Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Tambang atau Pariwisata? Menentukan Masa Depan, Menjaga Kawasan SBB

Tambang atau Pariwisata? Menentukan Masa Depan, Menjaga Kawasan SBB

  • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
  • visibility 244
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Wilayah Seram Bagian Barat memiliki kekayaan alam yang melimpah. Hutan masih luas, pesisir yang indah dan budaya masih terikat dengan kehidupan masyarakat. Kawasan ini menyimpan banyak potensi besar misalnya, sumber daya mineral untuk pertambangan dan daya tarik alam untuk pariwisata. Di sinilah akan muncul pertanyaan paling penting bagi masa depan daerah: Apakah pendapatan daerah akan tumbuh pada eksploitasi tambang, atau pada penguatan pariwisata berkelanjutan?

Pada era modern keberadaan tambang seringkali dipandang menjadi salah satu jalan cepat untuk meningkatkan pendapatan daerah. Maka ini menjadi peluang untuk membuka lapangan kerja, pembangunan infrastruktur, dan pemutaran ekonomi dalam waktu cepat. Namun, di wilayah lain menjadi gambaran bahwa sektor ekstraktif akan membawa risiko besar yang mengakibatkan kerusakan hutan, pencemaran sungai, konflik lahan, hingga hilangnya budaya masyarakat lokal.

Di wilayah masyarakat adat ekosistem sensitif untuk kerusakan lingkungan bukan hanya masalah hari ini, tetapi untuk generasi akan datang. Masyarakat adat tidak menikmati hasil alam secara langsung, tetapi masyarakat menikmati resiko pada penggundulan lingkungan secara besar-besaran, yang dapat mengakibatkan banjir, longsor dan hilangnya jati diri masyarakat adat secara langsung.

pada saat yang sama pariwisata memberikan peluang pembangunan yang lebih bertahap untuk berkelanjutan. Keindahan alam, kekayaan tradisi lokal dan wisata bahari dapat menjadi fondasi ekonomi untuk melibatkan masyarakat secara langsung dalam mendorong pertumbuhan ekonomi diantaranya, penginapan warga, usaha kuliner lokal, transportasi lokal dan kerajinan masyarakat.

Oleh karena itu, pariwisata yang dikelola dengan sebaik-baik mungkin akan memberikan hasil pendapatan daerah dan mendorong pelestarian lingkungan alam memiliki aset utama yang harus dijaga.

Pariwisata menjadi salah satu sumber pendapatan pemerintah dan masyarakat dalam mendukung pembangunan jangka panjang. Karena itu, wisatawan kerap memilih berlibur untuk melepaskan penat dari rutinitas pekerjaan, terutama dengan berkunjung ke destinasi yang tidak membosankan, memiliki pemandangan indah, serta menawarkan pengalaman yang berkesan.

Kondisi ini menjadi potensi bagi berbagai daerah, khususnya Kabupaten Seram Bagian Barat. Daerah ini memiliki kekayaan kearifan lokal dan sejarah yang beragam, yang dapat dinikmati wisatawan dan meninggalkan kesan sehingga tetap dikenang dalam perjalanan mereka.

Hal ini bukan semata-mata persoalan peningkatan pendapatan atau keuntungan ekonomi. Lebih dari itu, pelestarian budaya lokal dan lingkungan di daerah tersebut harus tetap menjadi prioritas agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang, sehingga mereka tetap dapat menikmati kekayaan alam secara utuh.

A. Tambang

Eksploitasi tambang kerap dipromosikan sebagai jalan menuju kesejahteraan masyarakat. Namun, transformasi yang ditimbulkannya menunjukkan dua sisi dampak: positif dan negatif. Di satu sisi, aktivitas pertambangan menyimpan risiko besar bagi masyarakat dan lingkungan, mulai dari potensi banjir dan longsor hingga ancaman hilangnya kearifan lokal masyarakat adat.

Di sisi lain, dampak positif yang sering dikemukakan adalah meningkatnya pendapatan pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta pertumbuhan ekonomi yang dinilai signifikan. Namun, manfaat tersebut kerap hanya dirasakan dalam waktu terbatas, sementara masyarakat lokal tidak selalu memperoleh keuntungan yang sebanding. Ironisnya, ketika bencana seperti banjir dan longsor terjadi, kelompok yang paling terdampak dan menanggung risiko justru masyarakat setempat.

Aktivitas pertambangan tidak hanya mengubah bentang alam, tetapi juga mengguncang tatanan ekologis, sosial, dan budaya masyarakat adat. Lingkungan menjadi korban pertama, disusul menyempitnya ruang hidup masyarakat adat serta terkikisnya kearifan lokal yang selama ini menjaga keseimbangan hubungan antara manusia dan alam.

Di balik narasi pembangunan, tersimpan kenyataan bahwa janji kesejahteraan bagi masyarakat lokal sering kali bersifat sementara. Ketika tambang berhenti beroperasi, yang tersisa bukan kemakmuran, melainkan jejak kerusakan berupa lubang-lubang tambang dan dampak lingkungan yang berkepanjangan—warisan yang harus ditanggung generasi berikutnya. Karena itu, eksploitasi tambang tidak selalu dapat dipandang sebagai solusi pembangunan, melainkan berpotensi menjadi bentuk ketidakadilan yang dilegitimasi atas nama kepentingan kesejahteraan.

B. Pariwisata

Di wilayah kepulauan Maluku, khususnya Kabupaten Seram Bagian Barat, sektor pariwisata dinilai memiliki potensi lebih menjanjikan dibanding pertambangan. Meski tidak selalu menghasilkan pemasukan besar dalam waktu singkat, pariwisata dari perspektif keberlanjutan menawarkan keuntungan yang lebih stabil dan berjangka panjang, sekaligus berpeluang menjaga kearifan lokal masyarakat adat.

Sektor pariwisata dapat menjadi salah satu pilihan unggulan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal secara bertahap. Namun, potensi tersebut kerap diabaikan karena pendapatan dari pariwisata dinilai tidak sebesar pemasukan yang diperoleh dari perusahaan pertambangan.

Dari sisi keberlanjutan, pariwisata memiliki peluang untuk dikembangkan secara ramah lingkungan dan dikelola secara berkelanjutan. Keindahan alam, ekosistem pesisir, serta kekayaan budaya merupakan aset utama yang perlu dijaga agar manfaat ekonominya dapat dirasakan secara terus-menerus. Selain itu, pariwisata juga berperan dalam memperkuat identitas sosial dan budaya masyarakat.

Tradisi adat dan pengetahuan lokal dapat dipertahankan serta diwariskan kepada generasi berikutnya melalui pengembangan pariwisata yang bertanggung jawab. Meski tidak selalu unggul dalam perhitungan ekonomi jangka pendek, pariwisata dinilai lebih berpeluang menciptakan pembangunan yang adil, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.

  • Penulis: Fahrul Syukur (Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta)
  • Editor: Redaktur Balengko

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • NAHKODA BARU: Ketua Umum terpilih PKPM NUKU Yogyakarta periode 2025–2026, Nurfina Ahmad (tengah), berfoto bersama peserta usai ditetapkan dalam Kongres XXII di Asrama PKPM NUKU Yogyakarta, Kamis (22/1/2025).(Foto: Istimewa)

    Kongres XXII PKPM NUKU Yogyakarta Tetapkan Nurfina Ahmad sebagai Ketua Umum Baru

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 261
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA (BALENGKO) – Perkumpulan Keluarga dan Mahasiswa Nuku (PKPM NUKU) Yogyakarta resmi menetapkan Nurfina Ahmad sebagai Ketua Umum periode 2025–2026. Penetapan ini dilakukan dalam Kongres ke-XXII yang dirangkaikan dengan Simposium Kepemimpinan di Asrama PKPM NUKU Yogyakarta, 16–22 Januari 2026. Kongres yang merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi organisasi ini berjalan demokratis meski sempat mengalami perpanjangan jadwal […]

  • Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda bersama Wakil Gubernur KH. Sarbin Sehe menyerahkan secara simbolis hibah satu unit bus dari Kementerian Perhubungan RI kepada Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara, Dr. M. Nasir Tamalene, di Sofifi, Rabu (24/12/2025). foto : Istimewa

    Gubernur Maluku Utara Serahkan Hibah Bus Kemenhub ke UNUTARA Maluku Utara

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.363
    • 0Komentar

    Sofifi (BALENGKO) – Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA) resmi menerima bantuan hibah satu unit bus dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Penyerahan bantuan berlangsung pada Rabu (24/12/2025) pukul 16.00 Waktu Galala–Sofifi, Ibu Kota Provinsi Maluku Utara. Hibah bus tersebut diserahkan secara langsung oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, bersama Wakil Gubernur Maluku Utara, KH. Sarbin […]

  • Oleh: Supriyadi Baharudin,S.H

    MISCARRIAGE OF JUSTICE: Mencari Keadilan dalam Negara yang tidak Adil

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle Supriyadi Baharudin,S.H
    • visibility 611
    • 0Komentar

    Indonesia menegaskan dirinya sebagai negara hukum sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Konsekuensinya, setiap tindakan penyelenggara negara maupun warga negara harus tunduk pada hukum, bukan pada kekuasaan. Hal ini selaras dengan konsep rechtsstaat yang menempatkan hukum sebagai instrument untuk melindungi hak asasi manusia, menjamin persamaan di hadapan […]

  • Tanggul Penahan Abrasi

    Diterjang Ombak Besar, Tanggul Penahan Abrasi di Desa Awanggoa Rusak Parah, Rumah Warga Terancam Ambruk

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 310
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, BACAN – Infrastruktur pelindung pesisir di Kabupaten Halmahera Selatan kembali lumpuh akibat anomali cuaca. Tanggul (swering) penahan abrasi yang membentang di sepanjang bibir pantai Desa Awanggoa, Kecamatan Bacan, dilaporkan mengalami kerusakan struktural yang sangat parah usai diterjang gelombang laut ekstrem pada Senin (06/07/2026) lalu. Hantaman ombak yang berlangsung maraton sejak pukul 04.00 hingga […]

  • Fenomena Perilaku Remaja dan Kisah Inspiratif dari Olahraga Tinju.

    Fenomena Perilaku Remaja dan Kisah Inspiratif dari Olahraga Tinju.

    • calendar_month Minggu, 5 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 559
    • 0Komentar

    Balengko Space – Dewasa ini, perilaku remaja sering menjadi sorotan masyarakat. Dari aksi tawuran hingga perkelahian di berbagai tempat, tindakan-tindakan ini membawa keresahan yang nyata. Berdasarkan data dari WHO, diperkirakan setiap tahun terjadi 193.000 pembunuhan di kalangan remaja usia 15–29 tahun secara global, dengan mayoritas korban dan pelaku adalah laki-laki. Di lansri dari VOA Indonesia, […]

  • Faturahman Djaguna Terpilih sebagai Koordinator Umum BEM FBD-DIY 2025–2026: Gerakan Mahasiswa DIY Siap Bangkit dari Krisis Demokrasi

    Faturahman Djaguna Terpilih sebagai Koordinator Umum BEM FBD-DIY 2025–2026: Gerakan Mahasiswa DIY Siap Bangkit dari Krisis Demokrasi

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.923
    • 0Komentar

    BalengkoSpace.com, Yogyakarta | 21 Juli 2025 — Forum Badan Eksekutif Mahasiswa Daerah Istimewa Yogyakarta (BEM FBD-DIY) resmi menetapkan Faturahman Djaguna sebagai Koordinator Umum periode 2025–2026, dalam Musyawarah Besar FBD DIY yang berlangsung pada Sabtu, 19 Juli 2025 di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa. Faturahman, yang juga menjabat sebagai Presiden Mahasiswa Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta, terpilih secara […]

expand_less