Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Menasehati Gubernur

Menasehati Gubernur

  • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
  • visibility 241
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Khalifah Ali bin Abi Thalib dimasa lampau tahun 38 H, pernah menunjuk saudara Malik bin Al-Harits Al-Asytar menjadi pelaksana tugas Gubernur Mesir. Ali menunjuk saudara Malik untuk menggantikan saudara Muhammad bin Abi Bakar yang dicopot ditengah jalan. Ali pun menulis sebuah surat yang panjang pragrafnya kepada saudara Malik sebagai petunjuk tekhnis dalam melaksanakan sistem pemerintahannya. Surat Ali ini pun menjadi sebuah dokumen bersejarah yang dapat kita sebut sebagai pedoman administrasi pemerintahan. Dokumen ini tersimpan rapi oleh para ahli sejarah sampai hari ini. Jika kita membaca kitab “Najhul Balaghah”, salah satu isinya memuat dengan lengkap dokumen itu pada surat yang ke-53. Sejarawan muslim telah banyak menulis buku sejarah yang mengulas isi dokumen berharga ini. Walaupun Ali menulis suratnya itu sudah ribuan tahun yang lampau, tapi isinya masih sangat relevan untuk para Gubernur yang telah diberi amanah oleh Allah—Tuhan Yang Maha Kuasa untuk menjadi manusia nomor wahid di Provinsinya masing-masing.

Terdapat beberapa bagian penting yang akan dikutip dari surat Ali bin Abi Thalib ini. Marilah kita memahami lebih mendalam siapakah objek penerima surat tersebut. Ternyata, saudara Malik Al-Asytar adalah objek penerima nasihat, dia bukan sembarangan orang, melainkan salah seorang sahabat utama daripada khalifah Ali bin Abi Thalib. Saudara Malik hidup, dibesarkan, dan dikader dalam didikan sahabat utama Rasulullah Saw. Ali bin Abi Thalib sangat mencintainya. Ali pun berkata begini: “saudara Malik bagiku sama seperti aku bagi Rasulullah Saw.” Karena saudara Malik selalu ikut serta mendampingi Ali dalam berbagai peristiwa peperangan. Keberaniannya, kepiawainnya tidak perlu diragukan lagi dalam memainkan pedangnya dalam pertempuran sangat viral. Bahkan terkenal ke seluruh wilayah bangsa Arab saat itu. Kualitas ketakwaannya terlihat jelas dalam kekhusyukan ibadahnya dan sangat sederhana hidupnya—tidak glamor seperti para Gubernur kita di zaman modern ini. Yang oleh Al-Nakha’i meriwayatkan anekdot yang menarik dari perilaku kehidupan Gubernur Mesir, saudara Malik Al-Asytar yang patut saya, anda, dan kita semua contohi.   

Suatu hari, saudara Malik melewati pasar di Kufah dengan pakaian dan Serban yang sangat sederhana. Seorang pemilik toko sembako melemparkan daun-daun yang busuk kepadanya. Karena melihat penampilannya yang biasa-biasa saja. Saudara Malik tidak menghiraukan perbuatan yang tidak sopan ini—sangat kurang ajar. Saudara Malik melirik pun tidak sama sekali. Dia dengan tenang meneruskan perjalanannya. Ada orang yang berkata kepada pemilik toko, “tahukah anda siapa yang anda perlakukan dengan tidak sopan—kurang ajar itu?” Pemilik toko itu menjawab, “saya tidak tahu.” Maka orang itu memberi tahu kepadanya bahwa orang itu adalah saudara Malik Al-Asytar, sahabat utama Amirul Mukminin—khalifah Ali bin Abi Thalib. Pemilik toko pun merasa ketakutan—kaget dan sangat malu. Kemudian pemilik toko mengejar saudara Malik, dan mendapatkannya sedang melaksanakan shalat di Masjid. Setelah saudara Malik selesai shalat, pemilik toko langsung merebahkan dirinya, bersimpuh dihadapannya dan menyampaikan permohonan maafnya kepada saudara Malik sambil menangis menyesali perbuatannya.  

Saudara Malik mengangkat kepala orang itu dan berkata kepadanya: “demi Allah-Tuhan Yang Maha Pemaaf, saya datang ke masjid untuk memohonkan ampunan Allah Swt—Tuhan Yang Maha Pengampun bagimu.” Saya sendiri pun sudah memaafkan kamu waktu kejadian itu. Saya berharap Allah Swt—Tuhan Yang Maha Pengampun akan memaafkan kamu. Bukankah saudara Malik bila namanya terdengar oleh orang-orang akan menyebabkan musuh-musuhnya bergetar jiwanya karena ketakutan. Saudara Malik ternyata orangnya sangat penyabar, pemaaf, dan tidak pendendam kepada rakyatnya.

  • Penulis: Oleh: Fahrul Abd Muid Penulis Wakil Dekan II FUAD IAIN Ternate & Ketua Forum Keberagaman Nusantara Malut
  • Editor: Tim Redaksi Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Source : Istimewa

    KETIKA BERNALAR KRITIS DIBUNGKAM

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Fahrul Abd Muid Penulis adalah Dosen IAIN Ternate & Wakil Ketua GP. Ansor Malut
    • visibility 408
    • 0Komentar

    Dalam bahasa Inggris, istilah critic kadang diperuntukkan kepada orangnya. Sementara Poerwadarminta [1904-1968], kritik berarti kemelut, keadaan genting. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kritik adalah kecaman, kadang-kadang disertai uraian dan pertimbangan baik buruk terhadap suatu hasil karya atau pendapat orang lain. Maka, orang yang ahli dalam memberikan pertimbangan-pembahasan tentang baik dan buruknya sesuatu disebut kritikus. […]

  • Dunia Tanpa Rem: Geopolitik Sebagai Arena Kekuasaan

    Dunia Tanpa Rem: Geopolitik Sebagai Arena Kekuasaan

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Subhan Samsudin
    • visibility 301
    • 0Komentar

    Tatanan dunia bekerja seperti mesin besar yang kehilangan tuas pengaman. Roda-roda ekonomi, teknologi, dan militer berputar semakin cepat, sementara sistem pengendali justru aus oleh kepentingan sempit. Ketika rem institusional melemah, geopolitik berubah dari mekanisme stabilisasi menjadi arena uji nyali para pemegang kuasa.

  • Sekretaris Departemen Advokasi Hukum dan Kebijakan HMP UGM, Moh. Resa, S.H. Source : Istimewa

    HMP UGM Mengecam Dugaan Penganiayaan oleh Oknum Brimob di Tual yang Menyebabkan Anak Meninggal Dunia

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Yogyakarta (BALENGKO), 22 Februari 2026 — Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (HMP UGM) mengecam keras dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum anggota Brigade Mobil Polda Maluku di Kota Tual yang mengakibatkan meninggalnya seorang anak di bawah umur. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Kamis, 19 Februari 2026. Korban, pelajar berusia 14 tahun bernama Arianto Tawakal, […]

  • Fahrul Abdul Muid

    Filosofi Idul Fithri: Mengembalikan Jati Diri Manusia

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Dr. Fahrul Abd. Muid, S.Th.I., MA
    • visibility 423
    • 0Komentar

    Setiap kali kita merayakan hari raya ‘Idul Fitri, kita selalu dituntut untuk merenungkan dan menghayati pesan-pesan moral—al-mawaa’izh al-akhlaaqiyyah yang terkandung dalam Idul Fitri itu. Pesan-pesan itu sesungguhnya dapat ditelusuri lewat kata ‘Idul Fitri itu sendiri. ‘Idul Fitri adalah kata majemuk—tarkib al-idhafi yang terdiri dari kata ‘id dan al-fitr. Kata ‘id semula berasal dari kata ‘aud, […]

  • Sahrir Jamsin desak pencopotan Kadis Parpora Halbar Fenny Kiat dan audit anggaran pariwisata.

    Pariwisata Halbar Terpuruk, Sahrir Jamsin Desak Audit dan Copot Kadis Parpora

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 489
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, Jailolo – 16 September 2025 – Pariwisata Halmahera Barat terpuruk meski anggaran miliaran rupiah digelontorkan setiap tahun. Festival Teluk Jailolo (FTJ) yang menelan anggaran miliaran rupiah pada 2023 hanya berakhir seremoni tanpa dampak ekonomi. Kontribusi PAD pariwisata pada 2024 bahkan tidak sampai Rp. 1 miliar. Mahasiswa ekonomi asal Halbar, Sahrir Jamsin, menilai Kepala […]

  • Source : Istimewa

    Kemiskinan Guru Besar di IAIN Ternate: Alarm Serius Dunia Akademik Maluku Utara

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Fahrul Abd Muid Penulis adalah Dosen IAIN Ternate & Wakil Ketua GP. Ansor Malut
    • visibility 490
    • 0Komentar

    Adalah Institut Agama Islam Negeri-IAIN Ternate, salah satu perguruan tinggi keagamaan Islam di Indonesia bagian timur-Moloku Kie Raha, telah lama mengalami derita kemiskinan Guru Besar. Hal ini merupakan sebuah apresisasi yang hilang ditelan alam bagi institut yang seharusnya menjadi pusat-markaz keunggulan akademik dan pusat penelitian peradaban dan kebudayaan yang sesuai dengan disiplin keilmuannya. Menjadi Guru […]

expand_less