Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » BELANDA, RIWAYATMU DULU

BELANDA, RIWAYATMU DULU

  • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
  • visibility 765
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

 Oleh karena itu, bangunan Kincir Angin membuat mudah atas semua pekerjaan berat di bidang pertanian dalam riwayatmu dulu Kota Amsterdam negara Belanda. Karena, sampai hari ini, saya ketika berada di Kota Amsterdam negara Belanda masih sempat menyaksikan bangunan Kincir Angin yang bediri tegak di Kota Amsterdam negara Belanda. Dengan, perkembangan peradaban teknologi di negara Belanda dewasa ini, maka bangunan Kincir Angin ini, tidak banyak lagi digunakan oleh warga negara Belanda. Karena, sebagian bangunan Kincir Angin sudah menjadi benda mati atau telah menjadi situs sejarah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang melancong ke negara Belanda untuk berlibur. Salah satu bangunan Kincir Angin yang Ikonik bagi para wisatawan ketika berkunjung ke negara Belanda antara lain bangunan Kincir Angin yang bernama “Molen de Otter” dan bangunan Kincir Angin bernama “De Gooyer”. Karena kedua bangunan Kincir Angin tersebut usinya sangat tertua di Kota Amsterdam negara Belanda, dan keduanya pertama kali di bangun pada abad ke-17 yang terdapat di area Kostverlorenvaart Kota Amsterdam negara Belanda. Di sini, terdapat aliran air di sekitar Kincir Angin ini yang airnya mengalir sangat besar pada tempo dulu, sehingga dimanfaatkan oleh warga negara Belanda yang tinggal di sekitarnya sebagai sarana transportasi dari bahan kayu. Dan, lebih-lebih kayu-kayu tersebut kemudian dikeringkan dan mereka mengolahnya menjadi papan kayu untuk dijadikan sebagai konstruksi untuk bahan membangun rumah-rumah mereka dan/atau sebagai bahan untuk membuat kapal-kapal mereka pada tempo dulu.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kepala MAN 1 Ternate saat menerima penghargaan terbaik atas tata kelola media sosial kategori Madrasah Aliyah Negeri dari Kanwil Kemenag Maluku Utara di Ternate, Rabu (28/1/2026).

    Madrasah Aliyah Negeri 1 Ternate Raih Penghargaan Pengelolaan Medsos Terbaik

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 123
    • 0Komentar

    TERNATE (BALENGKO) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Ternate kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan sebagai Pengelola Media Sosial Terbaik kategori Madrasah Negeri se-Maluku Utara. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas komitmen institusi dalam memanfaatkan platform digital sebagai sarana informasi dan publikasi pendidikan yang transparan. Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Maluku […]

  • Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, saat berada di lokasi pengecekan stok beras di Gudang Bulog pada Kamis (8/1/2026), sebagai persiapan penyaluran bantuan bagi korban banjir di Kabupaten Halmahera Barat. Sumber: Istimewa Play Button

    Pemprov Maluku Utara Mulai Salurkan Bantuan Korban Banjir di Halmahera Barat

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 332
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO) – Sehari pasca banjir yang menerjang Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Pemerintah Provinsi Maluku Utara mulai melakukan langkah cepat penanganan dengan menyalurkan bantuan bagi warga terdampak. Pada Kamis, 8 Januari 2026, sekitar pukul 09.10 WIT, Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, melakukan pengecekan langsung stok beras di Gudang Bulog sebagai persiapan distribusi bantuan […]

  • Kadis Parpora Halbar klarifikasi anggaran FTJ dan tekankan dampak nyata Festival Teluk Jailolo bagi PAD serta ekonomi masyarakat Halmahera Barat

    Kadis Parpora Halbar Klarifikasi Isu Anggaran FTJ, Tekankan Dampak Nyata bagi Halmahera Barat

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 305
    • 0Komentar

    Infrastruktur Pariwisata Didukung Pusat “Konsistensi penyelenggaraan FTJ dan peningkatan PAD menjadi dasar Kementerian untuk terus mendukung infrastruktur pariwisata melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun APBN lainnya. Sejak 2017 hingga 2020, Halbar mendapat alokasi DAK untuk membangun fasilitas di lokasi FTJ, Bobanehena, dan Gamtala. Tahun depan, melalui Balai BPBPK Kementerian PUPR, Halbar diproyeksikan menerima Rp28 miliar […]

  • Telaga Rano di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, yang masuk dalam wilayah rencana proyek geothermal WKP Telaga Ranu. (Dok. Ardian)

    SEMAINDO Tolak Proyek Geothermal Telaga Rano, Desak Pemerintah Cabut Penetapan WKP

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Jakarta (BALENGKO), 23 Januari 2026 — Sentrum Mahasiswa Indonesia Halmahera Barat DKI Jakarta (SEMAINDO) menyatakan penolakan keras terhadap proyek geothermal Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Telaga Rano di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara. SEMAINDO menilai penetapan proyek oleh Kementerian ESDM RI berpotensi mengancam sekitar 16.650 hektare kawasan hutan, daerah tangkapan air, serta ruang hidup masyarakat […]

  • Source : Istimewa

    Kurikulum Aswaja Tak Diterapkan, Kader NU Sula Desak Evaluasi Kepala MA Maarif NU Wailau

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 230
    • 0Komentar

    SANANA (BALENGKO), 3 Februari 2026 – Kader Muda Nahdlatul Ulama (NU) Kepulauan Sula menyoroti kinerja Kepala Madrasah Aliyah (MA) Maarif NU Wailau terkait pengabaian kurikulum organisasi. Lembaga pendidikan yang berdiri sejak 2020 tersebut dinilai tidak menjalankan proses pembelajaran sesuai ketentuan dan aturan Nahdlatul Ulama. Kader Muda NU Kepulauan Sula, Ahmad Sapsuha, S.Hi., menyatakan bahwa pengelolaan […]

  • Negara dalam Cengkeraman Kapitalisme: Membaca Krisis Ekologis Indonesia

    Negara dalam Cengkeraman Kapitalisme: Membaca Krisis Ekologis Indonesia

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Zidni Ilman Warnangan
    • visibility 932
    • 0Komentar

    Krisis ekologis Indonesia hari-hari ini tidak dapat dipahami sebagai persoalan teknis dalam tata kelola lingkungan.

expand_less