Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Sindrom Pahlawan Kesiangan: Ketika Kekuasaan Melahirkan Kebijakan Berbasis Selera

Sindrom Pahlawan Kesiangan: Ketika Kekuasaan Melahirkan Kebijakan Berbasis Selera

  • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
  • visibility 120
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Secara bahasa, kata jahil berasal dari bahasa Arab al-jahl yang berarti: tidak mengetahui, kebodohan, lawan dari ilmu. Orang yang jahil adalah orang yang tidak memiliki pengetahuan atau bertindak tanpa dasar ilmu.

Sementara itu, beberapa ulama menjelaskan makna jahil sebagai berikut: Imam Al-Raghib Al-Ashfahani menjelaskan bahwa jahil adalah kosongnya jiwa dari ilmu dan pengetahuan yang benar. Adapun, Ibnu Taimiyah menyebutkan bahwa jahil bukan hanya tidak tahu, tetapi juga bisa berarti menolak kebenaran setelah datang ilmu. Imam Al-Ghazali membagi jahil menjadi dua: Pertama, Jahil basith: tidak tahu dan sadar bahwa dirinya tidak tahu. Kedua, Jahil murakkab: tidak tahu tetapi merasa dirinya paling benar.

Dalam qur’an dikatakan secara tegas bahwa sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah ulama (QS. Fathir: 28). Ayat ini menunjukkan bahwa ilmu mengangkat derajat manusia dan menjauhkan dari sifat jahil. Allah juga berfirman: “Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya” (QS. Al-Isra’: 36). Ayat ini melarang seseorang berbicara atau bertindak tanpa ilmu.

Kaitannya dengan hal tersebut, Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, maka Allah akan memahamkannya dalam urusan agama” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menunjukkan bahwa ilmu adalah tanda kebaikan, sedangkan kebodohan dapat menjerumuskan seseorang pada kesalahan. Dalam Hadis lain disebutkan bahwa: “Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu sekaligus dari manusia, tetapi Allah mencabut ilmu dengan wafatnya para ulama” (HR. Bukhari).

Berdasarkan pada uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa jahil adalah keadaan tidak memiliki ilmu atau bertindak tanpa pengetahuan yang benar. Dalam agama, sifat jahil sangat dihindari karena dapat membawa seseorang kepada kesesatan, kesalahan, dan tindakan yang merugikan. Oleh sebab itu, agama sangat menekankan pentingnya menuntut ilmu dan mengikuti kebenaran berdasarkan risalah Tuhan yang termuat dalam kitab yang dibawa oleh para RasulNya sebagai petunjuk bagi kita untuk keselamatan kita.

Akan tetapi, realitas empiris di lapangan, masih menunjukan hal yang sebaliknya. Masih banyak di antara kita yang terperangkap di dalam kejahilian, yang oleh Imam Alghazali kita termasuk kategori jahil murakkab. Di mana, kita sebenarnya tidak tahu, tapi tanpa sadar justru merasa paling tahu dan paling benar di antara yang lain. Sehingga, orang lain selalu dijadikan kambing hitam, sedangkan dirinya Adalah sang pahlawan. Sayang, pahlawannya kesiangan.

Hal semacam itu, bisa kita saksikan dan temukan di berbagai aspek kehidupan. Dalam dunia pekerjaan biasanya paling menonjol. Atasan, terkadang tanpa disadari, menindas bawahannya dengan dalih integritas, professional, tupoksi dan lain sejenisnya. Mereka tanpa sadar, terninabobokan oleh kursi kekuasaan sendiri. Sampai – sampai dikira kursi tersebut Adalah tempat penguasa untuk berkuasa terhadap para bawahan. Naif sekali Kawan.

Wahai penguasa yang terhormat! Ketahuilah, bahwa kursi mu itu, Adalah Amanah. Di situ, engkau akan tahu di mana letak surga dan neraka. Jika kursi mu belum membawa mu sampai pada surga dan neraka, maka jangan engkau merasa paling berkuasa. Sesungguhnya, engkau telah terperangkap di dalamnya. Segera bangkit dan lalu membaca dengan hati, bukan dengan nafsu yang terus mengingkari. Jika tidak, maka kejahiliaan akan terus menyelimuti mu.

  • Penulis: Oleh: Hamdy M. Zen Dosen PBA IAIN Ternate
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media
  • Sumber: Fahrul Abd.Muid

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ruislag Dinilai Solusi Tepat, LBH Ansor Desak Pemkot Ternate Selesaikan Sengketa Lahan

    Ruislag Dinilai Solusi Tepat, LBH Ansor Desak Pemkot Ternate Selesaikan Sengketa Lahan

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 650
    • 1Komentar

    BALENGKO SPACE, Ternate, 25 Juli 2025 — Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Kota Ternate menyambut baik langkah Pemerintah Kota Ternate yang memilih skema ruislag atau tukar guling dalam penyelesaian sengketa lahan eks Brimob di Kelurahan Ubo-ubo. Ketua LBH Ansor, Zulfikran Bailussy, menyatakan dukungannya usai pernyataan Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, pada Jumat (25/7/2025), yang […]

  • Pembukaan Festival Sorai Waisai 2025 oleh mahasiswa KKN UGM di Pelabuhan Falaya, Raja Ampat

    Festival Sorai Waisai 2025: Pengabdian Mahasiswa UGM di Raja Ampat

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 887
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, Raja Ampat, 7 Agustus 2025 — Pelabuhan Falaya, Kota Waisai, menjadi saksi perhelatan Festival Sorai Waisai 2025, yang merupakan puncak kegiatan Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) di Distrik Waisai, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya. Digelar pada Selasa, 5 Agustus 2025, festival ini menjadi penutup dari […]

  • Ketua Panitia Konfercab NU ke II Kota Tidore Kepulauan, Jafar Noh Idrus (tengah), bersama Ketua Wilayah NU Kiai Amar Manaf (kanan) saat pembukaan Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama (NU) ke II di Aula SMK Negeri 1 Kota Tidore Kepulauan, Sabtu (20/12/2025).

    Konfercab NU Ke II Tidore Kepulauan Resmi Digelar, Teguhkan Peran NU Bangun Peradaban Dunia

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 509
    • 0Komentar

    Tidore Kepulauan (BALENGKO) – Konferensi Cabang (Konfercab) Nahdlatul Ulama (NU) ke II Kota Tidore Kepulauan resmi digelar di Aula SMK Negeri 1 Kota Tidore Kepulauan, Sabtu (20/12/2025). Kegiatan ini mengusung tema “Meneguhkan Eksistensi NU Dalam Membangun Peradaban Dunia”. Konfercab menjadi momentum penting bagi Nahdlatul Ulama dalam memilih kepemimpinan baru sekaligus membentuk kepengurusan yang solid untuk […]

  • MTsN 1 Pulau Morotai Promosikan Literasi dan UMKM dalam Galatama Expo II 2026

    MTsN 1 Pulau Morotai Promosikan Literasi dan UMKM dalam Galatama Expo II 2026

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 100
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, TERNATE – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Pulau Morotai turut memeriahkan kegiatan Galatama Expo II Tahun 2026 yang berlangsung di halaman MTsN 1 Kota Ternate, pada Rabu (8/7/2026). Melalui stand pameran yang dikelola secara kreatif, sekolah ini mendorong generasi madrasah untuk meningkatkan budaya literasi serta semangat kewirausahaan melalui Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah […]

  • Ketua LBH Ansor Malut, Zulfikran Bailussy, menyerukan perlunya penyidikan menyeluruh dalam kasus dugaan penyertaan modal PT Taliabu Jaya Mandiri.

    Terkait Dugaan Korupsi Penyertaan Modal Perumda PT Taliabu Jaya Mandiri (TJM), LBH Ansor Malut: “Kejati Maluku Utara Harus Ambil Alih Penanganan Perkara”

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 722
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO) — Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Maluku Utara menyampaikan sikap terkait perkembangan kasus dugaan korupsi penyertaan modal pada Perumda PT Taliabu Jaya Mandiri (TJM) yang kini menyeret empat tersangka. Ketua LBH Ansor Malut, Zulfikran Bailussy, menilai bahwa penanganan perkara tersebut tidak boleh berhenti pada pelaksana teknis, melainkan perlu ditelusuri hingga level pembuat kebijakan. […]

  • Izzah Qurrata’ain Juara 1 MTQ Internasional di Qatar, Perjalanan Inspiratif Menuju Kemenangan

    Izzah Qurrata’ain Juara 1 MTQ Internasional di Qatar, Perjalanan Inspiratif Menuju Kemenangan

    • calendar_month Kamis, 30 Jan 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 605
    • 0Komentar

    Menjadi juara dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat internasional bukanlah hal yang mudah. Bagi Izzah Qurrata’ain, perjalanan menuju kemenangan dimulai jauh sebelum hari perlombaan. Bersama sang ayah, ia mempersiapkan diri dengan latihan intensif, memastikan tajwid, suara, dan intonasi bacaannya sempurna. Bahkan setelah tiba di Jakarta, sebelum berangkat ke Qatar, ia masih terus berlatih demi […]

expand_less