Jejak Perintisan dan Sejarah Berdirinya PMII Komisariat M. Iqbal Assegaf UNUTARA
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 135
- comment 0 komentar
- print Cetak

Empat tokoh perintis saat meletakkan fondasi awal berdirinya PMII Komisariat M. Iqbal Assegaf UNUTARA hingga resmi definitif pada 23 Februari 2025. (Foto: Dok. PMII UNUTARA/Balengkospace.com)
BALENGKOSPACE.COM, TERNATE – Setiap organisasi memiliki sejarah, dan setiap lembaran sejarah selalu melahirkan figur-figur kunci di balik hadirnya sebuah gagasan besar. Hal inilah yang melandasi rekam jejak lahirnya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat M. Iqbal Assegaf di lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA).
Kehadiran wadah kaderisasi Nahdliyin ini tidak terlepas dari inisiatif, keberanian, dan kesadaran intelektual empat perintis utamanya: Wahida Abd Rahim, Mursid Puko, Risman Taha, dan Jumra Upara. Langkah awal mereka menjadi pemantik utama terbentuknya PMII Komisariat Persiapan M. Iqbal Assegaf UNUTARA pada 13 Agustus 2023, hingga resmi disahkan menjadi komisariat definitif pada 23 Februari 2025.
Awal Perintisan dan MAPABA Perdana di Kampus UNUTARA
Gagasan menghadirkan PMII di kampus UNUTARA bukan sekadar untuk mendirikan struktur organisasi baru. Langkah ini lahir dari kegelisahan akademis untuk menyediakan ruang diskusi, penguatan solidaritas, serta pembentukan karakter kepemimpinan intelektual bagi mahasiswa.
Proses perintisan diawali dari pergerakan yang sangat sederhana. Empat perintis tersebut menjalin komunikasi intensif, menggalang jejaring, dan mengeksekusi agenda Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) PMII pertama di lingkungan UNUTARA.
Dari MAPABA perdana tersebut, sebanyak sembilan anggota baru berhasil direkrut. Kepercayaan kepemimpinan awal kemudian diamanahkan kepada Sahabat Jumra Upara sebagai Penjabat (Pj) Ketua Komisariat Persiapan guna mengawal transisi hingga disahkan sebagai komisariat definitif.
Nilai Perjuangan dan Pembelajaran Bagi Kader PMII UNUTARA
PMII memegang teguh tradisi kaderisasi yang menempatkan mahasiswa bukan hanya sebagai insan akademis, melainkan juga bagian dari masyarakat yang memiliki nilai keislaman, keindonesiaan, dan tanggung jawab sosial. Oleh karena itu, kehadiran komisariat ini menjadi benteng pengembangan wawasan kritis dan kepedulian sosial mahasiswa UNUTARA.
Mengingat rekam sejarah ini bukan sekadar upaya mengagungkan masa lalu, melainkan fondasi pembelajaran bagi seluruh kader lintas generasi. Keberanian memulai dari keadaan serba terbatas adalah nilai utama yang diwariskan oleh para pendiri.
Sejarah pendirian PMII Komisariat M. Iqbal Assegaf UNUTARA perlu terus didokumentasikan agar setiap anggota memahami bahwa organisasi yang mereka huni hari ini lahir dari proses perjuangan panjang. Generasi penerus tidak hanya bertugas menikmati hasil, tetapi juga berkewajiban merawat nilai perjuangan, memperkuat kaderisasi, dan membawa nama organisasi ke arah yang lebih maju.
(BS/Red)
- Penulis: Mursid Puko
- Editor: Mustakim

Saat ini belum ada komentar