ISRAEL-PALESTINA TERCIPTA DARI TANAH SENGKETA
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 52
- comment 0 komentar

Source : Getty Image
Apakah konflik antara orang-orang yahudi Israel dengan orang-orang arab palestina adalah konflik agama atau hanya rebutan tanah sengketa saja? Dengan pendekatan historis dapat kita temukan jawaban yang sebenarnya atas pertanyaan tersebut. Dulu, pendiri Koloseum di Romawi bernama Vespasianus yang sekaligus menjabat sebagai Walikota Romawi. Pada tahun 1979 Koloseum ini berhasil diresmikan oleh anaknya Vespasianus bernama Titus sebagai Kaisar Romawi yang sangat kejam-bengis-diktator. Koloseum di Romawi ini seperti Stadion Sepak Bola yang kapasitasnya bisa menampung penonton sebanyak 80.000.000 -delapan puluh ribu orang penonton.
Hanya saja yang ditonton di stadion itu bukan pertandingan sepak bola antara satu club melawan club lainnya. Tetapi, yang mereka saksikan adalah pertarungan semacam Gladiator antara seorang petarung manusia melawan manusia dan/atau seorang budak melawan budak lainnya dan kebanyakan budak-budak yang disuruh bertarung itu berkebangsaan yahudi, dan seorang budak yahudi juga dipaksa untuk melawan binatang buas. Jika dalam pertarungan itu, seorang budak atau petarung itu tumbang dan berdarah-darah bahkan tewas-mati karena dikalahkan oleh binatang, maka mereka yang menonton di Koloseum akan bersorak-sorak dan bertepuk tangan penuh kegembiraan karena budak atau petarung sudah ada yang tergelatak tewas karena dikalahkan oleh binatang. Tradisi Gladiator-saling baku bunuh ini dianggap biasa-biasa saja-betapa rusaknya kemanusiaan mereka. Coba itu kawan!
Untuk memahami asal-muasal akar konflik agrarian-sengketa tanah antara orang yahudi Israel dengan orang arab palestina ini. Marilah kita memotretnya pada approach-historical Nabi Musa As. Suatu ketika, Nabi Musa As berpamitan kepada kaumnya untuk pergi sebentar saja kurang lebih 40-empat puluh hari lamanya ke bukit Tursina untuk menerima wahyu dari Allah Swt-wakallamallhu Muusaa takliman. Maka, dibelakang Musa tampillah seorang muridnya yang bernama Samiri. Dan, Samiri telah berhasil mempengaruhi akidah kaumnya untuk meninggalkan ajaran Nabi Musa As, dengan tidak lagi menyembah kepada Allah Swt-Tuhan-Nya Nabi Musa As.
Samiri sebagai provokator ulung telah berhasil membangun basis argumennya dengan mengatakan kepada kaum Nabi Musa As, bahwa saat ini kita secara nyata telah ditinggalkan oleh Nabi Musa As dan Tuhan-Nya. Maka, mulai saat ini kalian harus ikut kepadaku untuk meninggalkan ajaran Nabi Musa As yang penuh dengan kebohongan dan tidak lagi menyembah Tuhan-Nya. Karena Nabi Musa dengan sengaja telah meninggalkan kita. Samiri pun dengan penuh percaya diri mengatakan kepada mereka bahwa, saya ini adalah murid terbaiknya Musa As yang mengetahui secara persis bahwa, Tuhan-Nya Musa itu tidak masuk akal sehat dan selama ini kita ternayata telah dibohongi oleh Nabi Musa. Watak Samiri inilah awal-mulanya merupakan pesonifikasi dari watak aslinya orang-orang yahudi di atas dunia ini.
- Penulis: Fahrul Abd Muid Adalah Dosen IAIN Ternate & Wakil Ketua PW. GP. Ansor Maluku Utara
- Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Saat ini belum ada komentar