Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Ketika Reformasi Telah Menjadi Reformati, Revolusi Total Adalah Panggilan Hidup

Ketika Reformasi Telah Menjadi Reformati, Revolusi Total Adalah Panggilan Hidup

  • calendar_month 5 jam yang lalu
  • visibility 97
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Desentralisasi dan otonomi daerah yang dicita-citakan Reformasi justru melahirkan raja raja kecil di daerah, memecah korupsi yang sentralistik menjadi korupsi yang terdesentralisasi. Jeffrey Winters mendefinisikan oligarki tidak hanya sebagai segelintir orang kaya, tetapi kelompok yang menggunakan kekayaan materialnya untuk mempertahankan kekayaan tersebut (wealth defense). Dalam konteks Indonesia, oligarki bekerja dengan mendanai proses politik yang berbiaya sangat mahal. Demokrasi elektoral kita telah menjelma menjadi pasar bebas transaksional. Elite politik membutuhkan dana besar untuk kampanye, dan para pemilik modal menyediakan dana tersebut. Sebagai imbalannya, produk hukum dan kebijakan ekonomi akan didikte oleh kepentingan para oligark. Hal ini menjelaskan mengapa kebijakan kebijakan yang merugikan rakyat, seperti undang undang yang melemahkan pemberantasan korupsi atau regulasi ketenagakerjaan dan lingkungan yang bias pada korporasi, bisa disahkan dengan mulus oleh wakil rakyat.

Hukum tidak lagi menjadi panglima untuk mewujudkan keadilan, melainkan alat legislasi untuk melegalkan eksploitasi. Ini adalah bentuk kapitalisme politik, di mana kekuasaan negara disandera untuk memfasilitasi akumulasi kapital segelintir elite.

Hegemoni dan Ketimpangan yang Dinormalisasi

Jika kita meminjam analisis Karl Marx, negara dalam sistem kapitalisme yang banal pada akhirnya hanya akan berfungsi sebagai panitia yang mengurus kepentingan kelas borjuis. Di Indonesia, batas antara penguasa politik dan pengusaha telah hilang. Para menteri, pimpinan lembaga negara, dan kepala daerah banyak yang berlatar belakang pengusaha batu bara, nikel, dan kelapa sawit. Konflik kepentingan (conflict of interest) dianggap sebagai kewajaran politik. Namun, mengapa rakyat seolah diam atau tidak memiliki kekuatan untuk melawan? Antonio Gramsci menjelaskan ini melalui konsep hegemoni. Kelas penguasa tidak hanya menindas secara fisik, tetapi mereka menguasai pikiran dan kesadaran masyarakat sipil.

  • Penulis: Ain Dadong_Bidang PTKP HMI Cabang Yogyakarta

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ulisan opini tentang proyeksi IAIN Ternate menuju UIN Sultan Baabullah yang membahas transformasi akademik, tantangan jumlah mahasiswa, dan masa depan pendidikan Islam di Maluku Utara.

    Proyeksi IAIN Ternate Menuju UIN Sultan Baabullah: Transformasi Akademik dan Tantangan Masa Depan

    • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
    • account_circle Fahrul Abd. Muid
    • visibility 2.033
    • 1Komentar

    Ada sebuah ekspektasi lain yang menurut ijtihad penulis memiliki urgensitas penting dibalik terjadinya transformasi tersebut, yaitu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam ini harus menjadi trendsetter-menciptakan tren baru bagi keilmuan yang akan mengembangkan role mode “Masyarakat Islam Kepulauan” yang menjadi misi besar kampus ini. Memang tidak mudah untuk mewujudkan hal tersebut, akan tetapi bukan pula hal yang […]

  • Saremo Putera Bungkam HPPT JR 5-2 di Laga Perdana Turnamen U-16 Dowora

    Saremo Putera Bungkam HPPT JR 5-2 di Laga Perdana Turnamen U-16 Dowora

    • calendar_month Jumat, 27 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 315
    • 0Komentar

    Peluit akhir dibunyikan dengan skor akhir 5-2, memastikan Saremo Putera mengamankan tiga poin penting di laga pembuka. Presiden Klub Saremo Putera, Kahar Jafar, mengaku puas dengan hasil tersebut namun tetap menekankan pentingnya evaluasi. “Meskipun masih banyak kekurangan, saya yakin kemenangan hari ini berkat latihan keras kemarin. Yang terpenting, semua pemain mendapat pengalaman bermain,” ujar Kahar […]

  • Fahrul Abdul Muid

    IAIN-KAN KAMI, UIN-KAN KAMI

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Fahrul Abd Muid
    • visibility 282
    • 0Komentar

    Masih segar dalam ingatan saya ketika menghadiri buka puasa bersama yang dilaksanakan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Maluku Utara. Gubernur Maluku Utara dalam sambutannya, bahwa realitas Maluku Utara hari ini digempur habis-habisan oleh dunia industri, banyak sekali perusahaan yang bergerak dalam dunia pertambangan di Maluku Utara—katakanlah PT. IWIP, PT. HARITA, PT. ANTAM dan masih banyak perusahaan yang lainnya. Industri ini sangat membutuhkan putra-putri […]

  • Anak Sultan Ternate

    Sultan Ternate Suarakan Hak Masyarakat Adat di DPD RI, Gemusba: Negara Harus Paham Sejarah

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 431
    • 0Komentar

    JAKARTA, BALENGKO SPACE – Persoalan agraria dan hak masyarakat adat kembali menjadi sorotan nasional. Sultan Ternate ke-49, Sultan Hidayatullah Mudaffar Sjah, menyampaikan pandangan mendalam mengenai kedudukan tanah adat dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Badan Akuntabilitas Publik (BAP) DPD RI di Jakarta, Rabu (15/4/2026). Penyampaian Sultan tersebut dipandang bukan sekadar urusan lahan, melainkan ujian […]

  • Source : Istimewa

    Tuntut Penyelesaian Sengketa Lahan, Massa SMIT Desak Kementerian ESDM Cabut IUP PT Arumba Jaya Perkasa

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 179
    • 0Komentar

    JAKARTA, 13 Februari 2026 (BALENGKO) – Solidaritas Masyarakat Indonesia Timur (SMIT) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Jumat (13/2). Massa menuntut intervensi pemerintah pusat terkait sengketa pembebasan lahan yang melibatkan PT Arumba Jaya Perkasa di Desa Saramaake, Kecamatan Wasile Selatan, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara. Koordinator […]

  • Oleh : Asmaul Jinudin (Mahasiswa Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia) Foto : Istimewa

    Menolak Lupa dalam Pusaran Janji yang Karut Marut

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Asmaul Jinudin (Mahasiswa Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia)
    • visibility 384
    • 0Komentar

    “Di tengah gemerlap kota yang bising, disudut ruang yang hampa. Terdengar suara tangisan rakyat jelata yang menunggu dan menagih janji pemerinta terhadap kesejatraan rakyatnya.” Menolak Lupa dalam Pusaran Janji yang Karut-Marut memanifestasikan sebuah resistensi epistemologis terhadap dekadensi moral yang terbungkus dalam retorika banal. Dalam menggunakan kacamata fenomenologi Edmund Husserl, janji semestinya merupakan sebuah bentuk intensionalitas […]

expand_less