Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Partisipasi tak bermakna, penetapan hakim mahkamah konstitusi secara ugal-ugalan.

Partisipasi tak bermakna, penetapan hakim mahkamah konstitusi secara ugal-ugalan.

  • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
  • visibility 725
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Adanya proses yang terlihat tidak profesional dan kurang melibatkan masyarakat secara luas bisa membuat semangat Pasal 24C UUD 1945 yang mengharuskan Mahkamah Konstitusi sebagai pelindung konstitusi menjadi tereduksi. Sebab, legitimasi moral dan konstitusional lembaga penjaga konstitusi tidak hanya bergantung pada wewenang resmi, tetapi juga pada proses pemilihan hakim yang jelas, bertanggung jawab dan memiliki integritas. DPR di nilai arogan untuk memilih hakim MK dan melanggar asas transparansi, partisipatif dan akutabel yg menjadi rujukan pemilihan hakim MK baik oleh Presiden, MA dan DPR. Kendatipun sebelumnya DPR sudah memutuskan Inosentius sebagai hakim Mahkamah Konstitusi dalam rapat paripurna pada 21 Agustus 2025, keputusan itu kini di anulir dan diganti oleh Adies Kadir. Padahal, Adies Kadir sebelumnya pernah dinonaktifkan sementara dari partainya karena menyampaikan pernyataan yang menimbulkan kontroversi terkait gelombang aksi demo pada bulan Agustus tahun 2025. Situasi ini memicu pertanyaan serius tentang konsistensi, transparansi, dan tanggung jawab dalam proses menetapkan hakim konstitusi.

Besar kemungkinan keterpilahan sementara inosentius sebagai hakim MK oleh DPR di nilai tidak mampu mengakomodir produk undang-undang dari legislator yg diuji di MK dibandingkan Adies kadir. Putusan tentang pemilihan adies kadir sangat politis dan elitis, hakim MK yg di tetapkan oleh DPR akan tergantung pada kehendak serta kepentingan lembaga pengusul. Hal ini menimbulkan problematik yang serius dalam sistem demokrasi sebuah bangsa, imbasnya cheeck and balances terhadap dua lembaga besar, eksekutif dan legislatif akan melemah, intervensi terhadap kekuasaan Kehakiman yang independen akan begitu TSM, pos-pos penting bagi proses bekerjanya sebuah hukum akan terkooptasi secara struktur. kepentingan besar bagi berkerjanya sebuah hukum menjadi jalan mulus bagi kepentingan penguasa. sehinga demokrasi akan kembali pada bohir, untuk bohir, hanya bohir. 

Menilik track record mahkamah konstitusi. Mahkamah konstitusi awalnya di bentuk untuk memenuhi kebutuhan Reformasi pada tahun 1998. Era tersebut tidak dapat disangkal menjadi momentum penting yang mengubah paradigma ketatanegaraan di Indonesia. Berbagai lembaga negara mengalami pembentukan baru, penghapusan, maupun penyesuaian sesuai dengan kebutuhan sistem ketatanegaraan yang berkembang. Dalam konteks ini, lahirnya Mahkamah Konstitusi menjadi respons atas kebutuhan akan suatu lembaga yang berfungsi menegakkan supremasi konstitusi di Indonesia. Mahkamah Konstitusi secara resmi dibentuk pada tahun 2003 dan diciptakan sebagai lembaga yang bertugas menjaga serta memberikan penjelasan terhadap Undang-Undang Dasar melalui putusanputusannya. Ketika undang-undang melimpahkan kewenangannya kepada Mahkamah Konstitusi seperti yang tercantum dalam pasal 24 C ayat (1), maka Mahkamah Konstitusi harus lepas dari pengaruh politik apa pun agar dapat menjalankan wewenangnya dengan murni dan adil.

  • Penulis: Yuridin, Kader HMI Yogyakarta.
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • HENDRA KASIM Mahasiswa Program Doktor FH UII (Source : Istimewa)

    Kekuasaan Profetik (Etika, Batas, dan Tanggung Jawab Kekuasaan)

    • calendar_month Sabtu, 10 Okt 2026
    • account_circle HENDRA KASIM, Mahasiswa Program Doktor FH UII
    • visibility 327
    • 0Komentar

    David Bentham dalam buku The Legitimation of Power, menawarkan pemahaman mengenai legitimasi kekuasaan tidak cukup ditentukan melalui hukum, tapi juga mengenai kesesuaian menjalankan kekuasaan dengan hukum serta pembenaran yang diberikan berdasarkan nilai yang relevan dalam masyarakat. Melalui Weber dan Bentham, bisa dipahami legitimasi kekuasaan memiliki dimensi yang lebih luas dari legaltias formal karena menyangkut hubungan […]

  • 12 Laga Tak Terkalahkan! Malut United Hajar Dewa United dengan Comeback Epik!

    12 Laga Tak Terkalahkan! Malut United Hajar Dewa United dengan Comeback Epik!

    • calendar_month Jumat, 25 Apr 2025
    • account_circle Balengko Space
    • visibility 684
    • 0Komentar

    Balengko Space, Jumat, 25 April 2025 – Malut United kembali membuktikan kelasnya sebagai calon juara dengan menaklukkan Dewa United FC 2-1 di kandang sendiri. Tim Naga Gamalama ini mempertahankan rekor fantastis 12 laga tanpa kekalahan sekaligus mengokohkan posisi atas klasemen Liga 1 Indonesia. Dewa United sempat mengguncang Malut United ketika Egy Maulana Vikri memanfaatkan umpan dengan baik lalu menghujamkannya ke gawang Malut United pada menit […]

  • Farijal Teng Maju Ketua GP Ansor Ternate Konfercab V

    Dinamika Konfercab V, Farijal Teng Maju Ketua GP Ansor Ternate

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 128
    • 0Komentar

    BALENGKOSPACE.COM, TERNATE – Bursa kepemimpinan Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Ternate kian bergairah jelang pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) V. Kader pemuda Nahdliyin, Farijal Teng, secara resmi menyatakan diri siap maju bertarung sebagai Calon Ketua PC GP Ansor Kota Ternate untuk menakhodai arah pergerakan organisasi ke depan. Pencalonan Farijal Teng mewarnai dinamika internal […]

  • Tambang atau Pariwisata? Menentukan Masa Depan, Menjaga Kawasan SBB

    Tambang atau Pariwisata? Menentukan Masa Depan, Menjaga Kawasan SBB

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Fahrul Syukur (Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta)
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Wilayah Seram Bagian Barat memiliki kekayaan alam yang melimpah. Hutan masih luas, pesisir yang indah dan budaya masih terikat dengan kehidupan masyarakat. Kawasan ini menyimpan banyak potensi besar misalnya, sumber daya mineral untuk pertambangan dan daya tarik alam untuk pariwisata. Di sinilah akan muncul pertanyaan paling penting bagi masa depan daerah: Apakah pendapatan daerah akan tumbuh pada eksploitasi tambang, atau pada penguatan pariwisata berkelanjutan?

  • Dampak Pembukaan Lahan di Kalimantan Barat Play Button

    Hutan Adat Terancam? Menimbang Dampak Pembukaan Lahan di Kalimantan Barat

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Pembukaan lahan terus menjadi isu yang diperbincangkan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan Barat. Di satu sisi, aktivitas ini dianggap mampu mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Namun di sisi lain, masyarakat adat yang telah lama hidup berdampingan dengan hutan juga menghadapi berbagai perubahan dalam kehidupan sosial, budaya, dan lingkungan mereka. Dalam episode podcast Balengko Space […]

  • Fakta Mengejutkan di Balik Angka Depresi dan Bunuh Diri di Indonesia

    Fakta Mengejutkan di Balik Angka Depresi dan Bunuh Diri di Indonesia

    • calendar_month Jumat, 10 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 736
    • 0Komentar

    Ilustrasi : pexels Kesehatan mental adalah elemen penting dalam menjalani kehidupan yang seimbang dan bermakna. Menurut World Health Organization (WHO), kesehatan mental adalah keadaan sejahtera yang memungkinkan seseorang untuk mengatasi tekanan hidup, menyadari kemampuannya, belajar dan bekerja dengan baik, serta berkontribusi pada komunitasnya (WHO, 2004). Namun, data menunjukkan bahwa gangguan kesehatan mental terus meningkat di […]

expand_less