Seorang Nelayan Meninggal Dunia Akibat Tersambar Petir di Perairan Morotai Utara
- calendar_month 17 jam yang lalu
- visibility 284
- comment 0 komentar
- print Cetak

Source: Istimewa. Seorang nelayan asal Desa Mira, Kecamatan Morotai Timur, Kabupaten Pulau Morotai, dilaporkan meninggal dunia akibat tersambar petir saat melaut di wilayah perairan perbatasan Desa Bido dan Desa Yao, Kecamatan Morotai Utara.
BALENGKO SPACE, MOROTAI — Seorang nelayan asal Desa Mira, Kecamatan Morotai Timur, Kabupaten Pulau Morotai, dilaporkan meninggal dunia akibat tersambar petir saat melaut di wilayah perairan perbatasan Desa Bido dan Desa Yao, Kecamatan Morotai Utara, Kamis (18/6/2026).
Korban diketahui bernama Sofyan Awat (54). Saat kejadian, korban sedang melakukan aktivitas memancing bersama sejumlah rekannya menggunakan perahu fiber di tengah laut.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, sekitar pukul 17.30 WIT kondisi cuaca di lokasi kejadian berubah mendung disertai hujan gerimis dan petir. Tidak lama kemudian, sekitar pukul 18.00 WIT, petir menyambar mesin perahu yang dikemudikan korban.
Akibat sambaran tersebut, korban terjatuh di dalam perahu. Rekan-rekan korban yang berada di lokasi segera melakukan pemeriksaan, namun korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
Selain mengakibatkan korban meninggal dunia, sambaran petir juga menyebabkan mesin perahu mengalami kerusakan sehingga tidak dapat dioperasikan. Rekan korban kemudian meminta bantuan perahu lain untuk menarik perahu menuju daratan di kawasan Tanjung Bobor, Desa Bido.
Kapolsek Morotai Utara bersama personel Polsek Morotai Utara yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi guna melakukan pengecekan, mengumpulkan keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan pihak keluarga korban dan pemerintah desa setempat.
Kapolsek Morotai Utara mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan, agar selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum maupun saat melaut.
“Kami mengimbau para nelayan untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem, terutama hujan dan petir saat berada di laut. Apabila kondisi cuaca memburuk, segera hentikan aktivitas dan mencari tempat yang aman demi keselamatan,” ujar Kapolsek Morotai Utara.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat pesisir agar lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang sewaktu-waktu dapat terjadi di wilayah perairan Kabupaten Pulau Morotai.
- Penulis: Mujizad Mandea

Saat ini belum ada komentar