Generasi Digital di Persimpangan: Menyelamatkan Anak dari Kecanduan Layar
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 29
- comment 0 komentar
- print Cetak

Oleh: Nasir M. Ali (Pegawai Kementerian Haji Kota Ternate) . Ilustrasi : Pexels
Emosi, Prestasi, dan Relasi Sosial.
Kajian terhadap 67 penelitian yang dipublikasikan pada 2024 menemukan bahwa penggunaan media sosial bermasalah berhubungan dengan gejala depresi dan kecemasan pada anak serta remaja. Beberapa mekanisme yang menjembatani hubungan tersebut adalah kurang tidur, kebiasaan membandingkan diri, pencarian pengakuan, dan ketergantungan terhadap umpan balik dari orang lain. Hubungan antara durasi penggunaan dan gangguan emosional juga ditemukan lebih konsisten pada anak perempuan.
Meta-analisis lain pada 2025 menunjukkan bahwa anak dan remaja dengan kecanduan digital memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami insomnia, kualitas tidur buruk, kecemasan, stres, depresi, dan berbagai persoalan kesehatan lainnya. Temuan tersebut harus dibaca secara hati-hati karena hubungan statistik tidak selalu berarti bahwa gawai menjadi satu-satunya penyebab. Namun, konsistensi temuan dari banyak penelitian tidak boleh diabaikan.
Dampaknya juga menyentuh dunia pendidikan. Meta-analisis Paterna dan koleganya dalam Journal of Behavioral Addictions pada 2024 menemukan hubungan negatif antara penggunaan smartphone bermasalah dan prestasi akademik. Besarnya hubungan memang tergolong kecil, tetapi cenderung lebih kuat pada siswa sekolah dasar dan menengah. Dampak kecil yang terjadi terus-menerus pada jutaan anak tetap dapat menjadi persoalan besar bagi sistem pendidikan.
- Penulis: Nasir M. Ali (Pegawai Kementerian Haji Kota Ternate)
- Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Saat ini belum ada komentar