Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » BACARITA MOROTAI: PERTEMUAN ANTARA KETUM HIPPMAMORO JOGJA SEKALIGUS KOORINATOR UMUM FORUM BEM DIY,  BERSAMA DR. FIRMAN JAYA DAELI MANTAN DPR RI/MPR RI

BACARITA MOROTAI: PERTEMUAN ANTARA KETUM HIPPMAMORO JOGJA SEKALIGUS KOORINATOR UMUM FORUM BEM DIY,  BERSAMA DR. FIRMAN JAYA DAELI MANTAN DPR RI/MPR RI

  • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
  • visibility 1.128
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Pertemuan antara Dr. Firman Jaya Daeli, S.H., M.H., seorang tokoh nasional yang dikenal dengan pandangan kenegarawanan dan pengalaman panjang sebagai mantan anggota DPR RI dan MPR RI, bersama Faturahman Djaguna, Koordinator Umum Forum BEM Daerah Istimewa Yogyakarta yang juga putra daerah Pulau Morotai, Maluku Utara, menjadi ruang diskusi strategis yang sarat makna tentang arah pembangunan dan dinamika politik daerah. Dalam pertemuan yang berlangsung hangat, keduanya membedah realitas Morotai dalam tiga bingkai besar, geopolitik, geostrategis, dan geoekonomi, serta melahirkan kritik tajam terhadap arah kepemimpinan daerah yang dinilai kehilangan arah dan kepekaan terhadap persoalan rakyat.

Secara geopolitik Pulau Morotai memiliki posisi yang amat penting di garis depan wilayah kedaulatan Indonesia. Pulau ini menjadi gerbang timur Indonesia di Samudra Pasifik dan berbatasan langsung dengan Filipina, menjadikannya titik strategis dalam menjaga pertahanan nasional sekaligus hubungan antarnegara di kawasan Pasifik Barat. Dr. Firman Jaya Daeli menekankan bahwa Morotai tidak boleh hanya dipandang sebagai daerah administratif di Maluku Utara, tetapi sebagai wilayah penyangga pertahanan dan diplomasi negara. Morotai semestinya menjadi pusat aktivitas strategis nasional dalam bidang maritim, perikanan, dan pertahanan laut. Namun dalam praktiknya, potensi geopolitik tersebut masih diabaikan, baik oleh pemerintah pusat maupun oleh pemerintah daerah sendiri. Visi pembangunan yang seharusnya berbasis geopolitik belum pernah terwujud secara sistematis dalam kebijakan publik daerah.

Dari aspek geostrategis Morotai menyimpan warisan historis sebagai pangkalan militer Sekutu pada masa Perang Dunia II simbol bahwa sejak dahulu, wilayah ini memegang peran vital dalam percaturan global. Namun pasca kemerdekaan, Morotai seperti kehilangan narasi strategisnya. Menurut Faturahman Djaguna, pemerintah daerah belum mampu membaca posisi dan peluang strategis ini. Pembangunan yang dijalankan masih bersifat jangka pendek, tanpa peta jalan jangka panjang yang menempatkan Morotai sebagai simpul strategis di kawasan timur Indonesia. Ia menegaskan, “Pemimpin daerah hanya mengelola wilayah, bukan memimpin masa depan. Padahal, Morotai punya sejarah dan letak yang tidak semua daerah miliki.”

  • Penulis: Faturahman Djaguna
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media
  • Sumber: Faturahman Djaguna

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Soroti Unggahan di Medsos, KONI Morotai Buka Suara dan Hormati Proses Hukum.

    Soroti Unggahan di Medsos, KONI Morotai Buka Suara dan Hormati Proses Hukum.

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 455
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pulau Morotai memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar di media sosial Facebook 7 Juni kemarin mengenai keberangkatan kontingen pada salah satu ajang olahraga daerah. KONI Pulau Morotai menilai informasi yang dipublikasikan melalui akun pribadi seorang oknum wartawan tersebut bergulir tanpa konfirmasi, sehingga memicu perbedaan persepsi […]

  • Strategi Konektivitas dan Jebakan Tata Ruang di Maluku Utara

    Strategi Konektivitas dan Jebakan Tata Ruang di Maluku Utara

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle Abdul Kharis Musa Akademisi Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara
    • visibility 292
    • 0Komentar

    Maluku Utara menghadapi persoalan fragmentasi spasial. Dengan luas wilayah sekitar 3,15 juta hektare, yang terdiri dari sekitar 1,12 juta hektare daratan dan 2,02 juta hektare laut, Maluku Utara memiliki karakter geografis kepulauan yang strategis, kaya sumber daya alam, serta memiliki sejarah rempah yang mendunia. Namun, karakteristik geografis tersebut belum sepenuhnya diterjemahkan dalam paradigma pembangunan. Laut masih sering diperlakukan sebagai batas, bukan […]

  • Source : Istimewa

    PERKADERAN HMI SEBAGAI LABORATORIUM INTELEKTUAL DANGAGASAN KEBANGSAAN

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Madarudin Lapandewa
    • visibility 529
    • 0Komentar

    Himpunan Mahasiswa Islam yang prakarsai oleh Ayah Handa Lafran Pane pada tanggal 5 Februari Tahun 1947 bertepatan di Sekolah Tinggi Islam (STI) di ruang mata kuliah ilmu Tafsir dengan tujuan pertama mempertahankan NKRI dan Mempertinggi derajat rakyat Indonesia, kedua Menegakkan serta mengembangkan ajaran Islam. Kedua tujuan ini sebagai dasar moral pijakan perkaderan yang harus di […]

  • Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pulau Morotai yang berlokasi di pusat pemerintahan. Instansi ini tengah menjadi sorotan publik terkait dugaan tindakan represif oknum anggota saat pengamanan aksi massa ARIT. (Foto: Dok. Balengko Space).

    Dinilai Normalisasi Kekerasan, Kasatpol PP Morotai Belum Minta Maaf Usai Dugaan Pemukulan Aktivis

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 530
    • 0Komentar

    PULAU MOROTAI, BALENGKO SPACE – Pernyataan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Pulau Morotai, Akri Yuti Wijaya, terus menuai polemik. Kecaman publik mengalir deras setelah Akri menyebut insiden dugaan pemukulan aktivis saat demonstrasi sebagai “hal biasa”. Hingga Kamis (7/5/2026), belum ada pernyataan maaf resmi dari pimpinan Satpol PP tersebut. Insiden ini bermula pada […]

  • Gambar Ilustrasi, Source : Istimewa

    Distribusi Air Makin Stabil, Kinerja Pelayanan PDAM Galela Raih Apresiasi Warga

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 505
    • 0Komentar

    GALELA (BALENGKO) – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Galela mendapatkan respons positif dari masyarakat terkait peningkatan signifikan kualitas pelayanan dalam beberapa pekan terakhir. Distribusi air bersih yang sebelumnya sering terkendala, kini dilaporkan berjalan lancar, stabil, dan merata di berbagai wilayah pelayanan. Langkah strategis PDAM Galela dalam membenahi sistem distribusi dan pengelolaan jaringan dinilai berhasil menjawab […]

  • Hutan Menangis, Rakyat Berdarah: Surat Terbuka untuk Penguasa Buta

    Hutan Menangis, Rakyat Berdarah: Surat Terbuka untuk Penguasa Buta

    • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
    • account_circle Muhamad Yudis Kamah
    • visibility 522
    • 0Komentar

    Di tengah geliat pembangunan yang digadang-gadang membawa kesejahteraan, kampung sering kali dipandang sebagai wilayah tertinggal, identik dengan kekumuhan, konflik, dan ketertinggalan. Namun di balik stigma itu, kampung justru menjadi garda terdepan dalam mempertahankan ruang hidup dari berbagai bentuk ketidakadilan: penggusuran, bentrokan lahan, hingga perampasan wilayah adat. Ironisnya, ketika warga kampung mempertahankan haknya, respons yang muncul […]

expand_less