Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Ketika Gaza Berpuasa di Tengah Reruntuhan

Ketika Gaza Berpuasa di Tengah Reruntuhan

  • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
  • visibility 476
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Tragedi kemanusiaan di Palestina merupakan konflik berkepanjangan yang telah berlangsung sejak akhir abad ke-19 hingga abad ke-21. Konflik ini menjadi salah satu tragedi kemanusiaan terbesar di dunia yang telah menelan ribuan korban jiwa. Di antara korban tersebut, anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan dan paling banyak terdampak.

Genosida yang dilakukan oleh Zionis Israel tidak hanya menyebabkan kematian, tetapi juga kelaparan dan penderitaan berkepanjangan bagi warga Palestina. Situasi ini menjadi bukti nyata pelanggaran terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) serta pelanggaran terhadap aturan perang yang telah diatur oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Tindakan kekerasan yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina seharusnya mendapat respons tegas dari komunitas internasional. PBB sebagai organisasi dunia yang diharapkan mampu menjaga perdamaian global seharusnya memainkan peran lebih aktif dalam menghentikan konflik yang tak kunjung berakhir ini.

Saat ini, masyarakat Palestina hidup dalam bayang-bayang ketakutan. Di saat umat Islam di seluruh dunia menyambut bulan suci Ramadhan dengan penuh kebahagiaan, kondisi yang berbeda justru dialami oleh warga Palestina. Mereka menjalankan ibadah puasa di tengah agresi militer Israel yang terus berlangsung dan telah menelan banyak korban, mulai dari anak-anak, perempuan, hingga warga sipil lainnya.

Ramadhan yang seharusnya menjadi momentum kebahagiaan dan pembebasan spiritual bagi umat Islam, justru berubah menjadi waktu yang penuh kecemasan bagi warga Palestina. Di Jalur Gaza, masyarakat menyambut bulan suci ini di tengah situasi gencatan senjata yang rapuh. Luka mendalam akibat perang Israel-Hamas serta kesulitan hidup sehari-hari membuat suasana Ramadhan yang biasanya meriah menjadi terasa suram.

Darah dan air mata terus mengalir di tanah Palestina. Serangan militer Israel berulang kali menghantam berbagai infrastruktur dan menambah jumlah korban jiwa. Pada tahun 2026 saja, sedikitnya 31 warga Palestina dilaporkan tewas akibat serangan tersebut. Serangan yang menyasar warga sipil merupakan tindakan yang tidak berperikemanusiaan dan melanggar prinsip-prinsip hukum perang internasional.

Serangan Israel bahkan terjadi saat kesepakatan gencatan senjata sedang berlangsung. Pada bulan suci Ramadhan, serangan terbaru dilaporkan menewaskan lima warga Palestina. Kekerasan ini menjadi insiden terbaru dalam konflik yang dimediasi oleh Amerika Serikat antara Israel dan Hamas.

Dilansir oleh AFP pada Jumat (27/2/2026), badan pertahanan sipil Gaza yang beroperasi di bawah otoritas Hamas melaporkan bahwa serangan udara pada dini hari menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai satu orang lainnya di wilayah Gaza tengah. Selain itu, serangan drone di wilayah selatan Jalur Gaza yang terjadi tidak lama setelah tengah malam dilaporkan menewaskan tiga orang serta melukai beberapa warga lainnya.

Agresi yang terus berlangsung ini juga menghancurkan masa depan anak-anak Palestina. Banyak sekolah, rumah sakit, serta fasilitas vital lainnya yang hancur akibat serangan. Kerusakan tersebut berdampak langsung pada terbatasnya akses pendidikan bagi generasi muda Palestina.

Berdasarkan laporan yang dilansir oleh Republika.co.id, citra satelit menunjukkan sekitar 85,8 persen sekolah di Jalur Gaza mengalami kerusakan sejak 7 Oktober 2023. Bahkan hampir 29 persen di antaranya merupakan sekolah yang dikelola oleh PBB. Kondisi ini membuat banyak anak Palestina kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Dalam situasi yang penuh penderitaan tersebut, muncul gambaran yang sangat menyentuh mengenai harapan anak-anak Palestina. Dalam sebuah survei yang disampaikan oleh Ustaz Abdul Somad dan dikutip dari HaiBandung.com, anak-anak Palestina diminta menuliskan cita-cita mereka. Banyak dari mereka menjawab dengan satu keinginan yang mengejutkan: menjadi syahid. Jawaban yang sederhana namun sarat makna ini membuat banyak orang di seluruh dunia terharu dan merenungkan kembali besarnya penderitaan yang mereka alami.

Pertanyaan besar yang kemudian muncul adalah: akankah perang ini benar-benar berakhir? Pertanyaan tersebut bukan hanya muncul dari pengamat internasional, tetapi juga dari masyarakat Palestina sendiri yang telah lama hidup dalam konflik berkepanjangan.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, berbagai upaya diplomatik telah dilakukan oleh negara-negara di dunia. Salah satu langkah yang terus diperjuangkan adalah pengakuan Palestina sebagai anggota penuh Perserikatan Bangsa-Bangsa. Harapannya, pengakuan tersebut dapat membuka jalan bagi terciptanya perdamaian dan keadilan bagi rakyat Palestina.

Dilansir oleh CNBC Indonesia, Majelis Umum PBB menyatakan bahwa Palestina memenuhi syarat untuk menjadi anggota penuh PBB. Keputusan tersebut kemudian diteruskan sebagai rekomendasi kepada Dewan Keamanan PBB. Dalam pemungutan suara yang berlangsung di New York pada 10 Mei 2024, sebanyak 143 negara menyatakan dukungan terhadap keanggotaan Palestina, sebagaimana dilaporkan oleh Al-Jazeera.

Namun demikian, dukungan tersebut belum sepenuhnya menjawab harapan rakyat Palestina. Hingga saat ini, ancaman rudal dan serangan militer Israel masih terus menghantui kehidupan masyarakat di wilayah tersebut.

Keanggotaan Palestina di PBB memang merupakan langkah penting, tetapi hal itu tidak secara otomatis menjamin keamanan bagi rakyat Palestina. Penyelesaian konflik ini membutuhkan komitmen bersama dari negara-negara di dunia yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Upaya dehumanisasi yang dilakukan terhadap rakyat Palestina menunjukkan adanya keinginan untuk menghapus identitas dan keberadaan mereka. Oleh karena itu, solidaritas global menjadi faktor penting dalam memperjuangkan kemerdekaan dan hak hidup rakyat Palestina.

Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya antara Israel dan Iran, dunia sering kali teralihkan dari penderitaan yang terus dialami oleh rakyat Palestina. Padahal, hingga saat ini mereka masih hidup dalam bayang-bayang ketakutan akibat serangan yang tidak kunjung berhenti.

Seruan solidaritas dan aksi kemanusiaan terhadap Palestina terus disuarakan di berbagai belahan dunia. Isu ini bukan semata persoalan agama, melainkan persoalan kemanusiaan yang menyangkut hak hidup, keadilan, dan martabat manusia.

Indonesia sendiri menjadi salah satu negara yang secara konsisten mengecam tindakan agresi Israel terhadap Palestina. Berbagai aksi solidaritas, baik dari kalangan mahasiswa maupun masyarakat umum, terus dilakukan sebagai bentuk dukungan moral bagi perjuangan rakyat Palestina.

Melalui tulisan ini, penulis berharap masyarakat dunia dapat lebih memahami penderitaan yang dialami oleh rakyat Palestina. Ribuan korban jiwa, anak-anak yang kehilangan akses pendidikan, keluarga yang kehilangan orang tercinta, serta ancaman kelaparan yang terus membayangi, menjadi gambaran nyata dari tragedi kemanusiaan yang belum berakhir.

Semoga tulisan ini dapat menjadi pengingat bahwa penderitaan di Palestina masih berlangsung hingga hari ini. Oleh karena itu, mari kita terus memberikan dukungan, doa, dan solidaritas bagi saudara-saudara kita di Palestina.

Sebagaimana yang pernah disampaikan oleh Soekarno:

“Selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menentang penjajahan Israel.”

  • Penulis: Oleh: Muhammad Muzijad Mandea, S.Pd Ketua Literasi Pasifik Morotai
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sarbin Sehe Memulai Tugas sebagai Wakil Gubernur Maluku Utara dengan Apel Perdana di Gosale Puncak

    Sarbin Sehe Memulai Tugas sebagai Wakil Gubernur Maluku Utara dengan Apel Perdana di Gosale Puncak

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 672
    • 0Komentar

    Foto : Istimewa Sofifi, Setelah mengikuti serangkaian kegiatan pelantikan Kepala Daerah di Jakarta, pada Minggu, 23 Februari 2025, Sarbin Sehe tiba di Ternate. Pagi ini, Senin, 24 Februari 2025, hari pertama Sarbin Sehe sebagai Wakil Gubernur Maluku Utara dimulai dengan memimpin apel perdana yang diadakan di Gosale Puncak, tepatnya di halaman kantor Gubernur Provinsi Maluku […]

  • English Camp 2025: ESA Unkhair dan MAN 2 Halut Bersama Tingkatkan Keterampilan Bahasa Inggris Siswa

    English Camp 2025: ESA Unkhair dan MAN 2 Halut Bersama Tingkatkan Keterampilan Bahasa Inggris Siswa

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 657
    • 0Komentar

    Foto : Istimewa Malifut, (19/2/25) – Dalam upaya meningkatkan literasi bahasa Inggris di Madrasah, English Students Association (ESA) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Khairun (Unkhair) bekerja sama dengan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Halmahera Utara menggelar kegiatan English Camp 2025. Kegiatan ini berlangsung pada 19 hingga 21 Februari 2025 dan diikuti oleh 140 […]

  • DPRD Halbar Fokus Soroti Sekda, SEMAINDO Ingatkan Soal Utang Daerah dan Kemiskinan

    DPRD Halbar Fokus Soroti Sekda, SEMAINDO Ingatkan Soal Utang Daerah dan Kemiskinan

    • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 698
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, Jakarta, 26 Juli 2025 — Ketua Sentrum Mahasiswa Indonesia (SEMAINDO) Halmahera Barat – DKI Jakarta, Sahrir Jamsin, mengkritik keras DPRD Halmahera Barat yang dinilai gagal menjalankan fungsi pengawasan fiskal dan malah memfokuskan perhatian pada pemakzulan Sekretaris Daerah. “Ini bukan soal Sekda, ini soal DPRD yang kehilangan arah,” ujar Sahrir. Menurutnya, pernyataan normatif Sekda […]

  • Pelatihan Etnovideografi di Universitas Khairun: Meningkatkan Kemandirian Mahasiswa dalam Pembuatan Konten Sosial

    Pelatihan Etnovideografi di Universitas Khairun: Meningkatkan Kemandirian Mahasiswa dalam Pembuatan Konten Sosial

    • calendar_month Kamis, 20 Feb 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 526
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Istimewa Ternate, Kamis (20/2/25) – Program Studi Antropologi Sosial Universitas Khairun mengadakan pelatihan Etnovideografi pada Kamis, 20 Februari 2025. Kegiatan yang diadakan di ruang Program Studi Antropologi Sosial ini dihadiri oleh sejumlah mahasiswa dan bertujuan untuk mengajarkan teknik pengambilan gambar serta pembuatan video etnovideografi. Ariyo Dermawan, sebagai narasumber, menyampaikan materi dengan cara […]

  • Menteri Koperasi Ferry Juliantono saat menerima kunjungan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) di Jakarta (21/1). Kemenkop kini tengah melakukan transformasi besar-besaran, mulai dari digitalisasi data hingga perubahan strategi komunikasi agar koperasi lebih diminati anak muda sebagai badan usaha yang profitabel dan kekinian. Sumber Foto: JMSI

    Bikin Koperasi Jadi “Cool”, Menteri Ferry Juliantono Rangkul Milenial dan Gen Z Masuk Ekosistem Koperasi Merah Putih

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 204
    • 0Komentar

    JAKARTA (BALENGKO), 22 Januari 2026 – Citra koperasi yang selama ini dianggap “jadul” kini sedang dirombak total. Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan komitmennya untuk mengubah strategi komunikasi kementerian agar lebih relevan dengan gaya hidup anak muda, khususnya kelompok Milenial dan Gen Z. Hal ini disampaikan Menkop Ferry saat menerima kunjungan Jaringan Media Siber Indonesia […]

  • Dr. Lukman Tamhir, M.Pd saat pelantikan sebagai Kepala MAN 2 Tidore Kepulauan (Tikep).

    Dr. Lukman Tamhir Dilantik Jadi Kepala MAN 2 Tidore Kepulauan

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 259
    • 0Komentar

    SOFIFI, BALENGKO SPACE – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Tidore Kepulauan (Tikep) resmi memasuki babak baru kepemimpinan. Dr. Lukman Tamhir, S.Ag., M.Pd., yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum MAN 1 Kota Ternate, resmi dilantik menjadi Kepala MAN 2 Tikep pada Selasa (21/04/2026). Pelantikan jebolan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini membawa harapan besar […]

expand_less