Generasi Digital di Persimpangan: Menyelamatkan Anak dari Kecanduan Layar
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 34
- comment 0 komentar
- print Cetak

Oleh: Nasir M. Ali (Pegawai Kementerian Haji Kota Ternate) . Ilustrasi : Pexels
Meta-analisis terbaru yang diterbitkan dalam JAMA Pediatrics pada 2026, dengan menggabungkan berbagai studi longitudinal pada anak dan remaja, menemukan bahwa penggunaan media digital secara konsisten berkaitan dengan sejumlah risiko terhadap kesehatan dan perkembangan. Hubungan yang paling menonjol ditemukan pada penggunaan media sosial. Namun, para peneliti juga mengingatkan bahwa jenis penggunaan, isi, usia anak, dan lingkungan pendampingan ikut menentukan dampaknya. Karena itu, tidak semua aktivitas di depan layar harus disamakan. Anak yang menggunakan perangkat selama 30 menit untuk menggambar, membuat musik, atau berbicara dengan keluarganya memiliki pengalaman berbeda dari anak yang menghabiskan berjam-jam menggulir video pendek tanpa tujuan. Persoalannya bukan hanya kuantitas waktu, tetapi juga kualitas isi, tujuan penggunaan, dan apa yang tersingkir akibat penggunaan tersebut.
Tidur yang Dicuri Layar
Dampak paling nyata dari penggunaan digital bermasalah terlihat pada pola tidur. Banyak anak membawa gawai ke tempat tidur dengan alasan menonton satu video terakhir. Namun, video terakhir hampir tidak pernah benar-benar menjadi yang terakhir. Sistem putar otomatis, notifikasi, dan guliran tanpa akhir membuat anak terus bertahan di depan layar.
Sebuah umbrella review yang diterbitkan Maria Fiore dan koleganya pada 2025 merangkum tujuh kajian sistematis, 127 penelitian, dan data sekitar 867.000 peserta. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan perangkat digital berkaitan dengan waktu tidur yang lebih pendek, penundaan waktu tidur, kesulitan memulai tidur, dan kualitas tidur yang lebih buruk. Dampaknya lebih kuat pada penggunaan media sosial dan internet, terutama ketika perangkat digunakan pada malam hari.
Kurang tidur tidak berhenti pada rasa mengantuk. Anak yang tidurnya terganggu cenderung lebih sulit berkonsentrasi, mengendalikan emosi, mengingat pelajaran, dan mengikuti kegiatan sekolah. Dengan kata lain, layar tidak hanya mengambil waktu malam anak, tetapi juga dapat mencuri kualitas hari berikutnya.
- Penulis: Nasir M. Ali (Pegawai Kementerian Haji Kota Ternate)
- Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Saat ini belum ada komentar