bisa menjangkau. Namun, saya menekankan pentingnya memiliki dua armada aktif. Jangan sampai terjadi kebakaran di Desa Juanga, lalu secara bersamaan ada kebakaran di Perumahan Amerika atau Desa Daruba. Dengan dua unit, kami bisa membagi tugas,” ujar Akri.

Selain armada, jumlah personel juga jauh dari kebutuhan ideal. Damkar Kabupaten Pulau Morotai saat ini hanya memiliki 16 personel, padahal standar ideal membutuhkan setidaknya 40 orang untuk melayani seluruh wilayah kabupaten.

“Untuk personel, kami masih kekurangan banyak. Seyogianya 40 personel adalah jumlah yang ideal,” tambah Akri.

Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat musim kemarau masih berlangsung. Api dari lahan terbuka berpotensi merambat cepat ke kawasan permukiman jika tidak segera ditangani.

Pemerintah daerah dinilai perlu memperkuat upaya pencegahan, tidak hanya mengandalkan respons pemadaman saat kejadian berlangsung. Penambahan armada dan personel, serta penyediaan titik-titik sumber air strategis di kawasan rawan bencana, menjadi langkah krusial untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran di Pulau Morotai.

  • Penulis: Mujizad Mandea
  • Editor: Balengko Creative Media
  • Sumber: Go Indonesia.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Source : Istimewa

    Warga Sagea-Kiya Melawan Kriminalisasi: “Tanah Kami Bukan Barang Dagangan, Cabut Laporan 14 Warga!

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 323
    • 0Komentar

    HALMAHERA TENGAH (BALENGKO), 23 Februari 2026 – Upaya pembungkaman terhadap pejuang lingkungan kembali terjadi di Maluku Utara. Koalisi Save Sagea mengecam keras langkah PT Zhong Hai Rare Metal Mining Indonesia yang melaporkan 14 warga Desa Sagea dan Desa Kiya ke Kepolisian Daerah Maluku Utara. Langkah hukum tersebut dinilai sebagai bentuk kriminalisasi dan intimidasi nyata terhadap […]

  • Tanah Yang Dirampas, Kriminalisasi Rakyat

    Tanah Yang Dirampas, Kriminalisasi Rakyat

    • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
    • account_circle Mursid Ruko
    • visibility 837
    • 0Komentar

    Maluku Utara sangat memprihatinkan, tidak ada pulau yang benar-benar terbebas dari aktifitas tambang. Disetiap tanah Maluku Utara yang menyimpan sumber daya mineral mulai dipetakan karena dihitung berapa nominal nilai keuangannya yang nantinya dimasukkan didalam skema besar eksploitasi nasional. Mulai dari Hutan, gunung, pesisir, hingga laut, jadi sasaran investasi atas nama pembangunan yang dimana itu sudah […]

  • Pemadaman Listrik Morotai Ramadhan Rapat DPRD dan PLN

    Ramadhan di Morotai “Gelap-gelapan”, DPRD Pertanyakan Jadwal Pemeliharaan PLN yang Terkesan Kebetulan

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea
    • visibility 926
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Menanggapi keresahan masyarakat terkait seringnya pemadaman listrik di Pulau Morotai selama bulan suci Ramadhan, DPRD Pulau Morotai menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak PLN, Selasa (10/03/2026). Rapat yang berlangsung di Ruang Sekwan mulai pukul 11.00 WIT tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Ketua II DPRD Pulau Morotai, Erwin Sutanto. Hadir dalam […]

  • Pemuda Desa Yayasan Meriahkan Iduladha di Kediaman Bupati Morotai dengan Musik Yanger

    Pemuda Desa Yayasan Meriahkan Iduladha di Kediaman Bupati Morotai dengan Musik Yanger

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 279
    • 0Komentar

    Suasana perayaan Hari Raya Iduladha di kediaman resmi Bupati Pulau Morotai terasa hangat dan kental akan nuansa budaya lokal, Rabu (27/5/2026) pagi. Sekelompok anak muda kreatif dari Desa Yayasan hadir membawa kemeriahan dengan memainkan musik tradisional Yanger, menciptakan momen kebersamaan yang berkesan bersama kepala daerah dan warga sekitar. Musik Yanger instrumen tradisional khas Maluku Utara […]

  • HMPV Virus lama, ancaman baru?

    HMPV Virus lama, ancaman baru?

    • calendar_month Rabu, 8 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 513
    • 0Komentar

    Ilustrasi :Istimewa Pada akhir 2024, masyarakat dikejutkan oleh lonjakan kasus virus HMPV (Human Metapneumovirus) yang terus meningkat. Meski bukan virus baru, kemunculannya yang kembali meluas menimbulkan kekhawatiran di berbagai kalangan. Apa sebenarnya virus HMPV itu? Seberapa berbahayakah dampaknya? Menurut laporan dari Medical Review Virology, Human Metapneumovirus (HMPV) adalah anggota genus Metapneumovirus dalam famili Paramyxoviridae. Meski […]

  • Mahasiswa Biologi Sains UNUTARA melakukan penelitian ekosistem laut Maluku Utara

    Program Studi Biologi Sains UNUTARA: Momentum Emas Pengembangan Riset dan Konservasi Maluku Utara

    • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
    • account_circle Rosita Tuhuteru (Ketua Himpunan Mahasiswa Sains Biologi)
    • visibility 1.152
    • 0Komentar

    Program Studi Sains di Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA) patut disambut dengan antusias. Di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat, hadirnya program studi ini membuka jalan bagi pengembangan riset dan sumber daya manusia yang memahami keanekaragaman hayati, ekologi, dan potensi alam Maluku Utara yang begitu kaya. Maluku Utara adalah wilayah yang […]

expand_less