Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Gerakan Mahasiswa : Merebut Kemenangan atau Tunduk pada Kekuasaan

Gerakan Mahasiswa : Merebut Kemenangan atau Tunduk pada Kekuasaan

  • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
  • visibility 1.298
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Gerakan mahasiswa selama ini dikenal sebagai agen perubahan sosial-politik yang membawa aspirasi rakyat dan menjadi suara moral bangsa. Akan tetapi dalam perkembangan kontemporer gerakan mahasiswa menghadapi tantangan serius berupa degradasi semangat, tujuan, dan bentuk perjuangan. Gerakan yang dahulu bersifat ideologis dan transformatif kini kerap terjebak dalam agenda pragmatis, partisan, bahkan kooptatif. Dalam banyak kasus kekinian mahasiswa terlihat tidak lagi sebagai kekuatan penekan yang independen melainkan menjadi instrumen kekuasaan atau bagian dari permainan elite politik. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan mendasar apakah gerakan mahasiswa masih berjuang untuk merebut kemenangan rakyat atau justru tunduk pada logika kekuasaan yang menindas.

Penurunan daya kritis ini tidak muncul dalam ruang hampa semata ia merupakan bagian dari transformasi historis panjang gerakan mahasiswa. Sebab itu untuk memahami degradasi hari ini kita perlu menengok kembali kompas sejarah panjang gerakan mahasiswa, serta bagaimana mengupas akar dominasi sistemik dalam masyarakat modern. Sehingas kita membutuhkan semacam formulasi gerakan alternatif yang relevan dengan konteks zaman hari ini demi mengembalikan watak emansipatoris gerakan mahasiswa.

Melemahnya Gerakan Aliansi Mahasiswa yang Elitis

Fenomena yang memperparah degradasi gerakan mahasiswa kontemporer adalah menguatnya kecenderungan elitis dalam tubuh aliansi mahasiswa. Alih-alih memperluas basis massa dan memperjuangkan aspirasi akar rumput, banyak aliansi mahasiswa hari ini terjebak dalam manuver-manuver elitis yang terbatas pada kalangan pemimpin organisasi intra kampus, serta orientasi politik yang cenderung kompromistis terhadap kekuasaan. Kecenderungan ini mengakibatkan gerakan mahasiswa kehilangan legitimasinya di mata publik terutama kalangan mahasiswa umum dan masyarakat sipil yang merasa tidak lagi terwakili.

Dalam sosiolog gerakan sosial Charles Tilly menekankan pentingnya “mobilization structure” yang kuat dalam menjaga keberlanjutan gerakan. Tanpa basis sosial yang luas dan partisipasi horizontal gerakan akan mengalami stagnasi. Hal ini diperkuat oleh Donatella della porta yang menyatakan bahwa eksklusivitas dalam gerakan akan menghambat kapasitas mobilisasi dan menjauhkan gerakan dari tujuan transformasionalnya. aliansi mahasiswa seringkali tidak mencerminkan keterbukaan, partisipasi demokratis, maupun akuntabilitas terhadap basisnya sendiri.

Munculnya elitisme juga berdampak pada menurunnya kreativitas dan militansi gerakan aliansi mahasiswa yang kerap berputar di lingkaran wacana formalistik dan retorika simbolik namun minim aksi substantif. Situasi ini diperburuk oleh relasi personal dengan elite partai politik atau pejabat negara yang seringkali menciptakan konflik kepentingan dan mereduksi independensi gerakan. Dalam jangka panjang jika gerakan mahasiswa tidak mampu mereformasi struktur aliansinya maka sulit berharap pada lahirnya gerakan progresif yang berakar dan berdampak luas.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wakil Gubernur Maluku Utara mendorong transparansi Dana Hibah Olahraga untuk

    Wagub Maluku Utara Tegaskan Dana Hibah Olahraga Wajib Dimanfaatkan sebaik mungkin

    • calendar_month Selasa, 19 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 455
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE – SOFIFI , Wakil Gubernur Maluku Utara, KH. Sarbin Sehe, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan dana hibah olahraga harus di manfaatkan sebaik mungkin. Ia menyampaikan hal tersebut saat menyaksikan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) Olahraga Provinsi Maluku Utara TA 2025 di ruang rapat Wakil Gubernur, Selasa (19/8). Sekretaris Daerah Maluku Utara menandatangani langsung NPHD […]

  • PSPK UGM bersama Ikatan Komunikasi Pelajar Mahasiswa Halmahera Timur (IKPM-HT) Yogyakarta menggelar diskusi publik “Ketimpangan Kawasan Transmigrasi UPT Patlean, Maba Utara” di Ruang Sartono PSPK UGM, Selasa (13/01/2026).

    Diskusi PSPK UGM & IKPM-HT Mengurai Ketimpangan di Kawasan Transmigrasi UPT Patlean, Maba Utara

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 286
    • 0Komentar

    Yogyakarta, 13 Januari 2026 — Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan Universitas Gadjah Mada (PSPK UGM) bekerja sama dengan Ikatan Komunikasi Pelajar Mahasiswa Halmahera Timur (IKPM-HT) Yogyakarta menggelar diskusi publik bertajuk “Ketimpangan Kawasan Transmigrasi UPT Patlean, Maba Utara”, Selasa sore (13/01/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian agenda Rural Development Outlook 2026 PSPK UGM. Diskusi berlangsung […]

  • HMTPWK UNUTARA Gelar Kegiatan SPASIAL V Pembukaan di Aula Kampus

    HMTPWK UNUTARA Gelar Kegiatan SPASIAL V di Pulo Tareba

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 220
    • 0Komentar

    BALENGKOSPACE.COM, TERNATE – Himpunan Mahasiswa Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (HMTPWK UNUTARA) resmi menyelenggarakan kegiatan Studi Pengenalan Akademik dan Survei Pemetaan Lapangan (SPASIAL V). Pembukaan kegiatan berlangsung di Aula Lantai Tiga Kampus UNUTARA, Selasa (22/09/2026). Kegiatan ini dirancang sebagai wadah pengembangan wawasan akademik dan peningkatan keterampilan praktis mahasiswa di bidang […]

  • Foto tulisan tangan milik YBS (10), korban dugaan bunuh diri di Kabupaten Ngada, NTT, yang tersebar di kalangan media, Kamis (29/1/2026). Korban merupakan siswa kelas IV sekolah dasar yang tinggal bersama neneknya. (Foto: HUMAS POLRES NGADA/Kompas.id)

    Diduga Kecewa Tak Bisa Beli Pena, Siswa SD di Ngada Ditemukan Meninggal Dunia

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle balengko space
    • visibility 256
    • 0Komentar

    NGADA NTT (BALENGKO) — Seorang siswa sekolah dasar (SD) berinisial YBS (10) ditemukan meninggal dunia setelah diduga mengakhiri hidup di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (29/1/2026). Peristiwa memilukan ini dipicu oleh kesedihan korban yang tidak bisa membeli perlengkapan sekolah karena keterbatasan ekonomi keluarga. Kronologi Penemuan Dilansir dari tribunnews.com Jasad YBS ditemukan di sebuah […]

  • PENDIDIKAN TERJANGKAU DAN BERMUTU

    PENDIDIKAN TERJANGKAU DAN BERMUTU

    • calendar_month Selasa, 8 Apr 2025
    • account_circle Fahrul Abd. Muid
    • visibility 443
    • 0Komentar

    Konsep pendidikan terjangkau dan bermutu (affordable and quality education) di Provinsi Maluku Utara dapat diartikan sebagai pendidikan yang berkualitas dan dapat diakses secara mudah bagi masyarakat Provinsi Maluku Utara. Karena pendidikan adalah hak dasar yang harus dipenuhi oleh setiap individu tanpa memandang status sosial, ekonomi, dan letak rentan kendali geografis di Provinsi Maluku Utara. Pendidikan […]

  • KAWAL APBD: Naswin Rowo, Anggota DPRD Pulau Morotai, berdialog langsung dengan warga Desa Momojiu dalam agenda Reses I, Sabtu (14/3). Sejumlah aspirasi mulai dari pembangunan talud penahan ombak hingga instalasi PDAM diserap untuk diperjuangkan dalam pembahasan anggaran bersama Pemerintah Daerah. Play Button

    Serap Aspirasi di Desa Momojiu, Naswin Rowo Kawal Usulan Warga Masuk APBD

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea
    • visibility 625
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pulau Morotai, Naswin Rowo, melaksanakan agenda Reses I Masa Sidang I Tahun 2026 yang dipusatkan di Desa Momojiu, Kecamatan Morotai Selatan, Sabtu (14/3/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi wakil rakyat tersebut untuk menjaring keluhan serta kebutuhan mendesak masyarakat di daerah pemilihannya. Agenda ini […]

expand_less