Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Sentralisasi yang Membunuh: Eksploitasi Sulawesi Tengah dan Gagasan Desentralisasi Total

Sentralisasi yang Membunuh: Eksploitasi Sulawesi Tengah dan Gagasan Desentralisasi Total

  • calendar_month 14 jam yang lalu
  • visibility 56
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Bersyukur karena pertumbuhan ekonomi tinggi. Tetapi rakyat juga berhak bertanya: bagaimana dengan tanahyang berubah? Bagaimana dengan ruang hidup masyarakat? Bagaimana dengan udara, air, laut, pesisir, hutan, dan ekosistem? Bahkan kajian mengenai kawasan industri Morowali telah mulai menunjukkan indikasi perubahan ekologis yang berkaitan dengan ekspansi industri, meskipun temuan tersebut masih perlu dibaca secara hati-hati karena bersifat preprint. Justru karena itu, negara seharusnya tidak menunggu kerusakan menjadi tak terbantahkan. Pembangunan yang hanya menghitung keuntungan ekonomi hari ini dan mengabaikan biaya ekologis besok bukan pembangunan; itu pemindahan utang kepada generasi yang belum lahir. Lebih jauh, persoalan fiskal menunjukkan bahwa ketimpangan tersebut bukan sekadar teori.

Muncul klaim mengenai kurang salur DBH sumber daya alam pertambangan sekitar Rp900 miliar sejak 2023 hingga 2026, sementara sekitar Rp13 miliar disebut baru dibayarkan. Klaim tersebut tentu harus dikonfirmasi melalui data resmi pemerintah pusat. Tetapi apabila benar, dampaknya tidak berhenti di atas kertas. Kurang salur berarti kapasitas pembangunan daerah dapat tertekan ketika masyarakat membutuhkan jalan, sekolah, rumah sakit, pelayanan publik, dan perlindungan lingkungan. Bahkan muncul persoalan mengenai status Sulawesi Tengah dalam skema DBH minerba 2027 yang juga membutuhkan penjelasan transparan. Daerah yang menanggung dampak eksploitasi tidak boleh kehilangan hak hanya karena formula administratif gagal membaca kenyataan ekonomi di lapangan. Karena itu, perjuangan Sulawesi Tengah tidak boleh diposisikan sebagai daerah yang sedang meminta belas kasihan kepada Jakarta.

  • Penulis: Ain Dadong. (Fungsionaris Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan dan Pemuda HMI Cabang Yogyakarta)
  • Editor: Tim Redaksi Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Izzah Qurrata’ain Juara 1 MTQ Internasional di Qatar, Perjalanan Inspiratif Menuju Kemenangan

    Izzah Qurrata’ain Juara 1 MTQ Internasional di Qatar, Perjalanan Inspiratif Menuju Kemenangan

    • calendar_month Kamis, 30 Jan 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 661
    • 0Komentar

    Menjadi juara dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat internasional bukanlah hal yang mudah. Bagi Izzah Qurrata’ain, perjalanan menuju kemenangan dimulai jauh sebelum hari perlombaan. Bersama sang ayah, ia mempersiapkan diri dengan latihan intensif, memastikan tajwid, suara, dan intonasi bacaannya sempurna. Bahkan setelah tiba di Jakarta, sebelum berangkat ke Qatar, ia masih terus berlatih demi […]

  • Sejumlah pengurus IKA PMII Maluku Utara berfoto bersama perwakilan Harita Grup usai menggelar audiensi di Ternate.

    Perkuat Sinergitas, PW IKA PMII Malut Gelar Audiensi dengan Harita Grup

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 523
    • 0Komentar

    Harita Nickel Siap Bersinergi Non Government Relation Harita Nickel, Handi, menyampaikan bahwa perusahaan terbuka untuk bekerja sama dan membangun kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk IKA PMII Malut. “Kami siap bersinergi dalam berbagai terobosan dan inovasi untuk membangun Maluku Utara,” ujar Handi. Ia menegaskan bahwa sebagai perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah ini, Harita Nickel […]

  • Source : Istimewa

    Kurikulum Aswaja Tak Diterapkan, Kader NU Sula Desak Evaluasi Kepala MA Maarif NU Wailau

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 360
    • 0Komentar

    SANANA (BALENGKO), 3 Februari 2026 – Kader Muda Nahdlatul Ulama (NU) Kepulauan Sula menyoroti kinerja Kepala Madrasah Aliyah (MA) Maarif NU Wailau terkait pengabaian kurikulum organisasi. Lembaga pendidikan yang berdiri sejak 2020 tersebut dinilai tidak menjalankan proses pembelajaran sesuai ketentuan dan aturan Nahdlatul Ulama. Kader Muda NU Kepulauan Sula, Ahmad Sapsuha, S.Hi., menyatakan bahwa pengelolaan […]

  • Dialog publik PMII bahas sengketa lahan Ternate

    Ternate Krisis Kepercayaan: Pejabat Absen Dialog Sengketa Lahan, PC PMII Ternate Bereaksi

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 968
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE – Ternate, Kamis (14/8/25) Sengketa lahan yang melibatkan Polda Maluku Utara (Malut) dan warga di kawasan Ubo-Ubo, Kayu Merah, dan Bastiong Karance di Ternate kini memasuki babak baru. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Ternate dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Kota Ternate mengambil peran penting, menyoroti ketidakadilan dan potensi konflik sosial. Pada […]

  • BIROKRASI ALA SHERLY TJOANDA LAOS

    BIROKRASI ALA SHERLY TJOANDA LAOS

    • calendar_month Kamis, 13 Mar 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 1.184
    • 1Komentar

    Sumber Foto : Istimewa Oleh: Fahrul Abd. MuidPenulis adalah Dosen IAIN Ternate dan Peneliti Media Gerbong Nusantara Dentuman reformasi birokrasi ala Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos menjadi “tahiyyat awal” untuk memulai akan membereskan manajemen tata kelola pemerintahan Provinsi Maluku Utara hari ini yang wajib hukumnya berdasarkan pada asas transparansi, akuntabilitas, aksesibilitas, efektif dan efisien […]

  • Filosofi tentang Waktu di Antara Kehilangan dan Cinta

    Filosofi tentang Waktu di Antara Kehilangan dan Cinta

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle Riki Arista
    • visibility 561
    • 0Komentar

    Kehilangan datang sebagai penagihnya, sementara cinta hampir selalu datang sebagai janji. Waktu berdiri di antara keduanya, menentukan segalanya seperti hakim yang diam. Kita sering berpikir bahwa cinta adalah tentang perasaan, dan kehilangan adalah tentang nasib. Namun, jika kita melihat lebih dalam, keduanya adalah tentang waktu, tentang kapan kita bertemu, berapa lama kita bersama, dan kapan semuanya runtuh atau hanya menjadi kenangan.

expand_less