Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » GLOBAL UPDATE » Road to Toadore Fest Vol. II: Gema Budaya Tidore Mengalun di Yogyakarta

Road to Toadore Fest Vol. II: Gema Budaya Tidore Mengalun di Yogyakarta

  • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
  • visibility 544
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Ketua panitia, Vhay, dalam keterangannya kepada kontributor Balengko Space menjelaskan bahwa acara ini merupakan bagian dari rangkaian awal menuju festival utama.

“Road to Toadore Fest adalah acara kecil-kecilan sebagai pengenalan. Ini menjadi ancang-ancang sebelum kami menyelenggarakan acara yang lebih besar nantinya,” ujarnya.

Ketua PKPM Nuku Yogyakarta, Afdan Abdullatif, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan program tahunan PKPM Nuku.

“Berkat kerja sama dengan pihak SaRanG sebagai penyedia tempat, kami diberi ruang untuk menggelar malam budaya ini sebelum festival utama, yang direncanakan berlangsung pada Oktober mendatang. Selain pentas seni, kegiatan ini juga menjadi ajang perkenalan awal budaya Tidore kepada mahasiswa di Yogyakarta,” ungkap Afdan.

Selain pertunjukan seni, acara ini juga menyajikan kuliner khas Tidore, seperti air guraka dan nasi jaha, yang menjadi daya tarik tambahan bagi para pengunjung.

Suasana malam semakin meriah dengan antusiasme pengisi acara dan penonton. Presiden Tidore selaku penampil menyebut acara ini penuh energi hingga layak disebut “SALTO BELAKANG“, menggambarkan semangat dan kekompakan para pelaku seni malam itu.

Road To Toadore Fest Vol. II didukung oleh berbagai organisasi dan komunitas, antara lain Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, PKPM Nuku Yogyakarta, RUBANAH Underground Hub, SaRanG, Emah Art, OK Foundation, Kie Se Kolano, OK Studio, dan Kinko Art Management.

Ke depan, Toadore Fest dirancang menjadi ruang ekspresi budaya yang lebih besar dan inklusif, menjadi panggung lintas generasi bagi para pelaku seni dan budaya, serta masyarakat luas untuk merayakan identitas dan kekayaan tradisi Tidore.(red)

  • Penulis: Redaksi Balengko Space
  • Editor: Tim Redaksi Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tumpukan sampah di Pelabuhan SpeedBoat Sofifi, bukti Kurangnya Kesadaran Lingkungan?

    Tumpukan sampah di Pelabuhan SpeedBoat Sofifi, bukti Kurangnya Kesadaran Lingkungan?

    • calendar_month Senin, 13 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 603
    • 0Komentar

    Sumber Dok : @Mimi.nabiu Sofifi kembali menjadi sorotan publik setelah video berdurasi 27 detik yang diunggah akun Instagram @mimi.nabiu pada Minggu (12/1/24) memicu keprihatinan masyarakat. Dalam video tersebut terlihat jelas tumpukan sampah mencemari pesisir pantai di sekitar pelabuhan speedboat Sofifi. Kejadian ini menimbulkan pertanyaan terkait pengelolaan sampah dan kebersihan di kawasan tersebut. Mimi Nabiu, pengunggah […]

  • Rasa Takut dan Khawatir Terus Muncul? Yuk Kenali Apa Itu Gangguan Kecemasan

    Rasa Takut dan Khawatir Terus Muncul? Yuk Kenali Apa Itu Gangguan Kecemasan

    • calendar_month Kamis, 10 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 583
    • 0Komentar

    BalengkoSpace.com, Semua orang pasti pernah cemas. Misalnya saat mau ujian, wawancara kerja, atau menunggu kabar penting. Tapi kalau rasa cemas itu muncul terus-menerus, tanpa alasan jelas, bahkan bikin kamu susah tidur atau takut bertemu orang, bisa jadi itu gangguan kecemasan. Apa Itu Kecemasan? Kecemasan adalah rasa khawatir berlebihan yang muncul karena takut akan sesuatu, meskipun […]

  • Pernyataan sikap tertulis Forum BEM DIY terkait isu nasional

    Suarakan Delapan Tuntutan Rakyat, Forum BEM DIY Tegaskan Perlawanan Terhadap Kebijakan Otoriter

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Di samping itu, maraknya konversi dan eksploitasi tanah adat atas nama proyek investasi skala besar seperti food estate turut dikecam. Mahasiswa menegaskan bahwa tanah adat harus dipandang sebagai identitas kebudayaan, bukan sekadar komoditas ekonomi komersial. Guna meluruskan kembali roda tata kelola pemerintahan yang berpihak pada mandat konstitusi, Forum BEM DIY secara resmi merumuskan delapan tuntutan […]

  • Source : singgahkemasjid.blogspot.com

    Masjid Raya Baiturrahman Morotai: Infrastruktur Besar yang Belum Optimal untuk Shalat Idul Fitri

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Akbar Mangoda (Ketua DPD Partai Amanat Nasional Pulau Morotai)
    • visibility 519
    • 0Komentar

    Setiap kota yang mayoritas penduduknya beragama Islam umumnya memiliki satu bangunan yang bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga simbol peradaban umat. Bangunan itu adalah masjid raya. Ia tidak hanya menjadi tempat shalat lima waktu, tetapi juga pusat aktivitas keagamaan, ruang pertemuan umat, serta simbol kehadiran Islam dalam kehidupan sosial. Karena itu, ketika hari raya seperti […]

  • Proyek Labkesmas Pulau Morotai Senilai Rp15,3 Miliar Belum Rampung

    Proyek Labkesmas Pulau Morotai Senilai Rp15,3 Miliar Belum Rampung

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 280
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Proyek pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) di Kabupaten Pulau Morotai senilai Rp15,3 miliar hingga kini belum juga rampung, meski telah melewati beberapa kali adendum pekerjaan. Proyek yang dikerjakan oleh PT Wahana Dimensia Indonesia melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2025 itu kini menuai sorotan publik karena dinilai molor tanpa kepastian […]

  • Analisis Kemiskinan dalam Perspektif Islam dan Sosiologi

    Kritik Pandangan Islam tentang Kemiskinan: Solusi Nyata & Tanggung Jawab Sosial

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
    • account_circle Fahrul Abd. Muid
    • visibility 877
    • 0Komentar

    Fungsi Kemiskinan Dalam Rantai Kehidupan  Fungsi pertama, bahwa kemiskinan adalah menyediakan tenaga kerja untuk pekerjaan-pekerjaan kotor, tidak terhormat, berat, berbahaya, tetapi mereka dibayar sangat murah oleh orang-orang kaya. Orang miskin diperlukan untuk membersihkan got-got yang mampet, membuang sampah, menaiki gedung yang tinggi, bekerja di pertambangan yang tanahnya mudah runtuh, jaga malam, atau memelihara binatang milik […]

expand_less