Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » RADAR KAMPUS » Meriah di Panggung, Terlupakan di Belakang Layar: Curhat Mahasiswa Ternate di Yogyakarta Terhadap Pemkot

Meriah di Panggung, Terlupakan di Belakang Layar: Curhat Mahasiswa Ternate di Yogyakarta Terhadap Pemkot

  • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
  • visibility 1.645
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Kondisi Memprihatinkan Mahasiswa Ternate

Mahasiswa Ternate di Yogyakarta mengaku kesulitan setiap kali harus tampil membawakan tarian daerah. Mereka tak punya perlengkapan sendiri dan harus meminjam sana-sini. Bahkan, mereka tak memiliki sekretariat, berbeda dengan mahasiswa daerah lain di Maluku Utara yang punya asrama permanen dan fasilitas yang memadai.

“Mahasiswa Sula memiliki asrama permanen, Tidore, Halmahera Tengah, dan Halmahera Timur semuanya punya fasilitas yang memadai. Ironisnya, Ternate yang katanya salah satu pusat perekonomian di Maluku Utara, pemerintah kotanya malah mengabaikan mahasiswa kotanya sendiri, katanya mau meningkatkan SDM di Kota Ternate tapi kami di perlakukan seperti ini kata Amril.

Tanggapan Pemkot Ternate

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Ternate, Dr. Muslim Gani, membenarkan bahwa ada pertemuan dengan mahasiswa. Ia mengaku sudah berupaya memfasilitasi pertemuan dengan Wali Kota, tetapi terkendala padatnya agenda.

“Soal pakaian adat dan aksesoris, bukan kami menolak. Justru saya mendukung penuh. Sepulang dari Ternate, kami akan membicarakan pengadaannya,” jelas Muslim.

Meski ada janji dukungan, rasa kecewa mahasiswa masih membekas. Bagi mereka, JKPI 2025 seharusnya menjadi ajang mempererat hubungan Pemkot Ternate dengan warganya di perantauan. Namun, yang terjadi justru sebaliknya: mereka merasa hadir, tapi tak dianggap.**(Red)

@balengkospace

🎭 Meriah di Panggung, Terlupakan di Belakang Layar Mahasiswa Ternate di Yogyakarta curhat soal rasa kecewa mereka terhadap Pemkot Ternate. Merasa tak mendapat perhatian saat momen penting, kisah ini mengungkap sisi lain dari kemeriahan acara. 📍 Simak selengkapnya di Balengko Space! #kotaternate #MahasiswaTernate #Yogyakarta #PemkotTernate #ternate

♬ suara asli - balengkospace - balengkospace
  • Penulis: Redaksi Balengko Space
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • unutara

    UNUTARA Lepas 20 Mahasiswa KKNU Tematik 2026 untuk Pengabdian di Kota Ternate

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 761
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE (Ternate) – Sebanyak 20 mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (UN UTARA) mengikuti Kuliah Kerja Nyata Umat (KKNU) Tematik perdana tahun 2026 dengan mengusung tema “Gerakan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pendidikan, Kepedulian Lingkungan, Dan Nilai-Nilai Ahlusunnah Wal Jama’ah”. Pembekalan yang berlangsung di Aulaa UNUTARA selama 1 hari. Ketua Panitia Fahrun Yamin dalam sambutannya mengatakan, […]

  • Ketua DPRD DIY Tanam Pohon Beringin Bersama DLHK DIY untuk Simbol Pelestarian dan Persatuan

    Ketua DPRD DIY Tanam Pohon Beringin Bersama DLHK DIY untuk Simbol Pelestarian dan Persatuan

    • calendar_month Kamis, 17 Apr 2025
    • account_circle Yogi
    • visibility 462
    • 0Komentar

    Yogyakarta, (17/4/25) — Ketua DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Nuryadi, S.Pd., bersama jajaran pimpinan dan anggota DPRD DIY serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, melaksanakan kegiatan penanaman pohon beringin di halaman Gedung DPRD DIY pada Kamis pagi (17/4/25). Kegiatan ini bertujuan untuk menambah ruang terbuka hijau dan menjaga kelestarian lingkungan di kawasan legislatif […]

  • Source : Istimewa

    Keluarga Korban Kekerasan di Sula Laporkan Polres ke Propam Polri Terkait Restorative Justice Kasus Kematian

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 226
    • 0Komentar

    TERNATE (BALENGKO) — Perwakilan keluarga korban kekerasan di Desa Kou, Supriyadi Umasangadji, resmi melaporkan dugaan pelanggaran kode etik personel Polres Kepulauan Sula ke Propam Polri, Rabu (4/2/2026). Laporan ini dilayangkan setelah polisi diduga membebaskan pelaku pembunuhan dengan dalih keadilan restoratif (restorative justice), yang dinilai melanggar hukum positif. Pelanggaran Prosedur Hukum Pihak keluarga menegaskan bahwa tindakan […]

  • Mahasiswa baru UNJAYA mengikuti Sapa Achmad Yani Muda 2025.

    BEM UNJAYA 2025 Gelar Sapa Achmad Yani Muda dan UKM Fair Sambut Mahasiswa Baru

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 673
    • 0Komentar

    BEM UNJAYA 2025 menggelar Sapa Achmad Yani Muda dan UKM Fair 2025 di Yogyakarta, Senin (8/9). Agenda ini menyambut mahasiswa baru dan memperkenalkan semangat perjuangan Jenderal Achmad Yani. Presiden Mahasiswa UNJAYA 2025, Faturahman Djaguna, menyampaikan orasi di depan mahasiswa baru. Ia menegaskan bahwa mahasiswa UNJAYA harus memegang teguh spirit perjuangan Jenderal Achmad Yani. “Musuh kita […]

  • Bank Indonesia Gelar Silaturahmi, Kajian, dan Buka Puasa Bersama Wakil Gubernur Maluku Utara dan IAIN Ternate

    Bank Indonesia Gelar Silaturahmi, Kajian, dan Buka Puasa Bersama Wakil Gubernur Maluku Utara dan IAIN Ternate

    • calendar_month Jumat, 21 Mar 2025
    • account_circle Nurul Hafizatul
    • visibility 263
    • 0Komentar

    Ternate, Jumat (21/3/2025) – Bank Indonesia (BI) sukses menggelar acara Silaturahmi, Kajian, dan Buka Puasa Bersama dengan Wakil Gubernur Maluku Utara, KH. Sarbin Sehe, serta civitas akademika Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate. Acara bertema RABBANI 2025 – Ramadhan Berkah Bersama Bank Indonesia ini menjadi wujud nyata kepedulian dan sinergi dalam meningkatkan keberkahan di bulan suci Ramadan. Dalam sambutannya, KH. […]

  • Source : Istimewa

    Kemiskinan yang Tak Kunjung Usai di Lombok Timur: Pembangunan untuk Siapa?

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Azka Irfani
    • visibility 487
    • 0Komentar

    Masalah lain yang tak kalah serius adalah ketimpangan akses pendidikan. Kemiskinan di Lombok Timur bukan hanya diwariskan melalui kondisi ekonomi, tetapi juga melalui keterbatasan kesempatan belajar. Anak-anak dari keluarga miskin sering kali terpaksa mengubur mimpi untuk melanjutkan pendidikan tinggi karena alasan biaya dan akses. Akibatnya, lingkaran kemiskinan terus berulang dari satu generasi ke generasi berikutnya. […]

expand_less