Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Demonstrasi Harus Bergeser dari Penyampaian Aspirasi Menuju Desakan Keputusan Politik

Demonstrasi Harus Bergeser dari Penyampaian Aspirasi Menuju Desakan Keputusan Politik

  • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
  • visibility 153
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Hari ini banyak terjadi demonstrasi diberbagai daerah, hal ini disebabkan karena situasi negara semakin kesini semakin mengkhawatirkan maka mahasiswa dan masyarakat sipil turun ke jalan untuk mengevaluasi negara. namun pola pergerakan yang terjadi saat ini terlalu usang dan kumuh sehinggah isu dan tuntutan yang dibawa akan selalu berdebu dilaci-laci pemerintahan tanpa adanya realisasi yang nyata. Sehingga pola pergerakan yang dibangun seharusnya dirubah dan mulai mengarah pada desakan agar lembaga legislatif menjalankan fungsi konstitusionalnya secara nyata. Dalam konteks ini, fokus gerakan seharusnya bukan lagi sekadar menyampaikan tuntutan kepada pemerintah, melainkan mendesak DPR RI beserta DPRD Provinsi untuk segera menggelar rapat darurat sebagai bentuk respons politik atas aspirasi publik.

Secara konstitusional, DPR memiliki tiga fungsi utama, yaitu fungsi legislasi, fungsi anggaran, dan fungsi pengawasan. Oleh karena itu, ketika berbagai tuntutan masyarakat telah disampaikan secara luas melalui demonstrasi di berbagai daerah, DPR memiliki kewajiban politik untuk membahasnya secara terbuka melalui mekanisme resmi, seperti rapat komisi, rapat gabungan, maupun rapat paripurna.

Kenapa Strategi Demonstrasi Perlu Bergeser?

Selama beberapa tahun terakhir, pola demonstrasi di Indonesia cenderung berulang: massa turun ke jalan, menyampaikan tuntutan, perwakilan diterima, lalu aksi berakhir tanpa kepastian mengenai tindak lanjut politik. Kondisi tersebut menyebabkan banyak aspirasi berhenti pada tahap simbolik.

Kini, berbagai aksi mahasiswa mulai mengonsolidasikan tuntutan yang lebih spesifik, di antaranya:

  • Evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
  • Perluasan pendidikan gratis yang berkualitas.
  • Percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset.
  • Pembebasan tahanan politik menurut mekanisme hukum yang berlaku.
  • Reformasi institusi penegak hukum.
  • Penguatan demokrasi dan perlindungan hak-hak sipil dll.
    Beberapa tuntutan tersebut muncul dalam berbagai aksi mahasiswa dan gerakan masyarakat sipil sepanjang 2025–2026.

Data Menunjukkan Aspirasi Semakin Terfokus

Dalam berbagai aksi nasional, isu yang paling konsisten muncul bukan lagi sekadar kritik terhadap pemerintah, tetapi tuntutan agar DPR segera menyelesaikan berbagai agenda legislasi yang dianggap mendesak.
Contohnya adalah RUU Perampasan Aset. Setelah bertahun-tahun menjadi wacana, DPR akhirnya menetapkan RUU tersebut masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2025–2026. Artinya, secara prosedural DPR memang memiliki ruang untuk membahas dan mengesahkannya apabila terdapat kemauan politik yang cukup.

Di berbagai daerah, aksi mahasiswa juga secara eksplisit memasukkan percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset sebagai salah satu tuntutan utama bersama evaluasi program MBG dan kebijakan publik lainnya.

Mengapa Mendesak Rapat Darurat DPR Menjadi Relevan?

Rapat darurat bukanlah tujuan akhir, tetapi merupakan mekanisme formal agar tuntutan masyarakat tidak berhenti sebagai slogan demonstrasi. Melalui rapat resmi, DPR dapat:

Menetapkan prioritas pembahasan RUU yang menjadi tuntutan publik.
Memanggil kementerian terkait untuk memberikan penjelasan mengenai implementasi program seperti MBG maupun Kopdes. Menggunakan fungsi pengawasan terhadap penggunaan APBN.
Menyampaikan sikap politik DPR secara terbuka kepada masyarakat.

Tanpa adanya forum pengambilan keputusan seperti rapat resmi, demonstrasi berpotensi hanya menghasilkan tekanan politik tanpa kepastian tindak lanjut. Walaupun DPRD Provinsi tidak memiliki kewenangan membentuk undang-undang nasional, namun DPRD tetap dapat Mengeluarkan rekomendasi politik kepada DPR RI, Menyampaikan aspirasi masyarakat daerah secara resmi, Menggelar rapat dengan mendengar pendapat mahasiswa dan masyarakat sipil dan Mendorong pemerintah daerah menyampaikan aspirasi tersebut kepada pemerintah pusat secara transparan dan terpublikasi. Dengan demikian, tekanan politik dapat dibangun secara berjenjang dari daerah hingga tingkat nasional.

  • Penulis: Suhail Elly, S.Ak, Wasekum Bidang PTKP HMI Cabang Yogyakarta
  • Editor: Musta

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dialog publik Komunitas Kutub Oase yang dihadiri mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta saat membahas wacana Pilkada melalui DPRD, Kamis (22/1/2026), di Pendopo Universitas Widya Mataram. Dok. Balengko Space

    Dialog Publik Kutub Oase Soroti Wacana Pilkada Lewat DPRD

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 558
    • 0Komentar

    Yogyakarta (Balengko) – Komunitas Kutub Oase menggelar dialog publik yang dihadiri puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta, Kamis (22/1/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Universitas Widya Mataram. Diskusi ini mengangkat tema “Pilkada di Tangan DPRD: Etika Kekuasaan atau Rasionalitas yang Menipu?” sebagai respons atas wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD yang belakangan kembali […]

  • Source : Istimewa

    Aliansi Peduli Iran Demo Kedubes AS dan Kemenlu: Kecam Agresi Militer, Tuntut Perlindungan WNI

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Agung Gumelar
    • visibility 166
    • 0Komentar

    JAKARTA (BALENGKO) – Ratusan massa Aliansi Peduli Iran (API) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat dan Kantor Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Jumat (6/3/2026), untuk mengecam serangan militer AS terhadap Iran. Massa yang terdiri dari Pemuda Muslimin DKI, SEMMI Jakarta Raya, dan LMND DKI Jakarta ini menilai agresi tersebut melanggar hukum […]

  • Foto: Jamaah IKA-PMII Kota Tidore Kepulauan bersama warga Nahdliyin mengikuti Istighosah Ukhuwah Islamiyah di Masjid Al Istiqamah, Kelurahan Cobodoe, Jumat (26/12/2025).

    Sambut Tahun Baru 2026, IKA-PMII Tikep Gelar Istighosah Ukhuwah Islamiyah

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Tidore Kepulauan (BALENGKO) – Menyambut pergantian Tahun Baru 2026, Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) menggelar Istighosah Ukhuwah Islamiyah di Masjid Al Istiqamah, Kelurahan Cobodoe, Jumat (26/12/2025). Istighosah dipimpin oleh Kiai Anim Fatahna dan berlangsung khidmat. Kehadiran sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama (NU) turut menambah semangat jamaah yang memadati masjid. Dalam […]

  • Suasana Desa Busua, Kayoa Barat, saat masyarakat menanti kejelasan hasil audit khusus dana desa.

    Warga Busua Menanti Jawaban: Di Mana Hasil Audit Dana Desa?

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 601
    • 0Komentar

    Desa Busua, Kayoa Barat (BALENGKO) —Tim Inspektorat Kabupaten Halmahera Selatan telah melakukan audit khusus terkait dugaan penyalahgunaan dana desa di Desa Busua pada 27 September 2025. Langkah ini mendapat perhatian serius dari masyarakat yang sejak lama mempertanyakan transparansi pengelolaan anggaran desa. Salah satu perwakilan masyarakat Busua, yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, menegaskan bahwa hasil audit […]

  • Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Abubakar Abdullah, menyampaikan paparan dalam kegiatan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) se-Kabupaten Halmahera Utara, Selasa (14/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan capaian program sekolah gratis yang digagas Sherly Tjoanda bersama Sarbin Sehe dalam menekan Angka Tidak Sekolah (ATS) di Maluku Utara. Play Button

    Abubakar Abdullah: Sekolah Gratis Sherly–Sarbin Berhasil Tekan Angka Tidak Sekolah di Maluku Utara

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.268
    • 0Komentar

    TOBELO (BALENGKO), 14 April 2026 – Kebijakan transformatif di sektor pendidikan yang digagas oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, bersama Wakil Gubernur KH. Sarbin Sehe, mulai membuahkan hasil nyata. Memasuki tahun kedua implementasinya, program Sekolah Gratis dan kebijakan “Nol Residu” terbukti efektif menurunkan Angka Tidak Sekolah (ATS) di seluruh penjuru provinsi. Hal tersebut disampaikan oleh […]

  • Mahasiswa Halmahera Tengah menampilkan tarian tradisional di Festival Budaya Yogyakarta.

    Yogyakarta Terpukau! Festival Budaya Halmahera Tengah Pertama Sukses Digelar

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 398
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, Yogyakarta, 29 Agustus 2025 — Ikatan Mahasiswa Halmahera Tengah (Ikemap Halteng) sukses menggelar Festival Budaya Halmahera Tengah bertajuk “Bakudapa Budaya: Dari Halteng untuk Nusantara” di Gedung Militaire Societeit, Yogyakarta Kamis Sore (28/8) . Acara ini menjadi festival budaya pertama yang memperkenalkan kekayaan tradisi dan nilai-nilai lokal ke panggung nasional. Festival ini menampilkan berbagai […]

expand_less