Ketika Reformasi Telah Menjadi Reformati, Revolusi Total Adalah Panggilan Hidup
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 94
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ain Dadong_Bidang PTKP HMI Cabang Yogyakarta | Source : Istimewa
Rakyat yang memberi tahu penguasa bahwa ada arah yang salah, justru dikriminalisasi, dianggap sebagai ancaman, dan direpresi. Masalahnya tidak diselesaikan, tetapi orang yang mengungkap masalahnya yang disingkirkan. Selama kekayaan hanya terkonsentrasi pada 1% elite oligarki, selama hukum ditegakkan secara tajam ke bawah namun tumpul ke atas, dan selama instrumen negara digunakan untuk merawat dinasti politik dan kapitalisme perkoncoan, maka kemerdekaan sejati belum pernah singgah di negeri ini. Gagasan Tan Malaka tentang “Merdeka 100 Persen” hari ini menemukan relevansi puncaknya. Kemerdekaan 100 persen menuntut keberanian kita untuk tidak berdamai dengan sistem yang menindas. Kita tidak boleh lagi jatuh di lubang yang sama untuk ketiga kalinya. Demokrasi ini harus direbut kembali. Kedaulatan tidak boleh berhenti hanya pada bilik suara, melainkan harus terwujud dalam penguasaan sumber daya ekonomi dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Perjuangan bukan lagi sekadar menuntut reformasi kebijakan, melainkan mentransformasi seluruh sistem politik yang membusuk. Hanya dengan kesadaran radikal ini, Indonesia bisa bergerak menuju kemerdekaan yang sesungguhnya.
- Penulis: Ain Dadong_Bidang PTKP HMI Cabang Yogyakarta

Saat ini belum ada komentar