Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » JALUR ENERGI, DOLAR, DAN HEGEMONI: IRAN DAN AS MEMPENGARUHI EKONOMI ASIA PASIFIK

JALUR ENERGI, DOLAR, DAN HEGEMONI: IRAN DAN AS MEMPENGARUHI EKONOMI ASIA PASIFIK

  • calendar_month 9 jam yang lalu
  • visibility 140
  • comment 0 komentar

Ketegangan geopolitik yang sudah berlangsung lama antara Amerika Serikat dan Iran tidak hanya menciptakan gejolak di Timur Tengah, tetapi juga menimbulkan dampak yang jauh lebih luas terhadap perekonomian global, khususnya kawasan Asia Pasifik. Persaingan antara kedua negara ini bukan sekadar persoalan diplomasi atau pertikaian politik semata, melainkan merupakan perjuangan terbuka untuk menguasai jalur-jalur energi vital dunia, mengendalikan perdagangan mata uang, serta mempertahankan hegemoni dalam arsitektur ekonomi global. Kawasan Asia Pasifik, yang dikenal sebagai kawasan dengan ekonomi terbesar dan paling berkembang pesat, pada akhirnya harus menanggung beban langsung dari pergulatan kekuatan besar ini. Kondisi tersebut semakin rumit karena kawasan ini masih sangat bergantung pada pasokan energi yang berasal dari wilayah yang kerap dilanda kehangatan dan ketegangan.

Geopolitik Iran dan AS dalam Kerangka Ekonomi Global, Iran sering dianggap sebagai pemasok energi yang sangat penting bagi perdagangan minyak global. Negeri ini tercatat memiliki sekitar 15 persen cadangan minyak dunia dan menguasai hampir 20 persen pasokan energi di seluruh Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi perdagangan minyak internasional. Kendati peran Iran cukup krusial dalam rantai pasok energi global, pendekatan kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang keras terhadap Iran melalui penerapan sanksi ekonomi dan upaya menutup akses pasar energi Iran justru memperparah ketegangan yang sudah berlangsung selama puluhan tahun. Di sisi lain, Amerika Serikat memiliki pengaruh yang sangat besar dalam sistem keuangan dunia, sebagian besar berkat posisi dominan dolar AS sebagai mata uang utama dalam perdagangan energi.

Sanksi ekonomi yang diturunkan Washington kepada Teheran memiliki dua misi sekaligus. Misi pertama adalah mengisolasi ekonomi Iran dan menghalangi ekspor minyaknya ke berbagai negara. Misi kedua adalah menjaga hegemoni dolar AS dalam perdagangan internasional. Melalui kekuatan finansial ini, Amerika Serikat tidak hanya berusaha mengendalikan dinamika pasar energi, tetapi juga memberikan tekanan kepada negara-negara besar yang selama ini bergantung pada pasokan energi Iran agar mengikuti kebijakan Washington, meskipun langkah-langkah tersebut berpotensi mengganggu perekonomian mereka sendiri.

  • Penulis: Fahri Sibua Magister Akuntansi
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sumber foto : Istimewa

    Mandiri Tanpa Pembimbing, Tim FKIP Unkhair Raih Juara III Debat Kie Raha 2026

    • calendar_month Sab, 31 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea
    • visibility 194
    • 0Komentar

    TERNATE (BALENGKO) – Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Khairun (Unkhair) berhasil menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Kompetisi Debat Kie Raha 2026. Tim yang menggabungkan kekuatan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pendidikan Bahasa Inggris ini resmi menyabet Juara III dalam partai final yang digelar di Aula Nuku Unkhair, Rabu (28/1/2026). […]

  • Wagub Maluku Utara Lepas Jamaah Haji Kloter 15 ke tanah suci

    Wagub Maluku Utara Lepas Jamaah Haji Kloter 15 ke tanah suci

    • calendar_month Ming, 11 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 347
    • 0Komentar

    Makassar, (balengkospace.com), 11 Mei 2025 – Wakil Gubernur Maluku Utara KH. Sarbin Sehe menghadiri pelepasan jamaah haji Kloter 15 asal Maluku Utara di Aula Mina, Embarkasi Haji Makassar, Minggu (11/5). Kloter ini dijadwalkan terbang menuju Madinah, dengan total 393 jamaah yang berasal dari berbagai kabupaten/kota di Maluku Utara diantaranya berasal dari Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, […]

  • Sarbin Sehe Apresiasi Putusan MK dan Ajak Masyarakat Bersatu Membangun Maluku Utara

    Sarbin Sehe Apresiasi Putusan MK dan Ajak Masyarakat Bersatu Membangun Maluku Utara

    • calendar_month Rab, 5 Feb 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 593
    • 0Komentar

    Sumber Illustrasi : Facebook Kanwil Kemenag Sulut Ternate, (6/2/25) – Melalui saluran WhatsApp dalam menjawab pertanyaan awak media, Sarbin Sehe menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) atas putusan yang telah diambil terkait Pilgub Maluku Utara. Menurut Sarbin Sehe, dalam proses demokrasi ini tidak ada pihak yang kalah atau menang. Yang […]

  • Sahabuddin Lumbessy Ketua PC IKA PMII Sula

    PC IKA PMII Kepulauan Sula Beri Masukan untuk Sukseskan MUSWIL IKA PMII ke-IV

    • calendar_month Jum, 17 Okt 2025
    • account_circle Mursid
    • visibility 676
    • 0Komentar

    Sanana (BALENGKO) – Pengurus Cabang Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kepulauan Sula masa khidmat 2025–2030 memberikan masukan terhadap pelaksanaan Musyawarah Wilayah (MUSWIL) IKA PMII ke-IV. Masukan tersebut disampaikan guna mewujudkan tujuan utama kegiatan, sebagaimana tema besar MUSWIL kali ini: “Rekonsiliasi dan Konsolidasi IKA PMII untuk Maluku Utara Bangkit.” PC IKA PMII Kepulauan […]

  • Debat terbuka Sergap Eddy di Boulevard UGM Yogyakarta menghadirkan Wakil Menteri Hukum RI Eddy Hiariej, akademisi, dan mahasiswa membahas RKUHAP.

    Kasus Maba Sangaji Disorot di Debat Terbuka bertajuk ‘Sergap Eddy’ di UGM Yogyakarta

    • calendar_month Ming, 10 Agu 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.453
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, Yogyakarta – Kasus Maba Sangaji di Halmahera Timur menjadi salah satu isu  yang mencuat dalam debat terbuka bertajuk “Sergap Eddy” yang digelar di Boulevard Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Sabtu (9/8/2025). Acara yang dimulai pukul 15.00 WIB ini dihadiri Wakil Menteri Hukum RI, Eddy Hiariej, yang memenuhi tantangan untuk berdebat selama 7 x […]

  • Negara dalam Cengkeraman Kapitalisme: Membaca Krisis Ekologis Indonesia

    Negara dalam Cengkeraman Kapitalisme: Membaca Krisis Ekologis Indonesia

    • calendar_month Sel, 2 Des 2025
    • account_circle Zidni Ilman Warnangan
    • visibility 922
    • 0Komentar

    Krisis ekologis Indonesia hari-hari ini tidak dapat dipahami sebagai persoalan teknis dalam tata kelola lingkungan.

expand_less