Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » DEKONSTRUKSI TAMANSISWA: TRANSFORMASI DARI “TAMAN SISWA” MENJADI “TAMAN ORANGTUA”

DEKONSTRUKSI TAMANSISWA: TRANSFORMASI DARI “TAMAN SISWA” MENJADI “TAMAN ORANGTUA”

  • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
  • visibility 481
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Realitas oligarkis ini secara langsung mengkhianati postulat ontologis dan epistemologis dari ajaran asas Ki Hadjar Dewantara itu sendiri. Dalam konsepsinya, Ki Hadjar dengan sangat tegas mewajibkan pendidikan untuk senantiasa tunduk dan beradaptasi pada “Kodrat Alam dan Kodrat Zaman”. Kodrat zaman meniscayakan adanya dialektika yang terus bergerak, di mana setiap generasi memiliki spektrum tantangan dan bentuk perlawanannya sendiri. Memaksakan kacamata generasi baby boomers untuk membaca peta jalan pendidikan di era kecerdasan buatan adalah sebuah kecacatan logika akademis yang fatal. Elite Majelis Luhur secara sadar atau tidak telah membatalkan prinsip kemerdekaan berpikir yang menjadi ruh paling esensial dari Sistem Among. Mereka gagal menyadari bahwa memegang kendali tanpa mau memberikan ruang bagi interpretasi baru adalah bentuk penjajahan gaya baru di dalam internal institusi. Ketidakmampuan merawat dialektika zaman ini membuat Tamansiswa lumpuh dalam melahirkan gagasan-gagasan pendidikan progresif seperti yang dicita-citakan pendirinya.

Kegagalan sistemik ini berakar pada salah kaprah struktural para elite dalam memaknai dan mengeksekusi semboyan sakti “Tut Wuri Handayani”. Secara filosofis, ungkapan ini menuntut para senior untuk berdiri di belakang (tut wuri) guna memberikan daya dorong dan moral (handayani) kepada generasi penerus di garis depan. Namun, fakta struktural hari ini menunjukkan para sesepuh justru memblokade barisan depan (ing ngarsa) dan enggan turun panggung secara terhormat. Mereka tidak lagi memberikan daya dorong, melainkan menjelma menjadi beban struktural yang memberatkan langkah kaum muda untuk berlari mengejar ketertinggalan zaman. Robert Michels melalui teori “Hukum Besi Oligarki” menyebutkan bahwa para pemimpin pada akhirnya akan lebih peduli pada mempertahankan posisi dan privilese mereka daripada tujuan awal organisasi. Hal inilah yang sedang menggerogoti Tamansiswa, di mana pelestarian kekuasaan elite menjadi lebih utama dibandingkan eksperimentasi pedagogi yang radikal. Semboyan luhur itu kini telah tereduksi menjadi jargon kosong yang hanya diucapkan di mimbar-mimbar seremonial tanpa pernah diwujudkan dalam demografi kepengurusan.

Dampak dari sumbatan regenerasi ini sangat destruktif terhadap kapasitas institusional Tamansiswa sebagai laboratorium ideologi pendidikan nasional. Jika kita mengkomparasikannya dengan entitas raksasa seperti Muhammadiyah atau NU, kedua organisasi tersebut mampu melakukan kaderisasi intelektual yang sangat sistematis dan berjenjang. Mereka memberikan karpet merah bagi intelektual muda berdiaspora, menyusun kurikulum mutakhir, dan memimpin amal usaha pendidikan dengan otonomi penuh yang terukur. Sebaliknya, sentralisasi absolut di tangan para elit sepuh Tamansiswa telah mematikan inisiatif dan keberanian para kader muda untuk melakukan interupsi kultural. Setiap upaya pembaruan dari akar rumput sering kali kandas karena harus membentur tembok birokrasi dan kekakuan mentalitas konservatif Majelis Luhur. Akibatnya, Tamansiswa kehilangan insting tajamnya untuk merumuskan ulang konsep kebangsaan dan pendidikan di tengah gempuran neoliberalisme pendidikan global. Organisasi ini kehilangan taring intelektualnya, berubah menjadi institusi pasif yang hanya mampu mengulang- ulang narasi kebesaran masa lampau tanpa memproduksi sejarah baru.

Lebih jauh lagi, pemikiran Ki Hadjar Dewantara tentang konsep “Kemerdekaan” secara esensial mensyaratkan adanya pembebasan dari segala bentuk ikatan tatanan yang mengekang proses tumbuh kembang. Kemerdekaan dalam konteks organisasi berarti terbebas dari feodalisme struktural yang mengkultuskan senioritas di atas rasionalitas, kapabilitas, dan meritokrasi. Sayangnya, relasi kuasa yang terbangun di dalam Tamansiswa hari ini sangat kental dengan nuansa feodalistik yang berlindung di balik kedok tata krama dan penghormatan buta. Rasa segan yang berlebihan (ewuh pakewuh) terhadap tokoh-tokoh sepuh ini telah membunuh secara perlahan iklim diskursus akademis yang seharusnya kritis dan egaliter. Ketiadaan ruang aman untuk berdebat dan mengkritik kebijakan pimpinan secara terbuka adalah lonceng kematian bagi denyut nadi sebuah lembaga pendidikan pembebas. Padahal, tanpa adanya benturan tesis dan antitesis antar generasi secara terbuka, sintesis pemikiran pendidikan yang segar tidak akan pernah lahir dari rahim Tamansiswa. Struktur yang terlampau hierarkis dan otoritarian ini perlahan-lahan mencekik napas kreativitas yang justru sangat diagungkan oleh Ki Hadjar di masa pergerakan.

  • Penulis: Ain Dadong/ Ketua BEM UST Yogyakarta
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media
  • Sumber: Iras

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengaruh Teknologi dan gaya hidup, Menjadi Penyebab Obesitas?

    Pengaruh Teknologi dan gaya hidup, Menjadi Penyebab Obesitas?

    • calendar_month Sabtu, 11 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 307
    • 0Komentar

    Sumber gambar : Ai Kemajuan teknologi dan globalisasi membawa dampak besar pada aktivitas manusia. Di satu sisi, teknologi mempermudah kehidupan, tetapi di sisi lain, dampak negatifnya, seperti penurunan mobilitas fisik, tak bisa diabaikan. Salah satu efek nyata adalah meningkatnya kasus obesitas, yang kini menjadi masalah kesehatan global. Kemajuan Teknologi dan Pola Hidup Instan Jika kita […]

  • Suasana pembekalan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) mahasiswa Fakultas Inovasi Pendidikan Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (Unutara) angkatan 2022 yang digelar di Aula Kampus Utama Unutara, Ternate, Sabtu (10/1/2026). (Sumber foto: Humas Unutara)

    FIP Unutara Gelar Pembekalan PPL, Siapkan Calon Guru Adaptif Berbasis Nilai Aswaja

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Ternate — Fakultas Inovasi Pendidikan (FIP) Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (Unutara) menggelar kegiatan pembekalan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) bagi mahasiswa angkatan 2022, Sabtu (10/1/2026). Kegiatan berlangsung di Aula Kampus Utama Unutara dan diikuti oleh seluruh mahasiswa peserta PPL. Acara tersebut turut dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, di antaranya Rektor, Wakil Rektor I, Wakil Rektor […]

  • Bonbu: Nikmati Keunikan Makanan Korea yang Modern di BSD

    Bonbu: Nikmati Keunikan Makanan Korea yang Modern di BSD

    • calendar_month Sabtu, 18 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 678
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Instagram bonbu.id Berada di Ruko Tabespot G6/2, BSD, Bonbu adalah surga bagi para pencinta kuliner Korea. Dengan menyajikan makanan khas Korea yang dimodifikasi secara modern, Bonbu menggabungkan kelezatan tradisional dengan selera lokal. Tidak hanya menawarkan cita rasa yang autentik, Bonbu juga menghadirkan pengalaman kuliner yang berfokus pada kenyamanan, atau dikenal dengan istilah […]

  • peserta lomba domino HUT RI ke-80 Halmahera Tengah adu strategi di meja pertandingan

    Domino HUT RI ke-80 di Halteng, Wakil Bupati Turun Arena

    • calendar_month Senin, 11 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 692
    • 0Komentar

    Harapan untuk Menjadi Tradisi Muksin menyampaikan bahwa lomba domino semacam ini mampu menumbuhkan rasa persaudaraan. Ia berharap kegiatan ini hadir setiap peringatan HUT RI maupun HUT Kabupaten. Daftar Pemenang Lomba Domino Selama dua malam, pertandingan berlangsung intens. Berikut hasilnya: Juara I: Muksin Kalbi Gerindra cs Mantole Juara II: Angga cs Anto Juara III Bersama: Kadis […]

  • https://www.tangerangkota.go.id/berita/detail/43207/gor-nambo-jaya-sport-center-gelanggang-terbesar-di-kota-tangerang

    Sambut HUT Kota Tangerang ke-33, PEKATAN Gelar Turnamen Futsal SMA se-Tangerang Raya untuk Jaring Bibit Muda

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Agung Gumelar
    • visibility 126
    • 0Komentar

    TANGERANG, 16 Februari 2026 (BALENGKO) – Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-33 Kota Tangerang, organisasi Pemuda Kota Tangerang (PEKATAN) resmi menggelar turnamen futsal tingkat SMA/SMK sederajat bertajuk “PEKATAN Futsal Cup”. Perhelatan ini berlangsung selama dua hari, Senin-Selasa (16-17 Februari 2026), bertempat di GOR Nambo, Kota Tangerang. Turnamen skala regional ini diikuti oleh 32 […]

  • Plt Rektor Unutara Sunaidin Ode Mulae saat penandatanganan Kontrak Hibah Penelitian Unutara di LLDikti Wilayah XII.

    Kontrak Hibah Penelitian Unutara Resmi Ditandatangani, Dorong Riset Berdampak bagi Masyarakat

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 541
    • 0Komentar

    AMBON, BALENGKO SPACE – Kontrak Hibah Penelitian UNUTARA (Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara) dan pengabdian dosen resmi ditandatangani bersama Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XII. Prosesi ini berlangsung khidmat di Gedung Flamboyan, Kantor LLDikti Wilayah XII, Ambon, pada Rabu (29/4/2026). Penandatanganan ini dilakukan secara serentak oleh seluruh pimpinan perguruan tinggi se-Maluku dan Maluku Utara. […]

expand_less