Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Polemik Larangan Film “Pesta Babi”: Menakar Hak Informasi dan Hikmah Teologis di Baliknya

Polemik Larangan Film “Pesta Babi”: Menakar Hak Informasi dan Hikmah Teologis di Baliknya

  • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
  • visibility 415
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Pada akhirnya, umat Islam perlu menyadari bahwa esensi pengharaman daging babi bukan semata-mata karena alasan medis—seperti keberadaan cacing pita yang berbahaya bagi kesehatan, melainkan merupakan bentuk ujian ketaatan mutlak (ta’abbudi) seorang hamba kepada Sang Pencipta. Ini adalah prinsip sami’na wa atha’na (kami dengar dan kami taat).

Kebebasan Informasi dan “Pahala” Kebahasaan

Dalam ruang sosial, kita juga harus bijak memisahkan antara tindakan mengonsumsi dengan aktivitas memperoleh informasi. Menonton film atau dokumenter yang membahas mengenai “pesta babi” (misalnya tradisi adat atau budaya kuliner tertentu) tentu berbeda mutlak dengan memakan dagingnya. Di Indonesia, aktivitas menonton atau mendiskusikan fenomena tersebut sebagai bagian dari pengetahuan dilindungi oleh UUD 1945 terkait kebebasan memperoleh informasi. Secara hukum Islam pun, kedudukan menonton tayangan informatif tersebut adalah mubah, sepanjang terdapat pesan moral, hikmah, atau ilmu pengetahuan yang dapat dipetik di dalamnya.

Menariknya, jika kita berefleksi, nama kita sebagai manusia secara personal tidak tertulis di dalam Al-Qur’an, sedangkan kata al-khinzir diabadikan di dalamnya. Dari sudut pandang ibadah kebahasaan (tilawah), setiap kali seorang Muslim membaca ayat yang memuat kata al-khinzir, ia sedang melafalkan firman Allah.

Kata الخنزير (al-khinzir) terdiri dari 7 huruf, yaitu: alif, lam, kha, nun, zay, ya’, dan ra’. Berdasarkan hadis nabi bahwa setiap satu huruf Al-Qur’an yang dibaca bernilai satu kebaikan yang dilipatgandakan menjadi sepuluh pahala, maka membaca kata al-khinzir dalam konteks mengaji satu kali saja sudah mendatangkan 70 kebaikan di sisi Allah SWT.

Dengan demikian, terbentuklah sebuah paradoks yang indah: umat Islam memang dilarang keras mengonsumsi dagingnya, namun di sisi lain, mereka meraih pahala spiritual yang melimpah saat membaca teks ayatnya dalam Al-Qur’an. Melalui perspektif ini, kita dapat melihat betapa luasnya hikmah Allah SWT dalam menciptakan segala sesuatu, di mana dari hal yang diharamkan pun, selalu ada jalan bagi manusia untuk mendulang kebaikan dan mempertebal keimanan.

Wallahu a’lam bish-shawab.

  • Penulis: Oleh: Fahrul Abd Muid Penulis Dosen FUAD IAIN Ternate & Ketua Forum Keberagaman Nusantara Maluku Utara
  • Editor: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aktivitas pembukaan lahan seluas lebih dari satu hektare di Desa Cucumare, Kabupaten Pulau Morotai, untuk pembangunan mess serta lokasi penampungan material Asphalt Mixing Plant (AMP) milik PT Intimkara diduga telah berlangsung sejak dua pekan terakhir tanpa keterbukaan informasi dan kejelasan persyaratan administrasi.

    Aktivitas Pembukaan Lahan AMP PT Intimkara di Cucumare Disorot, Izin Lingkungan Dipertanyakan

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 270
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI — Aktivitas pembukaan lahan seluas lebih dari satu hektare di Desa Cucumare, Kabupaten Pulau Morotai, untuk pembangunan mess serta lokasi penampungan material Asphalt Mixing Plant (AMP) milik PT Intimkara diduga telah berlangsung sejak dua pekan terakhir tanpa keterbukaan informasi dan kejelasan persyaratan administrasi. Kegiatan tersebut bahkan belum diketahui memiliki dokumen lingkungan yang […]

  • Ratusan Mahasiswa Unipas Demo DPRD Morotai, Sempat Terjadi Aksi Dorong dengan Aparat

    Ratusan Mahasiswa Unipas Demo DPRD Morotai, Sempat Terjadi Aksi Dorong dengan Aparat

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 278
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE MOROTAI – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Universitas Pasifik (Unipas) Morotai menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Kabupaten Pulau Morotai, Rabu (17/6/2026) kemarin. Demonstrasi tersebut diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas yang membawa sejumlah tuntutan terkait isu nasional maupun daerah. Massa aksi terdiri atas BEM Unipas, BEM FPIK, BEM FKIP, BEM Ekonomi, […]

  • Penampakan fisik bangunan LabKesmas Pulau Morotai yang sedang dalam masa adendum. Kepala Dinas Kesehatan memastikan tetap mengedepankan profesionalitas dan standarisasi material meskipun pekerjaan mengalami keterlambatan dari jadwal semula. (Sumber Foto: Istimewa)

    Dinkes Morotai Buka Suara Soal Keterlambatan Proyek LabKesmas, Sebut Kendala Cuaca hingga Mutu Material

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea
    • visibility 1.147
    • 0Komentar

    “Kami sudah bicarakan terkait adendum. Saat ini diberikan penambahan waktu 50 hari, dan itu sudah berjalan dengan mekanisme denda. Target kami tetap dikejar agar selesai 100 persen,” tegasnya. Kendala Teknis: Uji Mutu Beton dan Material Pabrikan Selain faktor cuaca, dr. Diana membeberkan kendala teknis terkait ketersediaan material yang memenuhi standar spesifikasi. Ia mengungkapkan adanya hambatan […]

  • GEMPUR Yogyakarta Desak Kapolri Copot Kapolda Malut Aksi di Polda DIY

    GEMPUR Yogyakarta Desak Kapolri Copot Kapolda Malut dan Kapolres Halteng

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 156
    • 0Komentar

    BALENGKOSPACE.COM, YOGYAKARTA – Gelombang perlawanan atas lambannya penegakan hukum dan dugaan represivitas aparat di Maluku Utara menggema hingga ke Kota Pelajar. Aliansi Generasi Muda Kepulauan Rempah (GEMPUR) D.I. Yogyakarta menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolda DIY, Selasa (29/09/2026). Massa yang terdiri dari mahasiswa, pemuda asal Maluku Utara, unsur Ikatan Pelajar Mahasiswa Daerah (IKPM), serta […]

  • Dari Harlah ke Tindakan Nyata: Ansor Tidore Gandeng Polisi Kawal Moderasi Beragama

    Dari Harlah ke Tindakan Nyata: Ansor Tidore Gandeng Polisi Kawal Moderasi Beragama

    • calendar_month Kamis, 24 Apr 2025
    • account_circle Muzstakim
    • visibility 710
    • 0Komentar

    Tidore, 24 April 2025 – Memperingati Harlah ke-91 GP Ansor, PC GP Ansor Tidore Kepulauan bersilaturahmi ke Polresta Tidore pada Kamis (24/4/2025) pukul 08.30 WIT. Kunjungan ini memperkuat sinergi antara pemuda Ansor dan kepolisian dalam menjaga keamanan dan nilai kebangsaan. Rombongan dipimpin Kasatkorcab Banser Mustajam Harun. Plt. Wakapolresta Kompol Muhammad Jufri Dukomalamo, S.H., menerima mereka bersama […]

  • Sejumlah pengurus IKA PMII Maluku Utara berfoto bersama perwakilan Harita Grup usai menggelar audiensi di Ternate.

    Perkuat Sinergitas, PW IKA PMII Malut Gelar Audiensi dengan Harita Grup

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 555
    • 0Komentar

    Harita Nickel Siap Bersinergi Non Government Relation Harita Nickel, Handi, menyampaikan bahwa perusahaan terbuka untuk bekerja sama dan membangun kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk IKA PMII Malut. “Kami siap bersinergi dalam berbagai terobosan dan inovasi untuk membangun Maluku Utara,” ujar Handi. Ia menegaskan bahwa sebagai perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah ini, Harita Nickel […]

expand_less