Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » DEKONSTRUKSI TAMANSISWA: TRANSFORMASI DARI “TAMAN SISWA” MENJADI “TAMAN ORANGTUA”

DEKONSTRUKSI TAMANSISWA: TRANSFORMASI DARI “TAMAN SISWA” MENJADI “TAMAN ORANGTUA”

  • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
  • visibility 479
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Permasalahan mendasar dari semua fenomena kemunduran ini adalah tidak berjalannya fungsi kaderisasi ideologis yang transformatif, alih-alih sekadar kaderisasi administratif belaka. Para elit tua di Majelis Luhur gagal mendidik kader muda yang mampu melampaui capaian mereka, yang dalam filsafat pendidikan justru merupakan indikator utama kegagalan seorang pendidik sejati. Mereka tampaknya lebih nyaman mencetak pengikut yang patuh, bukan pemimpin pemikir yang berani membongkar tatanan mapan untuk menyelamatkan tujuan agung institusi. Ketakutan akan kehilangan kendali atas aset, arah, dan wibawa organisasi membuat proses regenerasi sengaja diperlambat dan dilakukan penuh kecurigaan. Pierre Bourdieu dalam teori reproduksi sosialnya secara tajam menjelaskan bagaimana kelompok dominan selalu berusaha memonopoli “modal kultural” untuk melanggengkan kekuasaan mereka tanpa batas. Di Tamansiswa, monopoli wacana kultural tersebut dieksploitasi untuk meminggirkan kelompok muda yang dicap belum “matang”, padahal dunia di luar sudah berlari dengan parameter yang sama sekali berbeda. Kegagalan merekonstruksi sistem kaderisasi inilah yang menjadi titik nadir, membuat organisasi terus menyusut secara kualitas maupun kuantitas pengaruhnya di ruang publik.

Secara pragmatis, kelumpuhan struktural ini mengakibatkan Tamansiswa kehilangan momentum emas untuk memosisikan diri sebagai mitra strategis sekaligus kritikus tajam kebijakan pendidikan pemerintah. Ketika negara meluncurkan berbagai kebijakan pendidikan kontemporer yang kontroversial, suara Tamansiswa nyaris tidak terdengar sumbangsih teoretisnya yang memberikan solusi alternatif. Kebisuan intelektual ini terjadi karena kapasitas energi Majelis Luhur telah terkuras habis hanya untuk mengurus dinamika internal struktural yang usang dan stagnan. Sangat menyedihkan menyadari bahwa ideologi pendidikan yang begitu kaya dan komprehensif harus terkunci rapat di dalam kepala para elit yang sudah kehabisan bensin operasional. Masyarakat kiwari tidak lagi memandang Tamansiswa sebagai rujukan utama inovasi pedagogi, melainkan sekadar sebagai peninggalan cagar budaya yang cukup dikenang sejarahnya. Jika Muhammadiyah mampu melesat jauh dengan gagasan “Islam Berkemajuan”, Tamansiswa seharusnya bisa memimpin orkestrasi peradaban dengan “Pendidikan Berkemerdekaan” yang dikontekstualisasikan ulang secara radikal. Kehilangan daya saing ini menjadi bukti sahih bahwa modal sejarah sehebat apa pun akan hangus tak bersisa jika tidak ditopang oleh struktur organisasi yang rasional, adaptif, dan bervisi masa depan.

Pada akhirnya, diskursus ini adalah sebuah gugatan intelektual tanpa tedeng aling-aling agar Majelis Luhur Tamansiswa segera melakukan dekonstruksi struktural secara total dan menyeluruh. Tokoh-tokoh sepuh harus menyadari bahwa legasi terakhir yang paling mulia bagi seorang pendidik adalah mundur dengan lapang dada dan menyerahkan estafet kemudi kepada generasi muda. Revolusi struktural ini adalah harga mati yang absolut dan tidak bisa ditawar lagi jika Tamansiswa menolak untuk sekadar menjadi catatan kaki dalam buku sejarah pendidikan nasional. Kita menuntut untuk mengembalikan institusi ini pada khittah-nya sebagai taman persemaian gagasan-gagasan radikal yang berani menantang zaman, bukan sebagai tempat purnatugas bernostalgia. Hanya dengan meruntuhkan tembok gerontokrasi ini, Tamansiswa akan kembali bernapas dan menemukan nyawa ideologisnya untuk bersaing secara sepadan dengan ormas-ormas raksasa pembangun peradaban lainnya. Mengutip kembali nyala api semangat Ki Hadjar, merdeka itu berarti berdiri sendiri dan tidak bergantung; dan hari ini, Tamansiswa harus berani merdeka dari belenggu struktur masa lalunya sendiri. Inilah saat historis untuk mengembalikan Tamansiswa menjadi benar-benar milik para “Siswa, Anak, ataupun Pemuda “, para pembelajar sejati yang siap merobek kebekuan zaman demi mencetak masa depan.

  • Penulis: Ain Dadong/ Ketua BEM UST Yogyakarta
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media
  • Sumber: Iras

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DAU SPECIFIC GRANT untuk SIAPA?

    DAU SPECIFIC GRANT untuk SIAPA?

    • calendar_month Minggu, 6 Apr 2025
    • account_circle Fahrul Abd. Muid
    • visibility 436
    • 0Komentar

    Implementasi reformasi kebijakan dalam pengalokasian Dana Alokasi Umum (DAU) sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, yang kemudian membagi DAU ini menjadi DAU yang berjenis kelamin Block Grant dan DAU yang berjenis kelamin Specific Grant. Pemerintah Pusat melakukan reformasi kebijakan pengalokasian Dana Alokasi Umum tersebut […]

  • ASN Diduga Terlibat Aksi Tolak DOB Sofifi, LBH Ansor Desak Mendagri Turun Tangan

    ASN Diduga Terlibat Aksi Tolak DOB Sofifi, LBH Ansor Desak Mendagri Turun Tangan

    • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.009
    • 0Komentar

    Zulfikran menegaskan bahwa penyampaian aspirasi merupakan hak konstitusional yang dijamin undang-undang. Namun, hak tersebut harus dilakukan secara tertib dan tidak boleh disertai intimidasi, kekerasan, atau tindakan yang merusak ketertiban umum. “Demonstrasi tidak boleh dijadikan alat tekanan atau pemaksaan kehendak. Jika mengganggu pemerintahan atau menciptakan potensi konflik sosial, maka sudah masuk ranah pelanggaran hukum,” jelasnya. LBH […]

  • Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Maluku Utara

    LBH Ansor Maluku Utara: Status Kuasa Pengguna Anggaran Bukan Penentu atau Pengendali Anggaran Tunjangan DPRD

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.832
    • 0Komentar

    Seluruh Pembayaran Non-Tunai dan Diaudit BPK LBH Ansor Maluku Utara menegaskan bahwa seluruh pembayaran tunjangan DPRD dilakukan secara non-tunai, langsung ke rekening masing-masing anggota DPRD melalui sistem perbankan daerah. “Dengan skema non-tunai, tidak ada uang yang dikuasai pejabat Sekretariat DPRD, baik secara fisik maupun administratif. Alur pembayaran melalui SPM-SP2D diverifikasi berlapis dan diaudit BPK setiap […]

  • Penanaman mangrove di Ternate bersama PKK Malut dan pelajar untuk pelestarian pesisir

    Penanaman Mangrove Ternate, PKK Malut Ajak Warga Jaga Pesisir

    • calendar_month Senin, 11 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 561
    • 0Komentar

    Libatkan Generasi Muda untuk Kesadaran Lingkungan Dalam kesempatan itu, Samsuddin mengajak para pelajar yang hadir untuk menjadi garda terdepan menjaga lingkungan. Selain itu, ia mendorong agar masyarakat menjadikan aksi penanaman ini sebagai program rutin, bukan sekadar seremoni tahunan. “Hutan mangrove di pesisir pantai Kota Ternate semakin berkurang. Oleh sebab itu, kita harus memperkuat komitmen untuk […]

  • Roni Zaenuri

    Wacana Revisi Perda Miras dan Pelacuran Ditentang, SAPMA PP: Bisa Rusak Moral Generasi

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Kota Tangerang (BALENGKO) — Wacana revisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2005 tentang Pelarangan Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol serta Perda Nomor 8 Tahun 2005 tentang Pelarangan Pelacuran menuai penolakan dari berbagai pihak. Kedua perda tersebut rencananya masuk dalam Program Legislasi Daerah (Prolegda) Kota Tangerang tahun 2026. Namun, sejumlah elemen masyarakat menilai revisi aturan […]

  • Poltekkes Kemenkes Ternate Kembali Aktifkan Prodi Sarjana Terapan Kebidanan, Gelar Bakti Sosial di Taman Nukila

    Poltekkes Kemenkes Ternate Kembali Aktifkan Prodi Sarjana Terapan Kebidanan, Gelar Bakti Sosial di Taman Nukila

    • calendar_month Minggu, 16 Feb 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 599
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Istimewa Ternate, Minggu, 16 Februari 2025 – Program Studi DIII Kebidanan dan DIV Sarjana Terapan Kebidanan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Ternate sukses menggelar bakti sosial di Taman Nukila, Kota Ternate, Maluku Utara. Kegiatan ini bertujuan memberikan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat sekaligus memperkenalkan kembali Prodi Sarjana Terapan Kebidanan yang baru diaktifkan. Pemeriksaan […]

expand_less