Generasi Digital di Persimpangan: Menyelamatkan Anak dari Kecanduan Layar
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 31
- comment 0 komentar
- print Cetak

Oleh: Nasir M. Ali (Pegawai Kementerian Haji Kota Ternate) . Ilustrasi : Pexels
Di bidang sosial-emosional, meta-analisis longitudinal dalam Psychological Bulletin pada 2025 menunjukkan hubungan dua arah. Penggunaan layar berlebihan dapat berkaitan dengan meningkatnya masalah sosial-emosional. Sebaliknya, anak yang telah mengalami kesepian, kecemasan, atau persoalan perilaku juga dapat mencari pelarian melalui layar. Karena itu, mengambil gawai tanpa memahami masalah dasar anak dapat membuat intervensi gagal.
Mengapa Anak Sulit Berhenti?
Teori Interaction of Person-Affect-Cognition-Execution atau I-PACE membantu menjelaskan mengapa sebagian anak lebih mudah terperangkap dalam penggunaan digital bermasalah. Perilaku tersebut lahir dari interaksi antara kondisi pribadi, emosi, cara berpikir, keinginan memperoleh kepuasan, dan kemampuan mengendalikan diri.
Anak yang kesepian, tidak percaya diri, mengalami tekanan, atau merasa tidak diterima dapat mencari kenyamanan melalui permainan dan media sosial. Setiap tanda suka, komentar, kemenangan, dan video baru memberikan kepuasan singkat. Lama-kelamaan, otak belajar menjadikan gawai sebagai jalan tercepat untuk menghindari perasaan tidak menyenangkan.
Studi longitudinal empat gelombang pada 2025 yang menggunakan kerangka I-PACE memperlihatkan bahwa fear of missing out atau ketakutan tertinggal dapat mendorong keinginan, pikiran berulang, dan dorongan kuat untuk terus memeriksa telepon. Anak bukan sekadar ingin melihat informasi baru. Ia takut kehilangan percakapan, tren, pengakuan, dan posisi di antara teman-temannya. Karena itu, kita tidak boleh hanya menuduh anak tidak disiplin. Mereka sedang berhadapan dengan platform yang memang dirancang untuk mempertahankan perhatian pengguna selama mungkin.
- Penulis: Nasir M. Ali (Pegawai Kementerian Haji Kota Ternate)
- Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Saat ini belum ada komentar