Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Sentralisasi yang Membunuh: Eksploitasi Sulawesi Tengah dan Gagasan Desentralisasi Total

Sentralisasi yang Membunuh: Eksploitasi Sulawesi Tengah dan Gagasan Desentralisasi Total

  • calendar_month 14 jam yang lalu
  • visibility 57
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Teori desentralisasi fiskal Wallace Oates menunjukkan pentingnya pengambilan keputusan yang lebih dekat dengan masyarakat yang menerima dampaknya. Tetapi Sulawesi Tengah memperlihatkan persoalan yang lebih radikal, masyarakat bisa memilih pemerintah daerah, tetapi belum tentu dapat menentukan bagaimana kekayaan daerahnya dikelola. Demokrasi politik berjalan, tetapi demokrasi ekonomi tertinggal. Rakyat diberi hak memilih siapa yang memimpin daerah, tetapi tidak diberi kekuasaan yang memadai untuk menentukan siapa yang menikmati kekayaan daerah. Di titik inilah demokrasi menjadi prosedural sementara ekonomi tetap tersentralisasi. Teori resource curse juga mengingatkan bahwa kekayaan alam tidak otomatis menjadi berkah.

Kekayaan dapat menciptakan ketergantungan, memperbesar perebutan rente, melemahkan diversifikasi ekonomi, dan memperkuat struktur politik yang lebih sibuk mendistribusikan keuntungan daripada membangun kapasitas produktif. Karena itu, masalahnya bukan apakah nikel adalah berkah atau kutukan. Masalahnya adalah siapa yang menguasai nikel, siapa yang mengatur aturan mainnya, siapa yang menikmati nilai tambahnya, dan siapa yang membayar kerusakannya. Ketika surplus terkonsentrasi sementara biaya sosial dan ekologis disebarkan kepada masyarakat, kekayaan alam berhenti menjadi instrumen kesejahteraan dan berubah menjadi instrumen akumulasi. Pada titik inilah kritik terhadap oligarki menjadi penting. Oligarki tidak harus dipahami sebagai tuduhan terhadap individu tertentu. Yang lebih penting adalah membaca struktur yang memungkinkan kekayaan dan kekuasaan saling mengunci.

Siapa yang memiliki akses terhadap perizinan? Siapa yang menentukan kebijakan fiskal? Siapa yang menguasai informasi? Siapa yang mendapatkan insentif dan kemudahan investasi? Siapa yang memiliki kemampuan memengaruhi regulasi? Dan siapa yang menanggung ketika tanah kehilangan produktivitas, ruang hidup menyempit, air tercemar, pesisir berubah, atau ekosistem rusak? Jika keuntungan terkonsentrasi pada segelintir aktor sementara ongkosnya ditanggung masyarakat luas, maka yang harus diperiksa bukan hanya perilaku individu, melainkan struktur negara dan kebijakan yang memungkinkan ketimpangan itu terus diproduksi. Sebab selama ini rakyat terlalu sering diminta bersyukur. Bersyukur karena investasi masuk. Bersyukur karena smelter berdiri. Bersyukur karena hilirisasi berjalan.

  • Penulis: Ain Dadong. (Fungsionaris Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan dan Pemuda HMI Cabang Yogyakarta)
  • Editor: Tim Redaksi Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tampil di Pelantikan Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Kota Ternate IKPMKT DIY, Puisi Mahasiswa Halmahera Timur Getarkan Hati: Dari Sultan Khairun hingga Maba Sangaji

    Tampil di Pelantikan Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Kota Ternate IKPMKT DIY, Puisi Mahasiswa Halmahera Timur Getarkan Hati: Dari Sultan Khairun hingga Maba Sangaji

    • calendar_month Senin, 16 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.514
    • 0Komentar

    balengkospace.com Yogyakarta, 16 Juni 2025 – Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Kota Ternate (IKPMKT) Daerah Istimewa Yogyakarta resmi melantik jajaran pengurus baru periode 2025–2026 dalam sebuah seremoni yang berlangsung khidmat di Kantor Kalurahan Balecatur, Sleman, pada Minggu (15/6). Acara ini dihadiri puluhan mahasiswa asal Maluku Utara yang saat ini tengah menempuh pendidikan di Yogyakarta. Sejumlah organisasi […]

  • Polres Pulau Morotai Limpahkan Tersangka Kasus Pencabulan Anak ke Kejaksaan Negeri

    Polres Pulau Morotai Limpahkan Tersangka Kasus Pencabulan Anak ke Kejaksaan Negeri

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 279
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pulau Morotai resmi melimpahkan tersangka dan barang bukti dalam kasus dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Morotai. Pelimpahan tahap II ini menandai berakhirnya proses penyidikan dan dimulainya tahap penuntutan oleh pihak kejaksaan. Proses serah terima dilaksanakan pada Senin (29/6/2026) pukul […]

  • Source : Istimewa

    IAIN Ternate Sosialisasi PMB 2026 di Morotai: Kenalkan Jalur PTKIN dan Target UIN

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea
    • visibility 254
    • 0Komentar

    MOROTAI (BALENGKO) — Tim sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) IAIN Ternate menyambangi Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Nurul Yaqin, Kabupaten Pulau Morotai, Rabu (4/2/2026). Kegiatan ini bertujuan memotivasi siswa kelas XII untuk melanjutkan studi sekaligus memperkenalkan program unggulan tahun akademik 2026/2027. Jalur Masuk dan Beasiswa Dalam sosialisasi tersebut, tim memaparkan tiga jalur utama pendaftaran bagi calon […]

  • Massa aksi membentangkan spanduk berisi kritik tajam dan penolakan terhadap Budiman Sudjatmiko serta Nusron Wahid di tengah forum diskusi "Pancasila Pemersatu Bangsa" di GIK UGM, Yogyakarta, Senin (15/6/2026). Ketegangan ini memaksa panitia dan aparat keamanan mengevakuasi para pejabat negara tersebut dari lokasi acara. (Foto: Istimewa)

    Dituding ‘Pengkhianat Reformasi’, Kehadiran Budiman Sudjatmiko dan Nusron Wahid di UGM Ditolak Massa

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 242
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, YOGYAKARTA – Gelombang pergerakan mahasiswa di ruang akademis kembali memanas. Forum diskusi kebangsaan bertajuk “Pancasila Pemersatu Bangsa Indonesia” yang diselenggarakan di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Senin malam (15/06/2026) berakhir dengan ketegangan hebat. Ratusan mahasiswa menggelar aksi protes keras yang berujung pada pembubaran paksa acara. Insiden Diskusi Pancasila […]

  • Gerakan Mahasiswa : Merebut Kemenangan atau Tunduk pada Kekuasaan

    Gerakan Mahasiswa : Merebut Kemenangan atau Tunduk pada Kekuasaan

    • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
    • account_circle Faturahman Djaguna
    • visibility 1.190
    • 0Komentar

    Membaca Degradasi Gerakan Mahasiswa Dalam alam pikiran kritis Menganalisis degradasi gerakan mahasiswa salah satu premis utama jika memakai kacamata teori kritis adalah kritik terhadap “rasionalitas instrumental” cara berpikir yang hanya berorientasi pada efisiensi dan hasil praktis tanpa mempertimbangkan dimensi etis dan emansipatoris. Dalam karangka ini pendidikan dan mahasiswa rasionalitasnya menggeser universitas dari ruang kritik menjadi […]

  • Pengurus GP Ansor Kota Tidore Kepulauan menyerahkan hadiah Natal kepada lansia dan pemuda yatim piatu di Desa Kusu, Kecamatan Oba Utara, Rabu (24/12/2025).

    GP Ansor Tidore Bagikan Hadiah Natal untuk Lansia dan Yatim Piatu di Desa Kusu

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 441
    • 0Komentar

    “Kita memang berbeda dalam keyakinan, tetapi kita satu dalam kemanusiaan,” ujarnya. Jafar juga menyinggung sejarah panjang GP Ansor secara nasional dalam menjaga toleransi, salah satunya melalui peran Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang rutin terlibat dalam pengamanan gereja saat perayaan Natal. Ia menyebut sosok almarhum Riyanto, anggota Banser yang gugur saat mengamankan gereja di Mojokerto, Jawa […]

expand_less