Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » RADAR KAMPUS » Toilet Rusak, Tidur Tak Nyaman: Mahasiswa Malut di Yogyakarta Harap Gubernur Peduli Kondisi Asrama

Toilet Rusak, Tidur Tak Nyaman: Mahasiswa Malut di Yogyakarta Harap Gubernur Peduli Kondisi Asrama

  • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
  • visibility 1.258
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

“Kalau mau buang air besar kami harus ke masjid atau Indomaret, karena septic tank penuh dan toiletnya tak bisa dipakai,” ungkap Gaston kepada kontributor Balengko Space, Minggu (20/7).

Lebih parahnya lagi, saat musim hujan tiba, air masuk ke dalam asrama melalui atap yang bocor. Lantai asrama pun kerap tergenang air, membuat mahasiswa sulit untuk belajar maupun beristirahat.

“Kalau hujan, air bocor dari atap dan menggenangi lantai. Sangat tidak nyaman. Kami berharap di masa pemerintahan Gubernur Sherly, yang katanya peduli pendidikan, bisa benar-benar membawa perubahan untuk asrama ini,” tambahnya.

Asrama mahasiswa merupakan salah satu aset daerah yang harus dijaga dan dirawat, baik dari segi bangunan maupun penghuninya. Kepedulian pemerintah terhadap kondisi asrama mencerminkan keseriusan dalam membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) Maluku Utara.

Mahasiswa berharap Pemprov Maluku Utara segera turun tangan menangani persoalan ini, agar asrama dapat kembali menjadi tempat yang nyaman dan layak bagi para pelajar perantauan yang menimba ilmu di Yogyakarta.(red)

@balengkospace

🛏️🚿 Asrama Tak Layak Huni, Mahasiswa Malut di Yogya bersuara! Toilet rusak, kamar pengap, tidur tak nyaman. Mahasiswa Maluku Utara yang sedang menuntut ilmu di Yogyakarta berharap ada perhatian serius dari Pemprov. Mereka tak minta dimanjakan, hanya ingin tempat tinggal yang layak. baca selengkapnya di balengkospace.com 📍#BalengkoSpace #MahasiswaMalut #AsramaMahasiswa #Yogyakarta #PendidikanLayak

♬ suara asli - balengkospace - balengkospace
  • Penulis: Redaksi Balengko Space
  • Editor: Tim Redaksi Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kedaulatan di Setiap Ombak: Anak Pulau Loloda dan Perjuangan Menjaga Laut Halmahera

    Kedaulatan di Setiap Ombak: Anak Pulau Loloda dan Perjuangan Menjaga Laut Halmahera

    • calendar_month Minggu, 10 Agt 2025
    • account_circle Muhammad Asmar Joma
    • visibility 657
    • 0Komentar

    Kedaulatan Bukan Sekadar Bendera Membela pulau berarti menolak reduksi kedaulatan menjadi sekadar pengibaran bendera atau patroli angkatan laut. Kedaulatan sejati lahir dari keberlanjutan komunitas, ketika laut dijaga dari pencemaran, ketika hasil tangkapan cukup untuk menghidupi keluarga, ketika tanah tidak dijual kepada investor asing yang hanya ingin membangun resort mewah. Dalam The Ocean Economy in 2030 […]

  • Source : Istimewa

    Genjot PAD Morotai, Naswin Rowo Desak Pengaktifan Palang Pintu Pasar dan Mall Morotai

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea
    • visibility 386
    • 0Komentar

    Mall Morotai untuk Pusat Elektronik Selain sektor transportasi dan pasar, Ketua DPC PKB Pulau Morotai ini juga memberikan solusi taktis kepada Dinas Perindagkop terkait optimalisasi Mall Morotai. Ia mengusulkan agar para penjual perangkat seluler (konter HP) yang saat ini tersebar di area Kampung Cina diarahkan untuk mengisi gerai di Mall Morotai. “Kami mengusulkan sistem sewa […]

  • Gunung Gamkonora

    Keunikan Gunung Gamkonora dan Rute Pendakian yang harus kalian ketahui

    • calendar_month Rabu, 8 Jan 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 2.915
    • 1Komentar

    Rute Pendakian Gunung Gamkonora 1. Ternate ke Jailolo Perjalanan dimulai dari Pelabuhan Dufa-Dufa, Kota Ternate Utara. Anda bisa menyeberang ke Jailolo, Halmahera Barat, menggunakan: • Speedboat: Tarif sekitar Rp80.000, dengan waktu tempuh ±1 jam. • Kapal Kayu: Tarif lebih terjangkau, namun waktu tempuh mencapai ±2 jam. 2. Jailolo ke Titik Pendakian Setelah tiba di Pelabuhan […]

  • Massa aksi BATOMA Jabodetabek membawa poster dan spanduk penolakan rasisme saat menggelar aksi di depan Komnas HAM RI, Jakarta.

    BATOMA Datangi KemenHAM dan Komnas HAM, Tuntut Negara Hentikan Rasisme terhadap Yakob dan Yance Sayuri

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 421
    • 0Komentar

    TUNTUTAN : 1. Mendesak Komnas HAM RI untuk segera menyelidiki secara independen dan terbuka rangkaian tindakan rasisme terhadap Yakob Sayuri dan Yance Sayuri, termasuk ujaran rasis seperti “monyet”, “hitam”, “keriting”, dan “penghuni hutan” yang berulang kali muncul di ruang publik dan media sosial. 2. Menuntut negara melalui Kemenham RI untuk memberikan perlindungan HAM yang nyata […]

  • Peserta field trip Geosite Foramadiahi dan Banjir Rua Ternate mengamati endapan vulkanik.

    Field Trip Geosite Foramadiahi dan Banjir Rua: HAGI, IAGI, IAP Dorong Mitigasi Bencana di Ternate

    • calendar_month Minggu, 12 Okt 2025
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 749
    • 0Komentar

    Sementara di Geosite Foramadiahi, peserta dapat menyaksikan langsung singkapan batuan yang telah berusia 2,7 juta tahun. Berdasarkan fase geologi, batuan ini termasuk dalam kelompok Gamalama Tua, memberikan gambaran tentang sejarah geologis kawasan yang sangat panjang. Taufik, S.T., anggota IAP Malut, menekankan urgensi perencanaan wilayah berbasis mitigasi bencana. “Kota Ternate merupakan daerah yang rawan terhadap bencana […]

  • Situasi ricuh aksi demonstrasi buruh DPR RI yang menewaskan pengemudi ojek online Affan Kurniawan

    LBH Ansor Ternate Desak Presiden Copot Kapolri, Ingatkan Pola Represif 1998

    • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.100
    • 0Komentar

    Peringatan Pola Represif 1998 LBH Ansor menilai tragedi Bendungan Hilir mencerminkan pola represif yang mirip dengan krisis politik 1998. Saat itu, aparat menekan gerakan rakyat, tetapi justru memicu kejatuhan rezim. “Kami melihat sebagian elit sengaja mendesain skema terstruktur untuk melemahkan Presiden Prabowo. Pola represif seperti ini bisa memicu opini publik agar Presiden dipaksa mundur, sebagaimana […]

expand_less