Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Membangun Pendidikan Berkualitas: Antara Pemenuhan Gizi dan Penguatan Fondasi Sekolah

Membangun Pendidikan Berkualitas: Antara Pemenuhan Gizi dan Penguatan Fondasi Sekolah

  • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
  • visibility 193
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Dalam kondisi seperti ini, sebagian kalangan memandang bahwa peningkatan kualitas pendidikan juga perlu diiringi dengan investasi yang kuat pada aspek-aspek yang lebih mendasar, seperti perbaikan infrastruktur sekolah, peningkatan kesejahteraan guru, penguatan literasi, serta pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).

Jika fondasi-fondasi tersebut diperkuat, maka berbagai program pendukung lainnya–termasuk program pemenuhan gizi, dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak yang lebih berkelanjutan bagi perkembangan peserta didik.

Selain itu, penting juga memastikan agar sekolah tetap menjadi ruang utama bagi tumbuhnya pengetahuan, kreativitas, dan nalar kritis. Program-program tambahan di lingkungan pendidikan tentu dapat memberikan manfaat, tetapi perlu dirancang sedemikian rupa agar tidak membebani sistem sekolah secara administratif atau mengalihkan fokus utama dari proses pembelajaran itu sendiri.

Hal lain yang juga patut diperhatikan adalah mekanisme pelaksanaan program berskala nasional seperti MBG. Dengan pengelolaan yang transparan dan terintegrasi dengan ekonomi lokal, program ini berpotensi tidak hanya meningkatkan gizi siswa, tetapi juga memberdayakan masyarakat sekitar sekolah-misalnya melalui keterlibatan petani lokal, pelaku UMKM pangan, serta komunitas setempat.

Pendekatan seperti ini dapat menjadikan program pemenuhan gizi sebagai bagian dari ekosistem pembangunan yang lebih luas, bukan sekadar program distribusi bantuan.

Di sisi lain, perhatian terhadap kesejahteraan para pendidik tetap menjadi hal yang sangat penting. Guru merupakan pilar utama dalam proses pendidikan. Dedikasi mereka setiap hari membentuk karakter dan masa depan generasi muda. Oleh karena itu, memastikan kehidupan yang layak bagi para guru-termasuk guru honorer-merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

Pada akhirnya, pembangunan pendidikan yang kuat tidak lahir dari satu kebijakan tunggal, melainkan dari ekosistem pendidikan yang sehat dan berkelanjutan. Ekosistem tersebut mencakup fasilitas belajar yang memadai, guru yang sejahtera dan profesional, serta akses pendidikan yang merata bagi seluruh anak bangsa.

Sebagaimana amanat konstitusi dalam Pasal 31 UUD 1945, tujuan utama pendidikan nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk mencapai tujuan tersebut, berbagai kebijakan pendidikan tentu perlu terus dievaluasi dan disempurnakan agar mampu menjawab kebutuhan nyata di lapangan.

Program peningkatan gizi bagi siswa merupakan langkah yang baik, tetapi ia akan memberikan dampak yang lebih besar apabila berjalan seiring dengan penguatan fondasi pendidikan yang lebih luas.

Karena pada akhirnya, masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh apa yang diberikan kepada siswa hari ini, tetapi oleh seberapa serius kita bersama-sama membangun sistem pendidikan yang adil, kuat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

  • Penulis: Diyan Dewana Jaya (Mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta)
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media
  • Sumber: Gaston

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe mendampingi Gubernur Sherly Tjoanda Laos dalam panen raya di Desa Sumber Makmur, Gane Timur.

    Wagub Maluku Utara Sarbin Sehe Dampingi Gubernur Panen Raya di Gane Timur

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 300
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, Kamis, 11 September 2025 – Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe mendampingi Gubernur Sherly Tjoanda Laos dalam panen raya di Desa Sumber Makmur, Kecamatan Gane Timur, Halmahera Selatan, pada Rabu (10/9). Sarbin tampil kompak bersama Sherly dan menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi menjadikan pangan sebagai pilar utama pembangunan daerah. Ia menekankan pentingnya langkah konkret […]

  • Adagium “Dia Tidak Berpendidikan, Pantas Akhlaknya Buruk”

    Adagium “Dia Tidak Berpendidikan, Pantas Akhlaknya Buruk”

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle Rabbiul Nguna Nguna
    • visibility 724
    • 0Komentar

    Pendidikan sering kali dilekatkan pada perilaku baik dan terpuji. Karena itu, ketika seseorang memasuki dunia pendidikan formal baik Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), maupun Sekolah Menengah Atas (SMA) ia kerap dicap sebagai pribadi baik. Terlebih lagi apabila seorang anak melanjutkan studi hingga perguruan tinggi, ia hampir pasti dianggap sebagai sosok paling bermoral dan berakhlak terpuji.

  • Diskusi GP Ansor Tidore bahas APBD 2026 dan visi misi Walikota di Sabua Sahabat, Pantai Tugulufa

    GP Ansor Kota Tidore Gelar Diskusi Mengukur Visi Misi Walikota 5 Tahun Mendatang

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 892
    • 0Komentar

    GP Ansor Siap Kawal Visi Misi Walikota Ketua GP Ansor Kota Tidore, Jafar Noh Idrus, menegaskan bahwa penyusunan anggaran harus memperhatikan arah kebijakan pembangunan ekonomi daerah. Menurutnya, anggaran harus menjaga keseimbangan ekonomi makro, mengurangi ketimpangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “GP Ansor siap bersinergi dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tidore tidak punya tambang, tetapi […]

  • Hari Guru Nasional: Pujian dan Derita yang Tak Pernah Selesai Diucapkan

    Hari Guru Nasional: Pujian dan Derita yang Tak Pernah Selesai Diucapkan

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Subhan Samsudin
    • visibility 287
    • 0Komentar

    Hari Guru Nasional selalu datang dengan suasana penuh penghormatan. Media sosial ramai, sekolah menggelar upacara, siswa membacakan puisi, dan berbagai instansi berlomba-lomba mengucapkan terima kasih kepada “pahlawan tanpa tanda jasa”.

  • “Seorang pria berdiri sambil memegang buku di depan rak buku, dengan pencahayaan hangat yang menyoroti suasana ruang belajar.

    Revolusioner Religion for Justice: Agama sebagai Kesadaran Pembebasan Dari Syariati ke Eko Prasetyo

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle Ketua LBH Ansor Maluku Utara Zulfikran Bailussy,SH.
    • visibility 272
    • 0Komentar

    Agama selalu berada pada persimpangan: menjadi kekuatan pembebasan atau menjadi alat domestikasi. Sejarah berkali-kali menunjukkan bahwa ketika agama turun ke jalan kehidupan sosial, ia dapat mengguncang tatanan yang menindas. Pandangan ini bukan baru. Ali Syariati, dalam salah satu esainya, mengingatkan: “Agama yang membebaskan adalah agama yang melahirkan manusia yang sadar, bukan manusia yang pasrah.”Bagi Syariati, […]

  • Source : Istimewa

    Ketua GP Ansor Haltim: Polemik Tunjangan DPRD Malut Harus Disikapi Objektif, Hindari ‘Trial by Opinion’

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Kritik Demokratis vs Penghakiman Opini Meski mengakui bahwa kritik terhadap kebijakan publik adalah bagian sehat dari demokrasi, Julkarnain memberikan catatan kritis terkait batasan dalam ranah hukum pidana. “Kritik itu sah dalam demokrasi. Namun dalam konteks perkara pidana, kehati-hatian dan akurasi adalah syarat mutlak. Jangan sampai terjadi trial by opinion yang justru berpotensi mengintervensi objektivitas aparat […]

expand_less