Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Sentralisasi yang Membunuh: Eksploitasi Sulawesi Tengah dan Gagasan Desentralisasi Total

Sentralisasi yang Membunuh: Eksploitasi Sulawesi Tengah dan Gagasan Desentralisasi Total

  • calendar_month 12 jam yang lalu
  • visibility 53
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Sulawesi Tengah sedang memperlihatkan wajah paling telanjang dari pembangunan yang kehilangan rasa keadilan. Tanah dikeruk, gunung dibelah, hutan dibuka, laut dan pesisir ditekan atas nama investasi dan hilirisasi. Smelter berdiri, ekspor melonjak, kawasan industri tumbuh, sementara pemerintah terus memamerkan pertumbuhan sebagai bukti keberhasilan pembangunan. Tetapi di balik gemerlap itu ada pertanyaan yang semakin sulit dibungkam yaitu siapa sebenarnya yang menjadi kaya dari kekayaan Sulawesi Tengah? Sebab sebuah daerah dapat menjadi lumbung mineral, simpul industri global, dan penyumbang ekspor nasional, tetapi rakyatnya tetap tidak memiliki kuasa yang sebanding atas kekayaan yang berasal dari tanah mereka sendiri.

Inilah paradoks yang harus dibongkar. Sulawesi Tengah bukan kekurangan kekayaan alam. Yang bermasalah adalah bagaimana kekayaan tersebut dikendalikan, didistribusikan, dan dipertanggungjawabkan. Pada 2025, ekonomi Sulawesi Tengah tumbuh 8,47 persen dengan PDRB sekitar Rp415,48 triliun dan ekspor sekitar US$22,32 miliar. Tetapi angka-angka itu tidak boleh digunakan untuk menutup pertanyaan tentang distribusi. Pertumbuhan bukan bukti otomatis kesejahteraan. Ekspor bukan bukti otomatis kedaulatan fiskal. Investasi bukan bukti otomatis kemakmuran rakyat. Sebab ukuran paling penting bukan seberapa besar kekayaan yang keluar dari sebuah daerah, melainkan seberapa besar kekayaan itu mengubah kehidupan orang-orang yang hidup di atas sumber daya tersebut.

Karena itu, angka sekitar Rp570 triliun yang pernah disampaikan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid di hadapan Komisi II DPR RI harus dibaca secara kritis sekaligus hati-hati. Angka tersebut disebut berkaitan dengan pajak industri smelter, sementara daerah disebut hanya menerima sekitar Rp200 miliar per tahun dalam bentuk DBH. Angka Rp570 triliun tidak boleh diperlakukan begitu saja sebagai “pendapatan Sulawesi Tengah”, karena pajak, PNBP, produksi, ekspor, devisa, dan DBH merupakan kategori yang berbeda. Tetapi kehatihatian statistik tidak boleh dijadikan alasan untuk membungkam persoalan politiknya. Justru kita harus mempertanyakan dengan serius mengapa aktivitas ekonomi yang begitu besar berlangsung di daerah, tetapi pengetahuan, kendali, dan daya tawar atas penerimaannyatetap begitu jauh dari masyarakat daerah? Persoalan sesungguhnya berada disini, Jangan hanya bertanya berapa DBH yang diterima Sulawesi Tengah tetapi juga tanyakan siapa yang merancang formulanya, siapa yang menentukan distribusinya, siapa yang menguasai informasi, dan siapa yang memiliki kekuasaan terakhir atas sumber daya tersebut.

  • Penulis: Ain Dadong. (Fungsionaris Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan dan Pemuda HMI Cabang Yogyakarta)
  • Editor: Tim Redaksi Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • North Moluccan Boys dan The Salawaku Bentangkan Spanduk Dukung Palestina: “Show Israel the Red Card!”

    North Moluccan Boys dan The Salawaku Bentangkan Spanduk Dukung Palestina: “Show Israel the Red Card!”

    • calendar_month Sabtu, 19 Apr 2025
    • account_circle Balengko Space
    • visibility 437
    • 0Komentar

    Ternate – Laga seru antara Malut United dan PSBS Biak berlangsung sengit di Stadion Gelora Kie Raha, Jumat malam, 18 April 2025. Kedua tim bermain imbang 1-1 dan harus puas berbagi poin. Hasil ini menjaga posisi Malut United di lima besar klasemen sementara BRI Liga 1. Tim asuhan Imran Nahumarury juga sukses mempertahankan rekor tak […]

  • HIPMI Sleman Gali Peluang Ekonomi Berbasis Budaya Lewat Diskusi “Tosan Aji”

    HIPMI Sleman Gali Peluang Ekonomi Berbasis Budaya Lewat Diskusi “Tosan Aji”

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 718
    • 0Komentar

    balengkospace.com – Yogyakarta, 30 Mei 2025 – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) BPC Sleman menggelar diskusi bertajuk “Tosan Aji: Sejarah, Koleksi dan Peluang Ekonomi ” pada Kamis (29/5), bertempat di Kopi Bukan Luwak, Kaliurang, Sleman, Yogyakarta. Kegiatan ini menghadirkan para pelaku usaha dan kolektor keris, termasuk Unggul Sudrajat (peneliti dan kolektor keris), Salim A Fillah […]

  • Pendampingan Hukum Dipersoalkan, LBH Ansor Sampaikan Keberatan ke Kejari Sanana

    Pendampingan Hukum Dipersoalkan, LBH Ansor Sampaikan Keberatan ke Kejari Sanana

    • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.304
    • 0Komentar

    BalengkoSpace.com, Sanana, 19 Juli 2025 — Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Wilayah Maluku, Maluku Utara, Bali, dan Nusa Tenggara menyampaikan keberatan atas tindakan Kejaksaan Negeri Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, yang dinilai membatasi hak pendampingan hukum terhadap seorang warga dalam proses pemeriksaan. Koordinator Wilayah LBH Ansor, Dr. (cand) Al Walid Muhammad, S.H., M.H.Li, menyebutkan bahwa pihaknya […]

  • Kolaborasi DKP dan Warga, Taman Lelong Ternate Dibersihkan dari Tanaman Air

    DKP Ternate Bersihkan Taman Lelong dari Tanaman Air pada Hari Clean Up Day

    • calendar_month Minggu, 28 Sep 2025
    • account_circle Agung Selang
    • visibility 1.022
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO) – Taman Lelong, salah satu ikon ruang publik di Kota Ternate, dipenuhi tanaman air yang mengganggu estetika dan fungsi kolam. Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Ternate turun tangan langsung melakukan aksi pembersihan pada Sabtu sore (27/9/2025), bertepatan dengan peringatan Hari Clean Up Day. Kepala DKP Kota Ternate, Faisal Harun […]

  • Suasana Desa Busua, Kayoa Barat, saat masyarakat menanti kejelasan hasil audit khusus dana desa.

    Warga Busua Menanti Jawaban: Di Mana Hasil Audit Dana Desa?

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 636
    • 0Komentar

    Desa Busua, Kayoa Barat (BALENGKO) —Tim Inspektorat Kabupaten Halmahera Selatan telah melakukan audit khusus terkait dugaan penyalahgunaan dana desa di Desa Busua pada 27 September 2025. Langkah ini mendapat perhatian serius dari masyarakat yang sejak lama mempertanyakan transparansi pengelolaan anggaran desa. Salah satu perwakilan masyarakat Busua, yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, menegaskan bahwa hasil audit […]

  • Penulis

    Ramadhan dan Luka Demokrasi: Ketika Suara Kritis Dianggap Ancaman

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Gilang Moenawar
    • visibility 385
    • 0Komentar

    Di bulan Ramadhan yang mulia ini, semoga segala dosa—yang kita sadari maupun yang luput dari kesadaran kita—mendapat ampunan dari kasih sayang Allah SWT. Dari suasana perenungan inilah saya ingin memulai tulisan ini dengan sebuah pertanyaan yang lahir dari kegelisahan atas ketertindasan umat dan manusia di bangsa Indonesia. Pertanyaan ini menyentuh akar hingga pucuk dari bunga-bunga […]

expand_less