Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Polemik Larangan Film “Pesta Babi”: Menakar Hak Informasi dan Hikmah Teologis di Baliknya

Polemik Larangan Film “Pesta Babi”: Menakar Hak Informasi dan Hikmah Teologis di Baliknya

  • calendar_month 18 jam yang lalu
  • visibility 67
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Pada akhirnya, umat Islam perlu menyadari bahwa esensi pengharaman daging babi bukan semata-mata karena alasan medis—seperti keberadaan cacing pita yang berbahaya bagi kesehatan, melainkan merupakan bentuk ujian ketaatan mutlak (ta’abbudi) seorang hamba kepada Sang Pencipta. Ini adalah prinsip sami’na wa atha’na (kami dengar dan kami taat).

Kebebasan Informasi dan “Pahala” Kebahasaan

Dalam ruang sosial, kita juga harus bijak memisahkan antara tindakan mengonsumsi dengan aktivitas memperoleh informasi. Menonton film atau dokumenter yang membahas mengenai “pesta babi” (misalnya tradisi adat atau budaya kuliner tertentu) tentu berbeda mutlak dengan memakan dagingnya. Di Indonesia, aktivitas menonton atau mendiskusikan fenomena tersebut sebagai bagian dari pengetahuan dilindungi oleh UUD 1945 terkait kebebasan memperoleh informasi. Secara hukum Islam pun, kedudukan menonton tayangan informatif tersebut adalah mubah, sepanjang terdapat pesan moral, hikmah, atau ilmu pengetahuan yang dapat dipetik di dalamnya.

Menariknya, jika kita berefleksi, nama kita sebagai manusia secara personal tidak tertulis di dalam Al-Qur’an, sedangkan kata al-khinzir diabadikan di dalamnya. Dari sudut pandang ibadah kebahasaan (tilawah), setiap kali seorang Muslim membaca ayat yang memuat kata al-khinzir, ia sedang melafalkan firman Allah.

Kata الخنزير (al-khinzir) terdiri dari 7 huruf, yaitu: alif, lam, kha, nun, zay, ya’, dan ra’. Berdasarkan hadis nabi bahwa setiap satu huruf Al-Qur’an yang dibaca bernilai satu kebaikan yang dilipatgandakan menjadi sepuluh pahala, maka membaca kata al-khinzir dalam konteks mengaji satu kali saja sudah mendatangkan 70 kebaikan di sisi Allah SWT.

Dengan demikian, terbentuklah sebuah paradoks yang indah: umat Islam memang dilarang keras mengonsumsi dagingnya, namun di sisi lain, mereka meraih pahala spiritual yang melimpah saat membaca teks ayatnya dalam Al-Qur’an. Melalui perspektif ini, kita dapat melihat betapa luasnya hikmah Allah SWT dalam menciptakan segala sesuatu, di mana dari hal yang diharamkan pun, selalu ada jalan bagi manusia untuk mendulang kebaikan dan mempertebal keimanan.

Wallahu a’lam bish-shawab.

  • Penulis: Oleh: Fahrul Abd Muid Penulis Dosen FUAD IAIN Ternate & Ketua Forum Keberagaman Nusantara Maluku Utara
  • Editor: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Foto : Ilustrasi Source : FARS/HAMED JAFARNEJAD via AFP

    Selat Hormuz Membara: Tiga Kapal Menjadi Sasaran Serangan di Tengah Ketegangan Iran-AS

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 126
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE – Jalur perdagangan minyak global di Selat Hormuz mencekam setelah sedikitnya tiga kapal dilaporkan menjadi sasaran serangan proyektil pada Minggu (1/3/2026). Insiden ini terjadi di tengah eskalasi militer yang meningkat setelah Iran melancarkan aksi balasan terhadap serangan udara Amerika Serikat dan Israel. Dilansir dari CNBC Indonesia Badan Keamanan Maritim Inggris, United Kingdom Maritime […]

  • Ketua LBH Ansor Maluku Utara, Zulfikran Bailussy

    LBH Ansor Maluku Utara: Sengketa Lahan Ubo-Ubo Seharusnya Diselesaikan Secara Perdata dan Administratif, Bukan Pidana

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 642
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO) – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Maluku Utara menyampaikan pandangan hukumnya terkait langkah Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku Utara yang memproses laporan pidana terhadap sejumlah warga Kelurahan Ubo-Ubo, Kota Ternate, dengan dugaan penyerobotan lahan dan memasuki pekarangan tanpa izin. Ketua LBH Ansor Maluku Utara, Zulfikran Bailussy, menyatakan bahwa pendekatan pidana dalam […]

  • Pemuda Kampung Makassar Timur Bersihkan Pesisir Laut Ternate

    Pemuda Kampung Makassar Timur Bersihkan Pesisir Laut Ternate

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Agung R Selang
    • visibility 2.205
    • 0Komentar

    (balengkospace.com) Ternate, 30 Mei 2025 – Sejumlah pemuda dari Satgas Kebersihan Kampung Makassar Timur menggelar aksi bersih-bersih di pesisir laut, Jumat (30/5), untuk mengurangi sampah yang mencemari kawasan tepi laut Kota Ternate. Rifki Usman, tokoh muda setempat, memimpin langsung kegiatan ini. Ia bersama anggota Satgas menyusuri pesisir menggunakan perahu dan alat sederhana. Mereka mengangkat sampah […]

  • Anggota DPD RI Hasbi Yusuf mendesak penyelesaian proporsional konflik lahan TNI AU di Morotai guna menyeimbangkan kedaulatan negara dan hak-hak masyarakat.

    Hasbi Yusuf Desak Penyelesaian Proporsional Konflik Lahan TNI AU di Morotai

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 172
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Anggota Komite III DPD RI, Hasbi Yusuf, mengeluarkan pernyataan tegas terkait sengketa lahan menahun antara TNI Angkatan Udara (AU) dan masyarakat di Pulau Morotai. Ia mendesak agar penyelesaian konflik tersebut dilakukan secara proporsional dengan mengedepankan prinsip keadilan bagi semua pihak. Pernyataan ini disampaikan Hasbi usai menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) ke-II MD […]

  • Gelar Hari Gizi Nasional ke-65: Tidak hanya Hiburan tetapi harus menjadi Momen Penting untuk Edukasi Gizi dan Kesehatan

    Gelar Hari Gizi Nasional ke-65: Tidak hanya Hiburan tetapi harus menjadi Momen Penting untuk Edukasi Gizi dan Kesehatan

    • calendar_month Minggu, 26 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 543
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Istimewa Hari Gizi Nasional ke-65 yang mengusung tema “Pilih Makanan Bergizi untuk Keluarga Sehat” menjadi salah satu momen strategis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi dalam kehidupan sehari-hari. Tema ini sangat relevan mengingat tingginya angka permasalahan gizi di Indonesia, seperti stunting, obesitas, dan kekurangan zat gizi mikro yang masih menjadi tantangan […]

  • Tarian soya-soya Maluku Utara ditampilkan di event JKPI Yogyakarta oleh mahasiswa dan pelajar

    Tarian Soya-Soya Maluku Utara Tampil di Event JKPI Yogyakarta 2025

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.306
    • 0Komentar

    Tarian Soya-Soya Jadi Sarana Promosi Wisata Budaya Nurlaila Mustafa, mahasiswa asal Ternate yang sedang menempuh studi S2 Pariwisata sekaligus mantan Wakil Ketua IKPMKT periode 2020-2021, turut menyampaikan rasa bangganya terhadap penampilan tersebut. “Saya merasa excited sekaligus bangga karena di acara Indonesia Street Performance tadi malam, Ternate menjadi satu-satunya perwakilan dari Maluku Utara yang tampil,” katanya. […]

expand_less