Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » MISCARRIAGE OF JUSTICE: Mencari Keadilan dalam Negara yang tidak Adil

MISCARRIAGE OF JUSTICE: Mencari Keadilan dalam Negara yang tidak Adil

  • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
  • visibility 475
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Kasus ini menunjukan bahwa praktik penegakan hukum belum sepenuhnya belajar dari berbagai peristiwa peradilan sesat yang pernah terjadi di Indonesia. Penetapan tersangka tidak boleh dilakukan secara tergesa-gesah hanya demi menunjukan keberhasilan pengungkapan perkara. Keberhasilan penyidikan tidak diukur dari cepat atau lambatnya seseorang ditetapkan sebagai tersangka, melaikan dari ketepatan pembuktian, penghormatan terhadap prosedur, dan perlindungan hak asasi manusia.

Kasus Sum Kuning, Sengkong dan Karta, hingga Pegi Setiawan, yang berbeda kasusnya namun menunjukan pola yang sama, yakni adanya resiko kekeliruan dalam proses penegakan hukum yang dapat menyebabkan seseorang ditetapkan sebagai tersangka atau bahkan dipidana atas perbuatan yang tidak dilakukannya. Peristiwa-peristiwa tersebut menunjukan bahwa lemanya

kualitas pembuktian, kurangnya profesionalisme dalam penyelidikan, serta belum optimalnya pengawasan terhadap penggunaan kewenangan oleh aparat penegakan hukum yang menjadi persolan serius. Selama kelemahan tersebut belum dibenahi secara menyeluruh, peradilan sesat akan terus menjadi ancaman nyata bagi warga negara yang tidak bersalah sekaligus menggerus kepercayaan public terhadap sistem peradilan di Indonesia.

Peradilan sesat bukan kesalahan procedural, melainkan kegagalan negara dalam memenuhi kewajiban konstitusionalnya untuk menjamin keadilan, kepastian hukum, dan perlindungan hak asasi manusia. setiap kekeliruan dalam penyelidikan, penyidikan, penuntutan, maupun pemeriksaan di pengadilan tidak hanya merugikan individu yang menjadi korban, tetapi juga runtuhnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem peradilan pidana. Undang-undang sudah mengatur terkait hukum acara pidana yang mengatur prinsip dan prosedur yang harus dipatuhi oleh setiap apparat penegakan hukum. Persoalanya bukan terletak pada ketiadaan aturan, melainkan konsistensi pelaksanaanya. Sebaik apapun norma hukum yang dibentuk, ia tidak akan mampu menghadirkan keadilan apabila diabaikan oleh mereka yang diberi kewenangan untuk menegakannya. Negara hukum tidak boleh diukur dari seberapa cepat perkara berhasil diungkap atau seberapa banyak orang dijatuhi pidana, melainkan dari kemampuan memastikan bahwa setiap orang memperoleh proses hukum yang adil.

“It is better that ten guilty persons escape than that one innocent suffer.” William Blackstone (Lebih baik sepuluh orang yang bersalah lolos daripada satu orang yang tidak bersalah dihukum)

  • Penulis: Supriyadi Baharudin,S.H
  • Editor: Redaksi Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Petani transmigran mengolah lahan pertanian di kawasan permukiman baru program transmigrasi.

    Pemecahan Urusan Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, Solusi atau Tantangan Baru?

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
    • account_circle Imran Tahir
    • visibility 481
    • 0Komentar

    Dahulu, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi—hingga ke tingkat pemerintah daerah melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi—dibentuk dengan tujuan menyinergikan kebijakan dan program terkait ketenagakerjaan serta transmigrasi. Harapannya, kebijakan tersebut mampu menciptakan keterkaitan yang erat antara penyediaan lapangan kerja dan penempatan tenaga kerja, termasuk bagi transmigran, serta meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan sumber daya manusia, pembangunan, […]

  • Source : Istimewa

    Ketua GP Ansor Haltim: Polemik Tunjangan DPRD Malut Harus Disikapi Objektif, Hindari ‘Trial by Opinion’

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 347
    • 0Komentar

    Kritik Demokratis vs Penghakiman Opini Meski mengakui bahwa kritik terhadap kebijakan publik adalah bagian sehat dari demokrasi, Julkarnain memberikan catatan kritis terkait batasan dalam ranah hukum pidana. “Kritik itu sah dalam demokrasi. Namun dalam konteks perkara pidana, kehati-hatian dan akurasi adalah syarat mutlak. Jangan sampai terjadi trial by opinion yang justru berpotensi mengintervensi objektivitas aparat […]

  • Source : Istimewa

    Peringati IWD 2026, FPUD Malut Demo di Kantor Wali Kota Ternate: Soroti Penindasan Perempuan dan Isu Lingkungan

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea
    • visibility 327
    • 0Komentar

    TERNATE (BALENGKO) – Front Perjuangan untuk Demokrasi Maluku Utara (FPUD-Malut) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Wali Kota Ternate pada Minggu (8/3/2026). Aksi yang bertepatan dengan Hari Perempuan Internasional (IWD) ini menyoroti ketimpangan struktur sosial, kebijakan ekonomi-politik, hingga tuntutan perlindungan hukum bagi pekerja perempuan. Koordinator Lapangan FPUD-Malut, Amex, dalam orasinya menegaskan bahwa IWD bukan sekadar […]

  • Toilet Rusak, Tidur Tak Nyaman: Mahasiswa Malut di Yogyakarta Harap Gubernur Peduli Kondisi Asrama Play Button

    Toilet Rusak, Tidur Tak Nyaman: Mahasiswa Malut di Yogyakarta Harap Gubernur Peduli Kondisi Asrama

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.362
    • 0Komentar

    “Kalau mau buang air besar kami harus ke masjid atau Indomaret, karena septic tank penuh dan toiletnya tak bisa dipakai,” ungkap Gaston kepada kontributor Balengko Space, Minggu (20/7). Lebih parahnya lagi, saat musim hujan tiba, air masuk ke dalam asrama melalui atap yang bocor. Lantai asrama pun kerap tergenang air, membuat mahasiswa sulit untuk belajar […]

  • Universitas NU Maluku Utara dan Kementerian Transmigrasi Jalin Kerja Sama Strategis di Kawasan Transmigrasi

    Universitas NU Maluku Utara dan Kementerian Transmigrasi Jalin Kerja Sama Strategis di Kawasan Transmigrasi

    • calendar_month Rabu, 16 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 816
    • 0Komentar

    Ruang lingkup kerja sama ini mencakup pertukaran data dan informasi, pemberian beasiswa kepada anak-anak transmigran yang berprestasi, penyediaan narasumber dan tenaga ahli, hingga pelaksanaan magang mahasiswa di lingkungan Kementerian Transmigrasi. Kedua belah pihak juga bersepakat untuk bekerja sama dalam kegiatan Tridarma Perguruan Tinggi, termasuk pengembangan program unggulan kementerian serta pemanfaatan potensi kawasan transmigrasi. Melalui kolaborasi […]

  • Diskusi Film Pesta Babi Yogyakarta sukses digelar kolaborasi IKAMALRA, IKPMKT, dan IKPMHT di Puskop Tamsis demi mengawal isu hak masyarakat adat.

    Penuhi Puskop Tamsis, Mahasiswa Perantauan Maluku-Maluku Utara Gelar Diskusi Film ‘Pesta Babi’Suarakan Hak Masyarakat Adat

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 353
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, YOGYAKARTA – Puluhan mahasiswa dari berbagai latar belakang daerah memadati ruang Diskusi Film “Pesta Babi” yang digelar di Puskop Tamsis, Jalan Taman Siswa, Wirogunan, Rabu (20/05/2026). Agenda nonton bareng (nobar) karya dokumenter besutan Watchdoc ini menjadi pemantik ruang refleksi akademis guna membedah dinamika kolonialisme modern, potret tata kelola ruang hidup, serta pelindungan hak-hak […]

expand_less