Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » EDUTALKS » Status Ibu Kota Sofifi Masih Tanda Tanya, Bacarita Otonomi Ungkap Ketimpangan Administratif

Status Ibu Kota Sofifi Masih Tanda Tanya, Bacarita Otonomi Ungkap Ketimpangan Administratif

  • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
  • visibility 830
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Sofifi secara resmi ditetapkan sebagai ibu kota Provinsi Maluku Utara oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 4 Agustus 2010. Namun sejak itu hingga kini, belum terbentuk pemerintahan otonom yang beroperasi penuh di wilayah tersebut. Banyak fungsi pemerintahan masih dijalankan dari Kota Ternate, yang notabene bukan lagi ibu kota secara hukum.

Kondisi ini menimbulkan sejumlah persoalan serius, mulai dari tumpang tindih kewenangan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kota/kabupaten, hingga kerancuan dalam pelaksanaan urusan wajib pemerintahan sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Dalam forum ini juga disorot berbagai upaya yang telah dilakukan untuk memperjelas status Sofifi. Baik melalui jalur legislasi, seperti usulan pembentukan daerah otonom baru, maupun melalui jalur yudisial lewat uji materi di Mahkamah Konstitusi. Namun hingga kini belum ada keputusan final yang memberikan solusi tegas atas masalah ini.

Selain dampak hukum, peserta diskusi juga menyoroti dampak sosial terhadap warga Sofifi dan masyarakat Maluku Utara secara umum. Ketidakpastian status ibu kota berdampak pada lambatnya pembangunan infrastruktur, minimnya layanan publik, hingga rendahnya investasi.

Diskusi Bacarita Otonomi menjadi panggilan bagi semua pihak, terutama pemerintah pusat dan DPR RI, untuk mengambil langkah strategis dalam menuntaskan ketidakjelasan status Sofifi. Penetapan ibu kota bukan hanya keputusan administratif, melainkan juga soal legitimasi, identitas daerah, dan masa depan pelayanan publik.(red)

  • Penulis: Redaksi Balengko Space
  • Editor: Tim Redaksi Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Konferensi pers klarifikasi laka lantas di Polres Pulau Morotai

    Polres Pulau Morotai Beri Klarifikasi Terkait Insiden Laka Lantas Anggota

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 250
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Kepolisian Resor (Polres) Pulau Morotai melalui Satuan Samapta memberikan klarifikasi resmi mengenai insiden kecelakaan lalu lintas yang menyeret salah satu oknum anggotanya, yang berinisal Bripka D. Pihak kepolisian menegaskan bahwa peristiwa tersebut murni merupakan musibah jalanan yang tidak direncanakan oleh pihak mana pun. Dalam konferensi pers yang digelar di ruang rapat […]

  • Source : Istimewa

    HMTPWK UNUTARA Gelar Workshop Geospasial: Pelatihan Pemetaan Dan Pengelolaan Data Drone

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 1.023
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO) – Himpunan Mahasiswa Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota (HMTPWK) Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA) sukses menyelenggarakan Workshop Geospasial Seri 1 dengan tema “Pelatihan Pemetaan dan Pengelolaan Data Drone”, bertempat aula Kampus UNUTARA. Jumat (13/02/2026). Adapun narasumber yang dihadirkan yakni Andi Arkam, S.T, yang juga merupakan Alumni Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas […]

  • Makrab PKPM NUKU Yogyakarta 2025: Merajut Kebersamaan Mahasiswa Tidore di Tanah Rantau

    Makrab PKPM NUKU Yogyakarta 2025: Merajut Kebersamaan Mahasiswa Tidore di Tanah Rantau

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle muzsta
    • visibility 934
    • 0Komentar

    balengkospace.com Yogyakarta, 30 Mei 2025 – Perkumpulan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa NUKU (PKPM NUKU) Yogyakarta sukses menggelar Malam Keakraban (Makrab) 2025 di kawasan alam Kulon Progo, DIY. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari (30 Mei–1 Juni) ini mengusung tema “Merajut Kebersamaan, Menyatukan Langkah dalam Harmoni Persaudaraan”, dengan fokus memperkuat ikatan antaranggota dan identitas kultural mahasiswa Tidore di […]

  • Sumber Foto: iluvislam.com

    Intelijen di Era Multipolar: Dari Hudzaifah bin al-Yaman hingga Krisis Nurani Global

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Muhammad
    • visibility 549
    • 0Komentar

    Ketika dunia kembali terbelah dalam persaingan multipolar antara Amerika Serikat, Tiongkok, Rusia, dan kekuatan regional lain, intelijen menjadi senjata utama yang menentukan arah geopolitik. Namun, di tengah kebisingan algoritma dan operasi rahasia lintas negara. Pada bagian ini ada satu hal yang saya ajukan setidaknya paling  mendasar yaitu moral. Figur Hudzaifah bin al-Yaman, Shahibu Sirri Rasulullah […]

  • Rektor UNUTARA Dr. M. Nasir Tamalene (kanan) bersama Dubes RI di Uzbekistan, Prof. Siti Ruhaini Dzuhayatin (tengah) . Kunjungan ini bertujuan membuka peluang bagi lulusan PTNU untuk berkarir sebagai tenaga pendidik sains di sekolah internasional Uzbekistan. (Foto: Istimewa)

    LPTNU Jajaki Kerja Sama Pendidikan di Uzbekistan, Siapkan Lulusan Berwawasan Global

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 610
    • 0Komentar

    Kolaborasi Antar-Perguruan Tinggi Dubes RI untuk Uzbekistan, Prof. Siti Ruhaini Dzuhayatin, menyambut positif inisiatif ini. Ia berharap LPTNU mampu mencetak tenaga pendidik berwawasan global melalui kolaborasi solid antar-perguruan tinggi NU di seluruh Indonesia. Kunjungan ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi program-program produktif di masa depan, antara lain: Melalui kemitraan ini, LPTNU berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan […]

  • Situasi ricuh aksi demonstrasi buruh DPR RI yang menewaskan pengemudi ojek online Affan Kurniawan

    LBH Ansor Ternate Desak Presiden Copot Kapolri, Ingatkan Pola Represif 1998

    • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.211
    • 0Komentar

    Peringatan Pola Represif 1998 LBH Ansor menilai tragedi Bendungan Hilir mencerminkan pola represif yang mirip dengan krisis politik 1998. Saat itu, aparat menekan gerakan rakyat, tetapi justru memicu kejatuhan rezim. “Kami melihat sebagian elit sengaja mendesain skema terstruktur untuk melemahkan Presiden Prabowo. Pola represif seperti ini bisa memicu opini publik agar Presiden dipaksa mundur, sebagaimana […]

expand_less