Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Adagium “Dia Tidak Berpendidikan, Pantas Akhlaknya Buruk”

Adagium “Dia Tidak Berpendidikan, Pantas Akhlaknya Buruk”

  • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
  • visibility 724
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Pendidikan sering kali dilekatkan pada perilaku baik dan terpuji. Karena itu, ketika seseorang memasuki dunia pendidikan formal baik Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), maupun Sekolah Menengah Atas (SMA) ia kerap dicap sebagai pribadi baik. Terlebih lagi apabila seorang anak melanjutkan studi hingga perguruan tinggi, ia hampir pasti dianggap sebagai sosok paling bermoral dan berakhlak terpuji.

Sebaliknya, anak yang tidak pernah mengecap pendidikan formal, bahkan sekadar SMA, biasanya langsung diberi label sebagai anak kurang ajar atau berakhlak buruk. Apalagi jika ia tidak pernah bersekolah di SMP atau SD, ia sering dimarginalkan, dianggap tidak berguna, dan diposisikan selalu salah. Jika terjadi suatu masalah, dialah yang pertama disalahkan. Dan bila ia benar-benar berbuat salah, kita dapat membayangkan betapa berat stigma yang harus ia tanggung.

Cara pandang seperti ini telah menjadi kebenaran yang diyakini masyarakat. Mereka beranggapan bahwa untuk menjadi orang baik, seseorang harus berpendidikan, dan semua orang berpendidikan pasti baik tanpa mempertimbangkan jenis pendidikan, proses, maupun nilai apa yang sebenarnya membentuk pribadi manusia.

Padahal paradigma bahwa pendidikan adalah kunci mutlak bagi kebaikan seseorang adalah bentuk pembodohan yang nyata. Bila kita menilik sejarah bangsa Arab pra-Islam, banyak dari mereka yang cerdas dan berilmu pengetahuan. Namun masa itu tetap disebut sebagai Zaman Jahiliyah atau “Zaman Kebodohan.” Mengapa disebut demikian? Karena meski mereka berpengetahuan, mereka tidak memiliki akhlakul karimah akhlak yang mulia.

Oleh sebab itu, pendidikan tidak boleh dijadikan jaminan bahwa seseorang atau kelompok pasti mampu berperilaku manusiawi. Sikap menghargai dan menjaga sesama harus tumbuh dari dalam diri, dibangun melalui pembiasaan, dan menjadi pondasi utama dalam kehidupan.

Nilai humanis harus ditanamkan sejak dini, sebab pendidikan setinggi apa pun tanpa akhlak yang kokoh hanya menghasilkan kehampaan. Pendidikan bahkan dapat menjadi wadah lahirnya orang-orang jahil, atau justru dimanfaatkan orang jahil untuk memarginalkan kelompok lain, mengeksploitasi, bahkan mendiskriminasi.

“Jangan berteman dengan dia, dia itu tidak sekolah.”
Ungkapan semacam ini lazim diucapkan lintas generasi. Orang yang tidak sekolah dianggap berbahaya dan harus dijauhi. Padahal tanpa kita sadari, banyak pula orang jahil yang justru lahir dari dunia pendidikan sebut saja para koruptor. Mereka adalah orang-orang terdidik, lulusan perguruan tinggi, namun ilmu yang mereka miliki digunakan untuk menciptakan kerusakan. Mereka bukan hanya jahil terhadap sesama manusia, melainkan juga jahil terhadap seluruh alam.

Alam adalah paru-paru bumi, tempat seluruh makhluk bergantung. Maka menjadi kewajiban kita untuk menjaganya. Namun realitasnya justru berbalik, hutan dibabat habis, alam dieksploitasi tanpa batas. Padahal hutan adalah tempat perlindungan makhluk hidup. Ketika hutan musnah, manusia pun menanggung akibatnya banjir, kerusakan ekosistem, dan berbagai bencana lain yang mengancam keberlangsungan hidup.

Menurut Aristoteles, manusia adalah zoon politicon makhluk yang selalu hidup dan bekerja sama. Dalam kajian biologi, manusia terdiri dari organ-organ yang saling terhubung, sebagaimana dalam kehidupan sosial, manusia adalah bagian dari manusia lainnya. Artinya, manusia tidak dapat hidup sendiri. Seorang bayi saja membutuhkan ibu untuk hadir ke dunia.

Sutan Sjahrir bahkan mengatakan bahwa manusia pada hakikatnya adalah makhluk yang bersifat sosialis atau setidaknya cenderung demikian.

Dari penjelasan tersebut, dapat dipahami bahwa kecerdasan atau kepintaran yang diperoleh melalui pendidikan baik pendidikan keluarga, lingkungan, masyarakat, maupun sekolah bukanlah tolok ukur utama kebaikan seseorang.

Kebaikan seseorang tampak dari sejauh mana ia berguna bagi orang lain, mampu menjaga ucapan, serta memperhatikan tindakannya. Allah Swt. Dalam Surah At-Tin (95): ayat 4:
(Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya).

Manusia paling baik di sisi Allah adalah yang paling bertakwa, yaitu mereka yang menjalankan amar ma’ruf dan nahi mungkar.

“Semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin besar pula potensi kezaliman yang dapat ia lakukan apabila tidak disertai akhlak al-karimah—akhlak yang terpuji”.

  • Penulis: Rabbiul Nguna Nguna
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengukuhan Paskibraka Maluku Utara 2025 oleh Wakil Gubernur KH. Sarbin Sehe di Aula Nuku, Kantor Gubernur Maluku Utara.

    Pengukuhan Paskibraka Maluku Utara 2025 oleh Wakil Gubernur KH. Sarbin Sehe

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 647
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, Ternate, 16 Agustus 2025 – Paskibraka Maluku Utara 2025 resmi menjalani prosesi pengukuhan pada Jumat Sore (15/8/25)  di Aula Nuku, lantai 2 Kantor Gubernur Maluku Utara . Wakil Gubernur Maluku Utara, KH. Sarbin Sehe, memimpin langsung upacara pengukuhan dan bertindak sebagai Pembina Upacara. Beliau mengukuhkan para anggota dengan penuh khidmat dan menegaskan pentingnya […]

  • Sumber foto : (instagram.com/Pandji.pragiwaksono) Play Button

    LBH Ansor Maluku Utara Nilai Pelaporan Materi Stand Up Comedy Pandji Berlebihan

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 562
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO) — Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Maluku Utara menilai pelaporan terhadap materi stand up comedy Pandji Pragiwaksono dalam acara Mens Rea sebagai bentuk reaksi yang berlebihan dan tidak proporsional. Menurut LBH Ansor, langkah tersebut berpotensi mengaburkan fungsi kritik sosial dalam ruang demokrasi. Ketua LBH Ansor Maluku Utara menyampaikan bahwa stand up comedy merupakan […]

  • Source : Istimewa

    Ketua GP Ansor Haltim: Polemik Tunjangan DPRD Malut Harus Disikapi Objektif, Hindari ‘Trial by Opinion’

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 198
    • 0Komentar

    HALMAHERA TIMUR (BALENGKO) – Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Halmahera Timur, Julkarnain Rajak, angkat bicara mengenai polemik tunjangan DPRD Provinsi Maluku Utara yang kini tengah ditangani Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara. Julkarnain menegaskan bahwa supremasi hukum harus ditegakkan di atas landasan yang objektif, bukan dibentuk oleh desakan opini publik. Ia meminta semua […]

  • Pelantikan Pengurus Komunitas Rumah Marimoi Maluku Utara dan Perhelatan Seni Nusantara Yogyakarta 2025

    Pelantikan Pengurus Komunitas Rumah Marimoi Maluku Utara dan Perhelatan Seni Nusantara Yogyakarta 2025

    • calendar_month Selasa, 25 Feb 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 707
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Istimewa Yogyakarta, (24/2/25) – Taman Budaya Yogyakarta menjadi saksi kesuksesan pelantikan pengurus Komunitas Rumah Marimoi Mahasiswa Maluku Utara Yogyakarta dan Perhelatan Seni Nusantara pada Senin, 24 Februari 2025. Acara ini bertujuan melanjutkan estafet kepemimpinan komunitas dan memperkenalkan seni serta budaya Nusantara, khususnya budaya Maluku Utara. Kehadiran Tokoh-Tokoh Penting Acara ini menghadirkan tokoh […]

  • Source : Istimewa

    Genjot PAD Morotai, Naswin Rowo Desak Pengaktifan Palang Pintu Pasar dan Mall Morotai

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea
    • visibility 335
    • 0Komentar

    PULAU MOROTAI (BALENGKO SPACE) – Anggota DPRD Kabupaten Pulau Morotai dari Fraksi KNN, Naswin Rowo, mendesak Pemerintah Daerah untuk segera mengaktifkan sejumlah fasilitas publik yang terbengkalai. Hal ini dinilai krusial guna mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang telah ditetapkan. Dua poin utama yang menjadi sorotan adalah pengoperasian palang pintu otomatis di kawasan pasar serta […]

  • Pembangunan Masjid Pas Ipa Belum Rampung, Warga Minta Penjelasan

    Pembangunan Masjid Pas Ipa Belum Rampung, Warga Minta Penjelasan

    • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.012
    • 0Komentar

    BalengkoSpace.com, Mangoli Barat, Kepulauan Sula – Proyek pembangunan Masjid Desa Pas Ipa, Kecamatan Mangoli Barat, Kabupaten Kepulauan Sula, hingga kini terhenti tanpa kejelasan, meski telah dimulai sejak 8 Agustus 2024 lalu. Proyek ini dikerjakan oleh CV. Bintang Barat Perkasa dengan nilai kontrak sebesar Rp. 626.814.686,00 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bagian […]

expand_less