Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Tanah Yang Dirampas, Kriminalisasi Rakyat

Tanah Yang Dirampas, Kriminalisasi Rakyat

  • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
  • visibility 831
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Dalam konteks ini, Jeffrey Winters menceritakan dalam bukunya yang berjudul Oligarchy (2011) menyebut bahwa oligarki bukan hanya sekadar soal kepemilikan kekayaan tetapi tentang kekuasaan untuk melindungi kekayaan melalui kontrol atas negara. Pemilu menurut Winters, menjadi satu mekanisme penting bagi oligarki untuk memastikan bahwa negara tetap bekerja untuk melayani dan menjaga kepentingan mereka.

Indonesia telah bergeser jauh dari sekadar perdebatan ide dan program kerja dan kini telah menjadi konsolidasi modal dan kuasa, seperti yang kita ketahui saat ini dimana sektor-sektor ekonomi strategis, terutama pertambangan telah menjadi ajang rebutan utama elite politik dan oligarki. Seperti yang dikatakan oleh Richard Robison dan Vedi R. Hadiz dalam Reorganising Power in Indonesia (2004), pasca Orde Baru demokrasi di Indonesia bukan membubarkan oligarki lama, justru membuka jalan untuk konsolidasi antara elite politik dan elite bisnis menjadi simpul-simpul strategis bagi para kepentingan bisnis dan kekuasaan. Karena sektor tambang karakteristiknya yang padat modal, padat teknologi, berisiko tinggi, namun sangat menguntungkan sehingga menjadi simpul strategis di mana kepentingan bisnis dan kekuasaan menjalin hubungan dengan secara erat.

Semangat membakar api perlawanan harus dibangun dari bawah, dari kampung-ampung yang terampas, dari sungai-sungai yang tercemar. Kalau negara dan pasar telah berpihak pada tambang, maka suara rakyat dari kampung-kampunglah yang harus kita dengarkan dan bela. Sebab, kekuasaan oligarki bertahan bukan hanya semata-mata karena kekayaan tetapi karena kemampuan membentuk dan mengendalikan institusi politik. Seperti yang diingatkan oleh Jeffrey Winters bahwa negara tidak netral, melainkan menjadi alat yang efektif agar memastikan bahwa kekayaan alam terus-menerus di eksploitasi tanpa ada hambatan sosial maupun politik.

Maka, terus nyalakan api perlawanan karena di tengah ketiadaan keberpihakan elit, rakyat tak punya pilihan lain selain bertahan. Perlawanan terhadap ekstraktivisme adalah perlawanan untuk hidup, untuk air bersih, untuk ruang hidup yang adil dan lestari. Karena negara absen, maka sudah saatnya warga yang harus membentuk bentengnya sendiri. Perlawanan warga terhadap tambang bukan hanya sekadar soal konflik lokal, melainkan upaya untuk menyelamatkan masa depan ekologis bangsa serta anak, cucu di masa mendatang. Seperti yang dikatakan David Harvey, bentuk-bentuk baru akumulasi kapital selalu menciptakan “accumulation by dispossession” perampasan hak dan ruang hidup untuk keuntungan segelintir.

Sebagaimana juga yang dikatakan Naomi Klein dalam This Changes Everything (2014), perjuangan melawan ekstraktivisme adalah perjuangan untuk masa depan bersama, masa depan yang tidak bisa dibangun di atas kehancuran ekologi dan penderitaan manusia.

  • Penulis: Mursid Ruko
  • Editor: Tim Redaksi Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Source : Istimewa

    Keluarga Korban Kekerasan di Sula Laporkan Polres ke Propam Polri Terkait Restorative Justice Kasus Kematian

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 273
    • 0Komentar

    TERNATE (BALENGKO) — Perwakilan keluarga korban kekerasan di Desa Kou, Supriyadi Umasangadji, resmi melaporkan dugaan pelanggaran kode etik personel Polres Kepulauan Sula ke Propam Polri, Rabu (4/2/2026). Laporan ini dilayangkan setelah polisi diduga membebaskan pelaku pembunuhan dengan dalih keadilan restoratif (restorative justice), yang dinilai melanggar hukum positif. Pelanggaran Prosedur Hukum Pihak keluarga menegaskan bahwa tindakan […]

  • Source : Istimewa

    GP Ansor Halsel: Penegakan Hukum Harus Objektif, Jangan Tunduk pada Tekanan Eksternal

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 156
    • 0Komentar

    HALMAHERA SELATAN (BALENGKO) – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) angkat bicara mengenai pentingnya menjaga marwah hukum dari intervensi luar. Sekretaris PC GP Ansor Halsel, Irfandi R. Hi. Mustafa, menegaskan bahwa asas legalitas harus menjadi panglima dalam setiap penanganan perkara pidana. Pernyataan ini disampaikan Irfandi merespons dinamika hukum yang tengah berkembang […]

  • Fatayat NU Cabang Tidore Gelar Pemilihan Ketua Baru pada 3 Agustus 2025

    Fatayat NU Cabang Tidore Gelar Pemilihan Ketua Baru pada 3 Agustus 2025

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.096
    • 0Komentar

    “Saya berharap, keberadaan Fatayat dapat menjadi penguat kesadaran bersama akan pentingnya perhatian terhadap berbagai isu yang berkaitan dengan perempuan,” ujar Istiqomah. Diketahui, hingga saat ini terdapat enam kandidat yang telah mendaftarkan diri sebagai calon ketua. Pemilihan akan digelar di Sabua Sahabat, kawasan Pantai Tugulufa, Tidore. Fatayat NU merupakan salah satu badan otonom di bawah Nahdlatul […]

  • Source : Istimewa

    Kohati HMI Ternate Desak Evaluasi Kepala SDN 32 Kalumata Galian Terkait Dugaan Kekerasan

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 261
    • 0Komentar

    TERNATE (BALENGKO) — Korps HMI-Wati (Kohati) HMI Cabang Ternate mendesak Pemerintah Kota Ternate segera mengevaluasi Kepala SDN 32 Kalumata Galian menyusul adanya dugaan kekerasan terhadap siswi kelas 5 oleh oknum keamanan sekolah. Selain kekerasan fisik, sekolah tersebut juga dilaporkan mengalami berbagai kasus perundungan hingga intimidasi terhadap orang tua wali. Kegagalan Pengawasan Sekolah Kohati menilai rentetan […]

  • Sumber foto : Istimewa

    Gelar Sarjana Saja Tidak Cukup: Mengapa Kamu Harus “Ribet” Berorganisasi?

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 488
    • 0Komentar

    Organisasi hadir sebagai ruang di mana dua orang atau lebih bertemu dengan tujuan yang sama. Di sana, mahasiswa dipaksa untuk: Melawan Ketakutan, Membangun Value Memang ada ketakutan klasik yang menghantui: takut IPK turun atau lulus terlambat karena sibuk berorganisasi. Namun, ketakutan ini seringkali muncul karena ketidaktahuan. Faktanya, organisasi mengajarkan kita tentang pengabdian-memberikan yang terbaik tanpa […]

  • Tim Advokasi Untuk Keadilan Marganda saat melaporkan kasus dugaan malpraktik medis ke lembaga negara. Source : Istimewa

    Dugaan Malpraktik Medis Akibatkan Kelumpuhan, Tim Advokasi Lapor ke DPR RI dan KKI

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 431
    • 0Komentar

    JAKARTA, BALENGKO SPACE – Tim Advokasi Untuk Keadilan Marganda resmi membawa kasus dugaan malpraktik medis yang menimpa seorang pelajar berinisial MS ke ranah pengawasan nasional. Pengaduan tersebut disampaikan kepada Komisi IX DPR RI dan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) pada Selasa (21/4/2026). Langkah ini diambil menyusul kegagalan proses mediasi serta penilaian tim advokasi terhadap ketiadaan itikad […]

expand_less