Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Ketika Gaza Berpuasa di Tengah Reruntuhan

Ketika Gaza Berpuasa di Tengah Reruntuhan

  • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
  • visibility 424
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Tragedi kemanusiaan di Palestina merupakan konflik berkepanjangan yang telah berlangsung sejak akhir abad ke-19 hingga abad ke-21. Konflik ini menjadi salah satu tragedi kemanusiaan terbesar di dunia yang telah menelan ribuan korban jiwa. Di antara korban tersebut, anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan dan paling banyak terdampak.

Genosida yang dilakukan oleh Zionis Israel tidak hanya menyebabkan kematian, tetapi juga kelaparan dan penderitaan berkepanjangan bagi warga Palestina. Situasi ini menjadi bukti nyata pelanggaran terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) serta pelanggaran terhadap aturan perang yang telah diatur oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Tindakan kekerasan yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina seharusnya mendapat respons tegas dari komunitas internasional. PBB sebagai organisasi dunia yang diharapkan mampu menjaga perdamaian global seharusnya memainkan peran lebih aktif dalam menghentikan konflik yang tak kunjung berakhir ini.

Saat ini, masyarakat Palestina hidup dalam bayang-bayang ketakutan. Di saat umat Islam di seluruh dunia menyambut bulan suci Ramadhan dengan penuh kebahagiaan, kondisi yang berbeda justru dialami oleh warga Palestina. Mereka menjalankan ibadah puasa di tengah agresi militer Israel yang terus berlangsung dan telah menelan banyak korban, mulai dari anak-anak, perempuan, hingga warga sipil lainnya.

Ramadhan yang seharusnya menjadi momentum kebahagiaan dan pembebasan spiritual bagi umat Islam, justru berubah menjadi waktu yang penuh kecemasan bagi warga Palestina. Di Jalur Gaza, masyarakat menyambut bulan suci ini di tengah situasi gencatan senjata yang rapuh. Luka mendalam akibat perang Israel-Hamas serta kesulitan hidup sehari-hari membuat suasana Ramadhan yang biasanya meriah menjadi terasa suram.

Darah dan air mata terus mengalir di tanah Palestina. Serangan militer Israel berulang kali menghantam berbagai infrastruktur dan menambah jumlah korban jiwa. Pada tahun 2026 saja, sedikitnya 31 warga Palestina dilaporkan tewas akibat serangan tersebut. Serangan yang menyasar warga sipil merupakan tindakan yang tidak berperikemanusiaan dan melanggar prinsip-prinsip hukum perang internasional.

Serangan Israel bahkan terjadi saat kesepakatan gencatan senjata sedang berlangsung. Pada bulan suci Ramadhan, serangan terbaru dilaporkan menewaskan lima warga Palestina. Kekerasan ini menjadi insiden terbaru dalam konflik yang dimediasi oleh Amerika Serikat antara Israel dan Hamas.

Dilansir oleh AFP pada Jumat (27/2/2026), badan pertahanan sipil Gaza yang beroperasi di bawah otoritas Hamas melaporkan bahwa serangan udara pada dini hari menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai satu orang lainnya di wilayah Gaza tengah. Selain itu, serangan drone di wilayah selatan Jalur Gaza yang terjadi tidak lama setelah tengah malam dilaporkan menewaskan tiga orang serta melukai beberapa warga lainnya.

Agresi yang terus berlangsung ini juga menghancurkan masa depan anak-anak Palestina. Banyak sekolah, rumah sakit, serta fasilitas vital lainnya yang hancur akibat serangan. Kerusakan tersebut berdampak langsung pada terbatasnya akses pendidikan bagi generasi muda Palestina.

Berdasarkan laporan yang dilansir oleh Republika.co.id, citra satelit menunjukkan sekitar 85,8 persen sekolah di Jalur Gaza mengalami kerusakan sejak 7 Oktober 2023. Bahkan hampir 29 persen di antaranya merupakan sekolah yang dikelola oleh PBB. Kondisi ini membuat banyak anak Palestina kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Dalam situasi yang penuh penderitaan tersebut, muncul gambaran yang sangat menyentuh mengenai harapan anak-anak Palestina. Dalam sebuah survei yang disampaikan oleh Ustaz Abdul Somad dan dikutip dari HaiBandung.com, anak-anak Palestina diminta menuliskan cita-cita mereka. Banyak dari mereka menjawab dengan satu keinginan yang mengejutkan: menjadi syahid. Jawaban yang sederhana namun sarat makna ini membuat banyak orang di seluruh dunia terharu dan merenungkan kembali besarnya penderitaan yang mereka alami.

Pertanyaan besar yang kemudian muncul adalah: akankah perang ini benar-benar berakhir? Pertanyaan tersebut bukan hanya muncul dari pengamat internasional, tetapi juga dari masyarakat Palestina sendiri yang telah lama hidup dalam konflik berkepanjangan.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, berbagai upaya diplomatik telah dilakukan oleh negara-negara di dunia. Salah satu langkah yang terus diperjuangkan adalah pengakuan Palestina sebagai anggota penuh Perserikatan Bangsa-Bangsa. Harapannya, pengakuan tersebut dapat membuka jalan bagi terciptanya perdamaian dan keadilan bagi rakyat Palestina.

Dilansir oleh CNBC Indonesia, Majelis Umum PBB menyatakan bahwa Palestina memenuhi syarat untuk menjadi anggota penuh PBB. Keputusan tersebut kemudian diteruskan sebagai rekomendasi kepada Dewan Keamanan PBB. Dalam pemungutan suara yang berlangsung di New York pada 10 Mei 2024, sebanyak 143 negara menyatakan dukungan terhadap keanggotaan Palestina, sebagaimana dilaporkan oleh Al-Jazeera.

Namun demikian, dukungan tersebut belum sepenuhnya menjawab harapan rakyat Palestina. Hingga saat ini, ancaman rudal dan serangan militer Israel masih terus menghantui kehidupan masyarakat di wilayah tersebut.

Keanggotaan Palestina di PBB memang merupakan langkah penting, tetapi hal itu tidak secara otomatis menjamin keamanan bagi rakyat Palestina. Penyelesaian konflik ini membutuhkan komitmen bersama dari negara-negara di dunia yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Upaya dehumanisasi yang dilakukan terhadap rakyat Palestina menunjukkan adanya keinginan untuk menghapus identitas dan keberadaan mereka. Oleh karena itu, solidaritas global menjadi faktor penting dalam memperjuangkan kemerdekaan dan hak hidup rakyat Palestina.

Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya antara Israel dan Iran, dunia sering kali teralihkan dari penderitaan yang terus dialami oleh rakyat Palestina. Padahal, hingga saat ini mereka masih hidup dalam bayang-bayang ketakutan akibat serangan yang tidak kunjung berhenti.

Seruan solidaritas dan aksi kemanusiaan terhadap Palestina terus disuarakan di berbagai belahan dunia. Isu ini bukan semata persoalan agama, melainkan persoalan kemanusiaan yang menyangkut hak hidup, keadilan, dan martabat manusia.

Indonesia sendiri menjadi salah satu negara yang secara konsisten mengecam tindakan agresi Israel terhadap Palestina. Berbagai aksi solidaritas, baik dari kalangan mahasiswa maupun masyarakat umum, terus dilakukan sebagai bentuk dukungan moral bagi perjuangan rakyat Palestina.

Melalui tulisan ini, penulis berharap masyarakat dunia dapat lebih memahami penderitaan yang dialami oleh rakyat Palestina. Ribuan korban jiwa, anak-anak yang kehilangan akses pendidikan, keluarga yang kehilangan orang tercinta, serta ancaman kelaparan yang terus membayangi, menjadi gambaran nyata dari tragedi kemanusiaan yang belum berakhir.

Semoga tulisan ini dapat menjadi pengingat bahwa penderitaan di Palestina masih berlangsung hingga hari ini. Oleh karena itu, mari kita terus memberikan dukungan, doa, dan solidaritas bagi saudara-saudara kita di Palestina.

Sebagaimana yang pernah disampaikan oleh Soekarno:

“Selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menentang penjajahan Israel.”

  • Penulis: Oleh: Muhammad Muzijad Mandea, S.Pd Ketua Literasi Pasifik Morotai
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa Halmahera Tengah menampilkan tarian tradisional di Festival Budaya Yogyakarta.

    Yogyakarta Terpukau! Festival Budaya Halmahera Tengah Pertama Sukses Digelar

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 337
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, Yogyakarta, 29 Agustus 2025 — Ikatan Mahasiswa Halmahera Tengah (Ikemap Halteng) sukses menggelar Festival Budaya Halmahera Tengah bertajuk “Bakudapa Budaya: Dari Halteng untuk Nusantara” di Gedung Militaire Societeit, Yogyakarta Kamis Sore (28/8) . Acara ini menjadi festival budaya pertama yang memperkenalkan kekayaan tradisi dan nilai-nilai lokal ke panggung nasional. Festival ini menampilkan berbagai […]

  • Semangat kader muda Ansor di Pulau Obi. DTD I GP Ansor Halmahera Selatan menjadi ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, dan komitmen kebangsaan.

    Diklat Terpadu Dasar I GP Ansor Halsel Digelar di Obi, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Kepulauan

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 337
    • 0Komentar

    Halmahera Selatan (BALENGKO) – Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Halmahera Selatan menggelar Diklat Terpadu Dasar (DTD) ke-I di Gedung Serbaguna Kecamatan Obi, Desa Laiwui, pada 17–19 April 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kaderisasi sekaligus konsolidasi organisasi di wilayah kepulauan. DTD yang mengusung tema “Bela Agama, Bangsa dan Negara dalam Bingkai NKRI” diikuti […]

  • Dialog publik Ikatan Komunikasi Pelajar Mahasiswa Halmahera Timur Yogyakarta (IKPM-HT) bersama PSPK UGM membahas ketimpangan kawasan transmigrasi Patlean, Halmahera Timur, di Gedung PSPK UGM, Yogyakarta, Selasa (13/1/2025). Dok. Balengko Space

    Datang dengan Harapan, Pulang dengan Masalah: Fakta Kawasan Transmigrasi Patlean Dibongkar di UGM

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 577
    • 0Komentar

    Yogyakarta (Balengko Space) — Ikatan Komunikasi Pelajar Mahasiswa Halmahera Timur Yogyakarta (IKPM-HT) Yogyakarta bersama Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan (PSPK) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar dialog publik bertajuk “Ketimpangan Kawasan Transmigrasi UPT Patlean, Maba Utara”, Selasa (13/1/2025). Kegiatan yang berlangsung di Gedung PSPK UGM ini didukung oleh berbagai organisasi mahasiswa Maluku Utara di Yogyakarta. Dialog […]

  • Wagub Malut & Menkes Budi Gunadi Sadikin Letakkan Batu Pertama RSUD Sanana

    Wagub Malut & Menkes Budi Gunadi Sadikin Letakkan Batu Pertama RSUD Sanana

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 606
    • 0Komentar

    BalengkoSpace.com, Sanana, Kamis, 17 Juli 2025 Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, secara resmi meletakkan batu pertama pembangunan peningkatan kualitas RSUD Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Kamis (17/7/2025). Acara ini turut dihadiri oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, beserta jajaran, Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Sula, Ketua dan Anggota DPRD, Forkopimda, serta tenaga medis […]

  • Mahasiswa Soroti Dugaan Penyimpangan Dana Desa di Pas Ipa, Desak Inspektorat Lakukan Audit

    Mahasiswa Soroti Dugaan Penyimpangan Dana Desa di Pas Ipa, Desak Inspektorat Lakukan Audit

    • calendar_month Selasa, 1 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 985
    • 0Komentar

    BalengkoSpace.com, Kepulauan Sula – Dugaan penyimpangan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2023 di Desa Pas Ipa, Kecamatan Mangoli Barat, kembali menuai sorotan. Mursid Puko, mahasiswa asal desa setempat, angkat bicara mengenai belum maksimalnya realisasi sejumlah program yang hingga pertengahan 2025 tak kunjung tuntas. Mursid menilai lambatnya audit dari pihak Inspektorat Kabupaten Kepulauan Sula terhadap pengelolaan […]

  • Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA), Dr. M. Natsir Tamalene, M.Pd. (kiri), saat bertemu dengan Vice Rector for International Cooperation Bukhara State University, Prof. Abror Juraev (kanan), di Uzbekistan, Jumat (30/01/2026). Kunjungan ini membahas rencana program magang internasional kolaboratif bagi mahasiswa dan dosen PTNU se-Indonesia untuk penguatan kapasitas akademik di bidang sains, teknologi, dan kebudayaan. Dok. Istimewa

    Perluas Jejaring Global, UNUTARA Jajaki Kerja Sama Internasional dengan Bukhara State University Uzbekistan

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 218
    • 0Komentar

    BUKHARA, UZBEKISTAN (BALENGKO) – Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA) resmi memulai langkah strategis di kancah internasional melalui penjajakan kerja sama dengan Bukhara State University (BSU), Uzbekistan. Rektor UNUTARA, Dr. M. Natsir Tamalene, M.Pd., melakukan kunjungan resmi bersama jajaran Rektor Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) se-Indonesia untuk membahas kolaborasi lintas negara di kantor pusat BSU, […]

expand_less