Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Gurita ‘Bohir’ di Urat Nadi Demokrasi: Investasi Politik atau Perampokan APBN?

Gurita ‘Bohir’ di Urat Nadi Demokrasi: Investasi Politik atau Perampokan APBN?

  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
  • visibility 302
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Dengan membumikan politik gagasan ini, secara perlahan masyarakat yang memiliki hak pilih akan menyadari akan bahaya politik transaksional—politik cafarune yang dipraktikkan selama ini oleh para ‘Bohir’ itu. Karena kita tahu semua bahwa di Indonesia fulus dan jabatan bisa diperdagangkan sesuai dengan kesepakatan. Bukankah calon-calon kepala daerah selama ini sangat membutuhkan dukungan pendanaan yang segar dari para ‘Bohir’ agar dengan mudahnya terpilih—praktik jual beli suara rakyat. Sementara para ‘Bohir’ yang sudah hilang akal sehatnya, maka dia berpikir bagaimana harus mengembangkan usahanya dengan cara menajamkan penciumannya soal adanya peluang bisnis besar dengan cara merampok APBN—APBD. Para ‘Bohir’—pemilik modal besar itu sangat ‘nekat miskin’ menaruh investasi politiknya dengan cara mendanai calon-calon kepala daerah di Indonesia. Sembari mengharapkan imbalannya akan didapat nanti ketika kepala daerah yang didanai itu menang. Implikasinya para ‘Bohir’ itu akan menguasai uang-uang rakyat—berbentuk proyek-proyek besar dari APBN—APBD. Inilah gambaran modus korupsi yang dilakukan oleh kepala daerah berkolaborasi jahat dengan para ‘Bohir’ yang pada akhirnya ditangkap oleh KPK.  

Pembiayaan politik di Indonesia memang sudah diatur secara ketat dengan regulasi yang kuat—UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Hanya saja pada praktiknya dilapangan jauh panggang dari api—antara harapan atau tujuan tidak sesuai dengan realitas. Sumber dana yang masuk ke dalam rekening partai politik—pasangan calon yang bersumber dari uang pribadi—perorangan dan juga bersumber dari perusahaan. Caranya dengan memperketat ekosistem audit oleh lembaga resmi yang terdaftar di KPU untuk melakukan audit terhadap sumbangan-sumbangan uang yang bersumber dari para pihak itu berdasarkan prinsip akuntabilitas dan transpransi. Sehingga, uang-uang sumbangan yang masuk ke rekening atas nama pasangan calon itu tidak boleh diklaim sebagai uang pribadinya—wajib untuk dilaporkan kepada penyelenggara pemilu dalam ekosistem dana kampanye sesuai dengan standar akuntan publik. Faktanya, bergelimpangan pasangan calon yang terlilit utang-piutang setelah usai mengikuti tahapan pemilihan. Memang, negara-negara maju, katakanlah—negara Amerika Serikat dan negara-negara di Eropa, bahwa pembiayaan politiknya sudah dibiayai dengan menggunakan keuangan negaranya. Tapi, tetap saja terjadi transaksi-transaksi liar di balik layar seperti ini. Praktik ‘Bohir’ ini selalu saja diterapkan pada negara-negara yang menganut ekosistem demokrasi. Ada istilah yang terkenal untuk menggambarkan fenomena yang paling menyedihkan ini, yakni “donokrasi”.

  • Penulis: Oleh: Fahrul Abd Muid Penulis adalah Dosen IAIN FUAD & Ketua Forum Keberagaman Nusantara Malut
  • Editor: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • foto penulis

    Di Balik Sambutan Manis Kampus: Ketakutan Mahasiswa Baru untuk Bersikap Kritis

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 451
    • 0Komentar

    Momentum paling istimewa bagi perguruan tinggi adalah kedatangan mahasiswa baru setiap tahun. Mereka datang dari berbagai daerah dengan semangat tinggi, membawa harapan tentang kehidupan kampus yang kerap digambarkan sebagai ruang yang membebaskan, mencerahkan, dan membentuk karakter. Mahasiswa baru yang telah memilih jurusan di berbagai fakultas disambut dengan senyum ramah serta narasi manis tentang dunia perkuliahan […]

  • SEMAINDO desak dokumen hibah Gelora Kie Raha

    Polemik Gelora Kie Raha Memanas: SEMAINDO Desak Ungkap Dokumen Sah!

    • calendar_month Selasa, 19 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 785
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE – Jakarta, 19 Agustus 2025 – Polemik kepemilikan Stadion Gelora Kie Raha (GKR) antara Pemkot Ternate dan Pemda Halmahera Barat kian memanas. Sentrum Mahasiswa Indonesia (SEMAINDO) Halbar DKI Jakarta mendesak penyelesaian segera melalui jalur hukum. Ketua SEMAINDO Halbar DKI Jakarta, Sahrir Jamsin, menilai perdebatan publik soal GKR sudah berlebihan. Ia menegaskan masalah ini […]

  • Banser Maluku Utara membuka Posko Jaga Aspirasi Jaga Indonesia di Ternate

    Posko Jaga Aspirasi Jaga Indonesia Banser Maluku Utara Resmi Dibuka di Ternate

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 657
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE Ternate, 10 September 2025 – Satuan Koordinasi Wilayah (Satkorwil) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Provinsi Maluku Utara resmi membuka Posko Jaga Aspirasi Jaga Indonesia. Langkah ini menjadi wujud komitmen Banser dalam menjaga kondusivitas dan stabilitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pembentukan posko ini menindaklanjuti Surat Instruksi Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Kasatkor­nas) Banser Nomor: 0907/SKN-SE/IX/2025 […]

  • Source : Istimewa

    Genjot PAD Morotai, Naswin Rowo Desak Pengaktifan Palang Pintu Pasar dan Mall Morotai

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea
    • visibility 427
    • 0Komentar

    Mall Morotai untuk Pusat Elektronik Selain sektor transportasi dan pasar, Ketua DPC PKB Pulau Morotai ini juga memberikan solusi taktis kepada Dinas Perindagkop terkait optimalisasi Mall Morotai. Ia mengusulkan agar para penjual perangkat seluler (konter HP) yang saat ini tersebar di area Kampung Cina diarahkan untuk mengisi gerai di Mall Morotai. “Kami mengusulkan sistem sewa […]

  • AKU MENEMUKAN TUHAN LEWAT NDP

    AKU MENEMUKAN TUHAN LEWAT NDP

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Asmar Joma
    • visibility 1.392
    • 0Komentar

    Aku menemukan Tuhan bukan di mimbar yang gaduh, melainkan di simpul tajam antara iman, ilmu, dan amal. Di situlah Nilai-Nilai Dasar Perjuangan (NDP) Himpunan Mahasiswa Islam menyalakan makna tauhid sebagai pusat gravitasi, kemanusiaan sebagai medan kerja, dan keadilan sosial sebagai faktor gerakan. Jika di baca dengan amat teliti NDP memiliki tiga poin penting yang perlu […]

  • Kepala Puskesmas Buho-buho Klarifikasi Dugaan Pungli Ambulans Korban Petir di Morotai Timur

    Kepala Puskesmas Buho-buho Klarifikasi Dugaan Pungli Ambulans Korban Petir di Morotai Timur

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Muzijad Mandea
    • visibility 377
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Kepala Puskesmas Buho-buho, Kecamatan Morotai Timur, Kabupaten Pulau Morotai, Siti Aminah Palue, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan dugaan pungutan biaya ambulans terhadap keluarga nelayan korban sambaran petir asal Desa Mira. Siti Aminah menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meminta maupun menerima pembayaran ambulans dari keluarga korban. Menurutnya, komunikasi terkait penggunaan ambulans terjadi setelah […]

expand_less