Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Ketika Reformasi Telah Menjadi Reformati, Revolusi Total Adalah Panggilan Hidup

Ketika Reformasi Telah Menjadi Reformati, Revolusi Total Adalah Panggilan Hidup

  • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
  • visibility 356
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Selanjutnya, konstitusi mengatur bahwa selambat lambatnya 30 hari, MPR harus menyelenggarakan sidang untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden dari dua paket calon yang memperoleh suara terbanyak pertama dan kedua pada pemilu sebelumnya. Secara politis, ini berarti kekuasaan hanya akan bergeser dari satu faksi elite ke faksi elite lainnya, misalnya dari kubu petahana ke kubu penantang yang menduduki posisi kedua. Masalahnya adalah, baik kubu pertama, kedua, maupun ketiga dalam sistem pemilu elektoral kita hari ini disokong oleh struktur oligarki yang nyaris identik.

Konfigurasi elite mungkin berubah, bendera partai mungkin berganti warna, namun bandar yang membiayai panggung politik itu adalah kelompok yang sama. Ini membuktikan bahwa demokrasi elektoral kita telah menjadi sistem sirkulasi elite yang tertutup. Kita terjebak dalam ilusi pilihan. Pemilu seolah olah memberikan rakyat kekuasaan untuk menentukan masa depan, namun pada kenyataannya, rakyat hanya diminta memilih siapa perwakilan oligarki yang akan mengeksploitasi mereka selama lima tahun ke depan. Menuju Revolusi Sistemik untuk Mencabut Akar Pembusukan Oleh karena itu, hari ini rakyat tidak sekadar membutuhkan “Reformasi Jilid II”. Kita tidak perlu lagi terjebak pada figur, entah itu Prabowo, Gibran, Jokowi, Anies, atau siapa pun. Persoalan bangsa ini tidak akan selesai hanya dengan mengganti aktor di atas panggung, sementara naskah lakon dan pemilik teaternya tetap sama.

Yang harus kita bicarakan secara serius dan radikal adalah sistem republik ini yang sudah sangat usang dan membusuk. Hukum dan institusi negara telah dikuasai (state capture) oleh kekuatan kapital. Reformasi 1998 terbukti gagal secara substansial karena ia hanya membabat ranting ranting kediktatoran, tetapi membiarkan akar oligarki terus hidup dan mencengkeram tanah ibu pertiwi. Kita membutuhkan perubahan sistemik. Jika istilah revolusi terdengar menakutkan, maka pahamilah revolusi bukan sebagai pertumpahan darah, melainkan sebagai revolusi struktural dan revolusi kesadaran. Kita harus merebut kembali kedaulatan politik dari cengkeraman kartel partai politik dan pemodal. Kita membutuhkan sistem hukum yang tidak bisa dibeli, serta sistem ekonomi yang berpusat pada kesejahteraan manusia, bukan ekstraksi modal semata. Sudah delapan kali kita mengganti nakhoda, tetapi pulau kesejahteraan belum juga terlihat di pelupuk mata.

  • Penulis: Ain Dadong_Bidang PTKP HMI Cabang Yogyakarta

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LBH Ansor Ternate menyerahkan laporan ke Dewan Pers terkait pemberitaan sepihak

    LBH Ansor Ternate Laporkan Dugaan Pemberitaan Sepihak ke Dewan Pers

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 818
    • 0Komentar

    Zulfikran menegaskan bahwa langkah ini tidak dimaksudkan untuk membatasi kerja pers, melainkan untuk menegakkan prinsip jurnalistik yang profesional. “Hak jawab itu wajib. Berita harus berimbang agar publik mendapat informasi yang benar. Jika rekomendasi Dewan Pers keluar, kami siap menempuh jalur hukum sesuai aturan,” tegasnya. LBH Ansor menambahkan bahwa mereka tetap menghormati kebebasan pers, namun kebebasan […]

  • ernyataan sikap tertulis dari Forum BEM Se-DIY menggugat DPRD

    Gugat DPRD DIY, Forum BEM Se-DIY Suarakan 10 Tuntutan Krusial Mulai dari Krisis Sampah Hingga Isu Nasional

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 110
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, YOGYAKARTA – Forum Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta (Forum BEM Se-DIY) kembali melayangkan mosi gugatan terbuka yang ditujukan langsung kepada jajaran DPRD DIY. Dalam aksi bertajuk “Bangun Persatuan Rakyat, Rebut Daulat Rakyat Dan Lawan Republik Otoriter”, aliansi mahasiswa ini menuntut respons konkret legislatif atas berbagai sengkarut sosial-ekonomi yang terjadi di tingkat […]

  • Sumber foto : Istimewa

    PENA DAN BUKU JADI PENYEBAB KEMATIAN ANAK

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Oleh: N.J Gaston Mahasiswa Yogyakarta
    • visibility 846
    • 0Komentar

    Dalam konteks yang lebih luas, kasus ini menunjukkan bagaimana ketimpangan ekonomi dapat menciptakan tekanan sosial yang tidak terlihat, terutama bagi anak-anak. Anak sekolah berada pada posisi yang sangat rentan karena mereka belum memiliki kemampuan untuk menegosiasikan tuntutan sosial atau mengkritik sistem yang menekan mereka. Ketika kemiskinan keluarga berhadapan langsung dengan tuntutan institusi pendidikan, anak sering […]

  • Anggota Fatayat NU Tidore membagikan sembako kepada warga sekitar

    Fatayat NU Tidore Kegiatan Rutin Bulanan Berbagi Sembako

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.185
    • 0Komentar

    Tidore (Balengko Space) – Fatayat NU Tidore kegiatan rutin bulanan kembali digelar dengan berbagi sembako kepada masyarakat sekitar, Selasa (30/9/2025). Program ini menjadi salah satu wujud kepedulian organisasi perempuan Nahdlatul Ulama terhadap warga yang membutuhkan. Pada kegiatan bulan ini, Fatayat NU Tidore kegiatan rutin bulanan berupa pembagian sembako disalurkan kepada dua keluarga penerima manfaat. Meski […]

  • Ketua GP Ansor Maluku Utara memberikan pernyataan sikap terkait DOB Sofifi

    GP Ansor Maluku Utara Sayangkan Pernyataan Senator Hasbi Yusuf: “Sikap Emosional Tidak Menjawab Substansi Masalah DOB Sofifi”

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 2.694
    • 0Komentar

    “Gubernur adalah perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah. Jika ada aspirasi masyarakat terkait penataan wilayah, sangat wajar bila gubernur merespons dan memfasilitasi dengan mekanisme formal. Itu bukan provokasi, itu menjalankan tanggung jawab,” jelasnya. Syarif menilai bahwa pernyataan Hasbi Yusuf justru terjebak dalam kontradiksi logika. Syarif menyayangkan adanya pernyataan yang dinilainya tidak konsisten, ketika gubernur diminta […]

  • Dari Senam Pagi Sampai Color Run: Ini Hal Tak Terlupakan dari Makrab PKPM-NUKU!

    Dari Senam Pagi Sampai Color Run: Ini Hal Tak Terlupakan dari Makrab PKPM-NUKU!

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 557
    • 0Komentar

    (balengkospace.com) Yogyakarta- Keluarga Pelajar dan Mahasiswa (PKPM) NUKU Yogyakarta menggelar Malam Keakraban (Makrab) selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu, 30 Mei – 1 Juni 2025. Kegiatan ini berlangsung di Dolan Deso, Kulon Progo, Yogyakarta. Makrab tahun ini mengangkat tema “Merajut Kebersamaan, Menyatukan Langkah Dalam Harmoni Persaudaraan.” Sebanyak 12 peserta dan 19 pengurus ikut ambil […]

expand_less