JALUR ENERGI, DOLAR, DAN HEGEMONI: IRAN DAN AS MEMPENGARUHI EKONOMI ASIA PASIFIK
- calendar_month 9 jam yang lalu
- visibility 136
- comment 0 komentar

Ilustrasi Source : Istimewa
Asia Pasifik dan Krisis Energi Global yang Terkait dengan Iran-AS
Ketergantungan kawasan Asia Pasifik pada impor energi dari Timur Tengah, khususnya Iran, menciptakan kerentanan ekosistem terhadap stabilitas ekonomi regional. Lonjakan permintaan energi seiring pertumbuhan industri dan peningkatan kesejahteraan masyarakat tidak diimbangi dengan diversifikasi sumber pasokan. Kondisi ini menempatkan Tiongkok, India, dan negara-negara Asia Pasifik lainnya dalam posisi rentan tinggi ketika ketegangan Iran-AS memicu gangguan di pasar energi global.
Selat Hormuz sebagai jalur pengiriman minyak strategis menjadi titik kritis yang mengalami gangguan akan segera memicu kenaikan harga energi secara global. Dampak langsung dirasakan melalui inflasi yang menggerus daya beli masyarakat dan meningkatkan biaya hidup di seluruh wilayah. Lebih jauh lagi, konsumen energi besar di negara-negara seperti China dan India terpaksa mencari pasokan alternatif dalam waktu singkat, namun keterbatasan infrastruktur dan ketersediaan sumber pengganti menjadikan proses ini tidak mudah.
Asia Pasifik kini berada di persimpangan krusial: di satu sisi harus mengurangi ketergantungan pada impor energi, di sisi lain harus mempertahankan daya saing ekonomi di tengah gejolak geopolitik global. Solusi paling realistis adalah mempercepat diversifikasi sumber energi domestik yang tidak hanya mengurangi risiko konflik internasional, tetapi juga membangun ketahanan ekonomi jangka panjang bagi kawasan.
Perebutan Hegemoni: Strategi AS vs Ketahanan Iran
Dominasi Amerika Serikat di pentas global tidak semata-mata bersumber dari superioritas militernya. Sistem keuangan yang dibangun selama puluhan tahun khususnya posisi dolar AS sebagai mata uang utama dalam perdagangan energi menjadi tulang punggung yang memberikan Washington kendali luas atas roda ekonomi dunia. Dengan keunggulan ini, Amerika Serikat dapat menetapkan aturan perdagangan energi dan mempengaruhi kebijakan negara-negara besar, termasuk di kawasan Asia Pasifik. Keunggulan ini diperkuat oleh struktur lembaga keuangan internasional seperti Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia, yang keduanya berbasis di Washington. Aturan-aturan yang ditetapkan dalam lembaga-lembaga ini sering kali mencerminkan kepentingan Amerika Serikat, sehingga menciptakan ketergantungan sistemik bagi banyak negara.
- Penulis: Fahri Sibua Magister Akuntansi
- Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Saat ini belum ada komentar