Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » PENA DAN BUKU JADI PENYEBAB KEMATIAN ANAK

PENA DAN BUKU JADI PENYEBAB KEMATIAN ANAK

  • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
  • visibility 974
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Anomie menurut Durkheim adalah keadaan ketika aturan, nilai, dan batasan sosial menjadi kabur atau tidak lagi berfungsi secara efektif. Kondisi ini sering muncul saat terjadi perubahan sosial atau ekonomi yang cepat, seperti krisis ekonomi, kemiskinan mendadak, atau ketimpangan yang semakin tajam. Dalam situasi seperti ini, individu kehilangan pegangan tentang apa yang wajar untuk diharapkan dan dicapai dalam hidup, sehingga dampaknya bisa muncul dari perasaan frustrasi dan putus asa.

Dalam konteks bunuh diri anomik, masalah utamanya bukan sekadar kemiskinan itu sendiri, melainkan ketiadaan regulasi sosial yang melindungi individu saat menghadapi tekanan ekonomi. Ketika masyarakat gagal menyediakan sistem dukungan yang memadai baik melalui keluarga, sekolah, maupun negara individu dibiarkan menghadapi tekanan tersebut sendirian. Hal inilah yang, menurut Durkheim, menciptakan kondisi rawan bunuh diri.

Kasus seorang anak sekolah yang bunuh diri karena tidak mampu membeli buku dapat dibaca melalui lensa bunuh diri anomik. Anak tersebut berada dalam sistem pendidikan yang menuntut pemenuhan standar tertentu (membeli buku, mengikuti pelajaran), namun tidak disertai mekanisme perlindungan bagi mereka yang secara ekonomi tidak mampu. Di sini terlihat adanya ketidakseimbangan antara tuntutan sosial dan kemampuan nyata individu.

Masalah ekonomi keluarga dalam kasus ini tidak berdiri sendiri, tetapi terkait dengan kegagalan regulasi sosial. Sekolah, sebagai institusi sosial, seharusnya berfungsi bukan hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai ruang aman yang peka terhadap kondisi sosial-ekonomi muridnya. Ketika sekolah tetap menuntut tanpa memberi alternatif atau bantuan, anak tersebut terjebak dalam tekanan struktural yang tidak ia pahami sepenuhnya.

Dari sudut pandang Durkheim, anak tersebut mengalami anomie karena diperhadapkan pada harapan sosial (menjadi murid yang baik  dan patuh) tanpa adanya aturan dan dukungan yang realistis bagi kondisi hidupnya. Perasaan gagal, malu, dan terasing bukan muncul karena kelemahan pribadi, tetapi karena sistem sosial yang tidak mampu mengatur dan melindungi individu yang rentan.

Namun, secara kritis, teori Durkheim juga memiliki keterbatasan. Ia kurang memberi ruang pada pengalaman emosional individu dan faktor psikologis personal. Meski demikian, dalam kasus ini, teori bunuh diri anomik tetap relevan karena membantu kita melihat bahwa tragedi tersebut bukan hanya masalah anak tersebut, melainkan cerminan dari ketimpangan ekonomi, lemahnya empati institusional, dan kegagalan masyarakat dalam menyediakan regulasi sosial yang adil dan manusiawi.

  • Penulis: Oleh: N.J Gaston Mahasiswa Yogyakarta
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Source : Istimewa

    Gal-Da: Ruang Hidup Elit vs Mimpi Otonomi Rakyat

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Asbar Kuseke
    • visibility 374
    • 0Komentar

    Semangat Perjuangan yang Tersandera DOB Galela Loloda (Galda) bukan sekadar wacana administratif; ia adalah “lonceng pengingat” sejak Deklarasi 2011 di Galela Selatan. Perjuangan ini lahir dari kolektivisme moral dan ekonomi masyarakat yang masif. Namun, sangat disayangkan jika energi besar dari para tokoh lintas sektor—politik, intelektual, hingga agamawan—kini seolah terbentur tembok kepentingan elit yang tidak linier […]

  • Dari Wacana ke Aksi: IMM Achmad Yani Tawarkan Solusi Sampah Lewat Inovasi Keranjang Daur Ulang

    Dari Wacana ke Aksi: IMM Achmad Yani Tawarkan Solusi Sampah Lewat Inovasi Keranjang Daur Ulang

    • calendar_month Senin, 23 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 662
    • 0Komentar

    Selanjutnya, Mawan Andrian menyoroti lemahnya kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan yang tidak mampu menampung volume sampah harian Yogyakarta, yang mencapai 1.300 ton. Ia membeberkan bahwa hanya satu dari 1.900 hotel di Yogyakarta yang mampu mengelola sampahnya sendiri. Mahasiswa, kata Andrian, harus mengambil peran aktif dalam advokasi kebijakan dan peningkatan literasi pengelolaan sampah di tengah […]

  • KESHALEHAN SOSIAL-NYA

    KESHALEHAN SOSIAL-NYA

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 409
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Istimewa Oleh: Fahrul Abd. MuidPenulis adalah Dosen IAIN Ternate dan Peneliti Media Gerbong Nusantara Keshalehan sosial seorang Kepala Daerah Sherly Tjoanda Laos, bahwa dimana secara nyata dia adalah seorang Gubernur perempuan pertama di Maluku Utara, dan pada saat yang sama, dia juga sebagai pemeluk agama miniroritas, tidak hanya dilihat pada kedispilinannya melaksanakan […]

  • Irfandi R. Hi Mustafa Akademisi Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara Wakil Sekretaris GP Ansor Maluku Utara

    FALSAFAH KIE RAHA DAN KARAKTER MERDEKA

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Irfandi R. Hi Mustafa Akademisi Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara Wakil Sekretaris GP Ansor Maluku Utara
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Pendidikan sering kali terjebak dalam jebakan mekanistik, mereduksi manusia menjadi sekadar angka-angka statistik, rapor kuantitatif, dan pencetak tenaga kerja siap pakai demi roda industri global. Padahal, jauh sebelum istilah “Merdeka Belajar” bergema di ruang-ruang birokrasi modern, nusantara kita telah memiliki ekosistem nilai yang mandiri dan berdaulat. Di bumi Maluku Utara, warisan luhur Kie Raha (Empat […]

  • Tenaga medis ditarik dari ambulans saat aksi massa, menjadi korban kekerasan aparat

    Dari Ambulans ke Tangan Aparat: Tenaga Medis Jadi Sasaran Kekerasan selama aksi demontrasi

    • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
    • account_circle Muh. Rizki
    • visibility 684
    • 0Komentar

    Indonesia kembali dilanda gejolak. Gelombang aksi massa yang bergulir sejak 25 Agustus 2025 baik di ruang publik maupun media sosial, berakar pada keresahan masyarakat terhadap berbagai kebijakan pemerintah. Persoalan seperti minimnya lapangan kerja, rendahnya tingkat upah, wacana kenaikan pajak, serta rencana peningkatan tunjangan anggota DPR yang dinilai tidak proporsional, telah memicu gelombang protes yang meluas. […]

  • Menghidupkan Suara yang Diam: Perjalanan Tantri Atmodjo Menulis Buku Ruang Gelap di Dalam Diri

    Menghidupkan Suara yang Diam: Perjalanan Tantri Atmodjo Menulis Buku Ruang Gelap di Dalam Diri

    • calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 598
    • 0Komentar

    Di balik rutinitas sebagai mahasiswa Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Tantri Atmodjo menyimpan sebuah misi sunyi namun bermakna: menulis buku yang bisa menyentuh hati banyak orang, terutama perempuan. Besar di Ternate, Maluku Utara, Tantri kini tengah menulis buku self-improvement berjudul Ruang Gelap di Dalam Diri. Sebuah karya yang bukan hanya menawarkan kisah, tetapi juga keberanian untuk […]

expand_less