Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » EDUTALKS » Generasi Digital di Persimpangan: Menyelamatkan Anak dari Kecanduan Layar

Generasi Digital di Persimpangan: Menyelamatkan Anak dari Kecanduan Layar

  • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
  • visibility 427
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Di rumah, aturan akan kehilangan wibawa apabila orang tua meminta anak meletakkan gawai sambil terus memeriksa teleponnya sendiri. Anak belajar bukan hanya dari nasihat, melainkan dari apa yang dilakukan orang dewasa. Meja makan tanpa gawai, kamar tidur bebas perangkat, aktivitas keluarga, olahraga, membaca bersama, dan percakapan harian merupakan bentuk pendidikan digital yang paling konkret.

Mengembalikan Dunia Anak

Mengurangi penggunaan gawai tidak cukup dilakukan dengan larangan. Anak membutuhkan sesuatu yang lebih menarik untuk menggantikan layar: halaman yang aman, ruang bermain, taman, perpustakaan, kegiatan olahraga, komunitas seni, permainan tradisional, dan kehadiran orang dewasa yang bersedia mendengarkan.

Larangan tanpa alternatif hanya akan memindahkan konflik dari layar ke ruang keluarga.

Keberhasilan kebijakan pembatasan gawai jangan hanya diukur dari jumlah telepon yang disimpan di lemari sekolah. Ukurlah dari bertambahnya waktu tidur anak, membaiknya konsentrasi, hidupnya halaman sekolah, kembalinya percakapan di meja makan, serta tumbuhnya persahabatan yang tidak bergantung pada tanda suka dan jumlah pengikut. Anak-anak tidak boleh kehilangan teknologi. Namun, mereka juga tidak boleh kehilangan masa kecil karena teknologi. Di tengah dunia yang semakin digital, tugas kita bukan menjauhkan anak sepenuhnya dari layar. Tugas kita adalah memastikan layar tetap menjadi alat di tangan anak—bukan anak yang perlahan-lahan menjadi tawanan layar.

  • Penulis: Nasir M. Ali (Pegawai Kementerian Haji Kota Ternate)
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemuda Desa Yayasan Meriahkan Iduladha di Kediaman Bupati Morotai dengan Musik Yanger

    Pemuda Desa Yayasan Meriahkan Iduladha di Kediaman Bupati Morotai dengan Musik Yanger

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 327
    • 0Komentar

    Suasana perayaan Hari Raya Iduladha di kediaman resmi Bupati Pulau Morotai terasa hangat dan kental akan nuansa budaya lokal, Rabu (27/5/2026) pagi. Sekelompok anak muda kreatif dari Desa Yayasan hadir membawa kemeriahan dengan memainkan musik tradisional Yanger, menciptakan momen kebersamaan yang berkesan bersama kepala daerah dan warga sekitar. Musik Yanger instrumen tradisional khas Maluku Utara […]

  • Source : Istimewa

    Putra Daerah Halut di Jakarta Kecam DLH: Jangan Jadi Penonton Saat Hutan Ngidiho Dibabat!

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 392
    • 0Komentar

    Sebagai putra daerah Halmahera Utara, Wempy mengingatkan bahwa kepentingan ekonomi sesaat tidak boleh mengorbankan keberlanjutan hidup masyarakat. Ia menguraikan lima dampak fatal yang mengintai jika pembabatan hutan untuk aktivitas tambang ini tidak segera dihentikan: “Hutan Halmahera bukan sekadar ruang produksi, tapi sistem kehidupan. Kami tidak akan tinggal diam melihat eksploitasi jangka pendek yang mengorbankan masa […]

  • Source : Istimewa

    HMTPWK UNUTARA Gelar Workshop Geospasial: Pelatihan Pemetaan Dan Pengelolaan Data Drone

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 1.046
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO) – Himpunan Mahasiswa Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota (HMTPWK) Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA) sukses menyelenggarakan Workshop Geospasial Seri 1 dengan tema “Pelatihan Pemetaan dan Pengelolaan Data Drone”, bertempat aula Kampus UNUTARA. Jumat (13/02/2026). Adapun narasumber yang dihadirkan yakni Andi Arkam, S.T, yang juga merupakan Alumni Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas […]

  • Ancaman Era Globalisasi Terhadap Eksistensi Bahasa Loloda

    Ancaman Era Globalisasi Terhadap Eksistensi Bahasa Loloda

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Ibnu Haikal Basir (Kader Ulil AlBab IAIN Ternate )
    • visibility 1.084
    • 0Komentar

    Bahasa bukan sekadar alat komunikasi, bahasa juga menjadi  identitas suatu bangsa. Berkaitan dengan itu, pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bahasa adalah sistem lambang bunyi arbitrer yang digunakan masyarakat untuk berinteraksi, bekerja sama, dan mengidentifikasi diri. Lebih jauh, Thomas M. Scheidel salah satu pemikir besar di bidang komunikasi, menekankan bahwa melalui komunikasi, kita mampu memperkenalkan […]

  • Demi Responsivitas Pelayanan, Kades Tanjung Saleh Jelaskan Konteks Penataan Perangkat Desa; DPMD Minta Perbaikan Administratif

    Demi Responsivitas Pelayanan, Kades Tanjung Saleh Jelaskan Konteks Penataan Perangkat Desa; DPMD Minta Perbaikan Administratif

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 137
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Kepala Desa Tanjung Saleh, Kecamatan Morotai Utara, Halil Boba, menegaskan bahwa langkah penataan perangkat desa dan anggota Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) yang ia lakukan dilandasi oleh urgensi peningkatan kinerja pelayanan publik dan responsivitas terhadap keluhan warga. Langkah ini diambil setelah pihaknya menerima sejumlah laporan mengenai tidak aktifnya fungsi LPM selama tiga […]

  • Massa aksi BATOMA Jabodetabek membawa poster dan spanduk penolakan rasisme saat menggelar aksi di depan Komnas HAM RI, Jakarta.

    BATOMA Datangi KemenHAM dan Komnas HAM, Tuntut Negara Hentikan Rasisme terhadap Yakob dan Yance Sayuri

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 539
    • 0Komentar

    TUNTUTAN : 1. Mendesak Komnas HAM RI untuk segera menyelidiki secara independen dan terbuka rangkaian tindakan rasisme terhadap Yakob Sayuri dan Yance Sayuri, termasuk ujaran rasis seperti “monyet”, “hitam”, “keriting”, dan “penghuni hutan” yang berulang kali muncul di ruang publik dan media sosial. 2. Menuntut negara melalui Kemenham RI untuk memberikan perlindungan HAM yang nyata […]

expand_less