Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Ketika Reformasi Telah Menjadi Reformati, Revolusi Total Adalah Panggilan Hidup

Ketika Reformasi Telah Menjadi Reformati, Revolusi Total Adalah Panggilan Hidup

  • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
  • visibility 458
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Republik ini didirikan di atas darah, air mata, dan janji emansipasi yang radikal. Namun, di antara deretan bapak bangsa, ada satu narasi yang kerap dipinggirkan dalam kurikulum pendidikan formal kita yaitu gagasan Tan Malaka. Sebagai arsitek Republik yang bergerak di bawah tanah, Tan Malaka menolak kompromi. Ia mendambakan “Merdeka 100 Persen”, sebuah kemerdekaan yang tidak lahir dari meja perundingan dengan imperialis, melainkan dari perebutan kedaulatan politik dan ekonomi secara total oleh rakyat. Jika proklamator seperti Soekarno dan Mohammad Hatta memilih jalan diplomasi yang taktis, Tan Malaka bersikeras bahwa selama sumber daya alam dan struktur kekuasaan masih didikte oleh kekuatan asing atau segelintir elite, kemerdekaan hanyalah ilusi administratif. Melompat jauh dari sejarah tersebut, hari ini Indonesia telah berusia lebih dari delapan dekade. Sudah delapan nakhoda berganti memimpin kapal besar ini. Namun, jika kita meminjam kacamata Tan Malaka, apakah kemerdekaan 100 persen itu sudah tercapai?

Kenyataannya, kita masih terjebak dalam pola kolonialisme gaya baru. Pemerintah demi pemerintah terus berunding dan menyerahkan konsesi sumber daya alam kepada korporasi raksasa dan modal asing dengan dalih pembangunan dan investasi. Gunung bergulung dikeruk, hutan dibabat, namun rakyat di sekitarnya tetap hidup dalam garis kemiskinan. Rakyat di negara yang kaya raya ini paradoksalnya tetap miskin secara struktural. Kita harus berani melakukan analisis yang tidak sekadar menggaruk permukaan. Persoalan Indonesia hari ini bukan semata-mata soal siapa yang duduk di Istana Negara, melainkan bagaimana sistem politik, hukum, dan ekonomi pasca reformasi memungkinkan reproduksi kekuasaan oligarki yang terus menghambat terwujudnya kemerdekaan sosial, ekonomi, dan politik bagi rakyat.

Matinya Reformasi: Dari Otoritarianisme Menuju Oligarki Demokratis

Tahun 1998 sering kali diromantisasi sebagai titik kemenangan rakyat. Reformasi yang didorong oleh mahasiswa, buruh, dan masyarakat sipil adalah akumulasi kemuakan terhadap rezim otoriter Orde Baru yang korup dan represif. Namun, lebih dari dua dekade berlalu, kita harus jujur mengakui bahwa Reformasi telah dibajak. Demokrasi yang kita nikmati hari ini hanyalah demokrasi prosedural, bukan demokrasi substantif. Kita sibuk menyelenggarakan pemilu, namun gagal mendistribusikan keadilan. Mengapa hal ini terjadi? Richard Robison dan Vedi R. Hadiz dalam analisis ekonomi politiknya secara tajam menjelaskan bahwa jatuhnya Soeharto pada 1998 tidak menghancurkan struktur oligarki. Sebaliknya, oligarki Orde Baru yang kapitalistik ini dengan sangat cerdik mereorganisasi diri mereka. Mereka beradaptasi dengan sistem demokrasi elektoral, membajak partai partai politik, dan menyusup ke dalam parlemen serta institusi negara.

  • Penulis: Ain Dadong_Bidang PTKP HMI Cabang Yogyakarta

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Source : Istimewa

    SMIT Akan Laporkan Anggota DPR Shanty Alda ke MKD Terkait Dugaan Konflik Kepentingan Tambang

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 304
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE – Solidaritas Muda Indonesia Timur (SMIT) menyatakan sikap tegas untuk membawa persoalan aktivitas tambang nikel di Maluku Utara ke ranah etik parlemen. Organisasi ini berencana mendatangi Komisi XII DPR RI guna mengajukan permohonan audiensi sekaligus melaporkan Shanty Alda, anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Langkah ini diambil menyusul […]

  • Foto: Tangkapan layar video rekaman warga di Kelurahan Fitu, Ternate Selatan, 6 Januari 2026

    Hujan Deras Genangi Ruas Jalan di Ternate Selatan, Arus Lalu Lintas Terganggu

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 332
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO) – Hujan deras yang mengguyur Kota Ternate, Maluku Utara, pada Selasa (6/1/2026) sejak pukul 16.00 WIT hingga petang menyebabkan sejumlah ruas jalan di wilayah Ternate Selatan, khususnya di Kelurahan Fitu, tergenang banjir. Genangan air dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa sempat menghambat arus lalu lintas. Kendaraan roda dua maupun roda empat terpaksa melambat, […]

  • Kiri Islam, Oksidentalisme, dan Kritik Hasan Hanafi

    Kiri Islam, Oksidentalisme, dan Kritik Hasan Hanafi

    • calendar_month Rabu, 2 Apr 2025
    • account_circle Muhammad Asmar Joma
    • visibility 919
    • 0Komentar

    Secara fundamental ajaran Islam sejak dari Nabi Adam hinggah Nabi Muhammad SAW dapat kita pahami sebagai sebuah paradigma”Kiri” yang berorientasi kepada keadilan social. Konteks “Kiri” yaag di maksudkan tentu merujuk kepada prinsip teologi yang kritis terhadap sturuktus social diskriminatif dan berkomitmen untuk membongkar sistim penindasan sebagai problem structural dan personal. Teologi  Islam melalui perspektif ini […]

  • Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pulau Morotai yang berlokasi di pusat pemerintahan. Instansi ini tengah menjadi sorotan publik terkait dugaan tindakan represif oknum anggota saat pengamanan aksi massa ARIT. (Foto: Dok. Balengko Space).

    Dinilai Normalisasi Kekerasan, Kasatpol PP Morotai Belum Minta Maaf Usai Dugaan Pemukulan Aktivis

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 545
    • 0Komentar

    PULAU MOROTAI, BALENGKO SPACE – Pernyataan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Pulau Morotai, Akri Yuti Wijaya, terus menuai polemik. Kecaman publik mengalir deras setelah Akri menyebut insiden dugaan pemukulan aktivis saat demonstrasi sebagai “hal biasa”. Hingga Kamis (7/5/2026), belum ada pernyataan maaf resmi dari pimpinan Satpol PP tersebut. Insiden ini bermula pada […]

  • Hied : Dari Dinding Kosong Karawang ke Karya Penuh Makna

    Hied : Dari Dinding Kosong Karawang ke Karya Penuh Makna

    • calendar_month Jumat, 17 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 558
    • 0Komentar

    Foto : Hied Ketika seni jalanan bertemu dengan kreativitas tanpa batas, nama Hied hadir sebagai salah satu seniman graffiti yang mencuri perhatian. Dengan gaya unik dan energi khas anak muda, Hied berbagi cerita tentang perjalanan, inspirasi, tantangan, dan harapannya untuk dunia graffiti di Indonesia. Perjalanan Awal: Dari Coretan Iseng ke Seni Bermakna “Aku mulai suka […]

  • Belajar Langsung dari Jejak Sejarah: OSIM MTs Negeri 1 Pulau Morotai Kunjungi Museum Perang Dunia II

    Belajar Langsung dari Jejak Sejarah: OSIM MTs Negeri 1 Pulau Morotai Kunjungi Museum Perang Dunia II

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle Redaksi BS
    • visibility 233
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MTs Negeri 1 Pulau Morotai menggelar kegiatan edukatif bertajuk “Menjelajahi Sejarah” dengan mengunjungi Museum Perang Dunia II di Desa Totodoku dan Desa Juanga, Kecamatan Morotai Selatan pada Minggu (26/7/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan siswa tentang warisan sejarah global yang tersimpan di tanah Morotai serta […]

expand_less