Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Ketika Reformasi Telah Menjadi Reformati, Revolusi Total Adalah Panggilan Hidup

Ketika Reformasi Telah Menjadi Reformati, Revolusi Total Adalah Panggilan Hidup

  • calendar_month 5 jam yang lalu
  • visibility 95
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Selanjutnya, konstitusi mengatur bahwa selambat lambatnya 30 hari, MPR harus menyelenggarakan sidang untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden dari dua paket calon yang memperoleh suara terbanyak pertama dan kedua pada pemilu sebelumnya. Secara politis, ini berarti kekuasaan hanya akan bergeser dari satu faksi elite ke faksi elite lainnya, misalnya dari kubu petahana ke kubu penantang yang menduduki posisi kedua. Masalahnya adalah, baik kubu pertama, kedua, maupun ketiga dalam sistem pemilu elektoral kita hari ini disokong oleh struktur oligarki yang nyaris identik.

Konfigurasi elite mungkin berubah, bendera partai mungkin berganti warna, namun bandar yang membiayai panggung politik itu adalah kelompok yang sama. Ini membuktikan bahwa demokrasi elektoral kita telah menjadi sistem sirkulasi elite yang tertutup. Kita terjebak dalam ilusi pilihan. Pemilu seolah olah memberikan rakyat kekuasaan untuk menentukan masa depan, namun pada kenyataannya, rakyat hanya diminta memilih siapa perwakilan oligarki yang akan mengeksploitasi mereka selama lima tahun ke depan. Menuju Revolusi Sistemik untuk Mencabut Akar Pembusukan Oleh karena itu, hari ini rakyat tidak sekadar membutuhkan “Reformasi Jilid II”. Kita tidak perlu lagi terjebak pada figur, entah itu Prabowo, Gibran, Jokowi, Anies, atau siapa pun. Persoalan bangsa ini tidak akan selesai hanya dengan mengganti aktor di atas panggung, sementara naskah lakon dan pemilik teaternya tetap sama.

Yang harus kita bicarakan secara serius dan radikal adalah sistem republik ini yang sudah sangat usang dan membusuk. Hukum dan institusi negara telah dikuasai (state capture) oleh kekuatan kapital. Reformasi 1998 terbukti gagal secara substansial karena ia hanya membabat ranting ranting kediktatoran, tetapi membiarkan akar oligarki terus hidup dan mencengkeram tanah ibu pertiwi. Kita membutuhkan perubahan sistemik. Jika istilah revolusi terdengar menakutkan, maka pahamilah revolusi bukan sebagai pertumpahan darah, melainkan sebagai revolusi struktural dan revolusi kesadaran. Kita harus merebut kembali kedaulatan politik dari cengkeraman kartel partai politik dan pemodal. Kita membutuhkan sistem hukum yang tidak bisa dibeli, serta sistem ekonomi yang berpusat pada kesejahteraan manusia, bukan ekstraksi modal semata. Sudah delapan kali kita mengganti nakhoda, tetapi pulau kesejahteraan belum juga terlihat di pelupuk mata.

  • Penulis: Ain Dadong_Bidang PTKP HMI Cabang Yogyakarta

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi

    Terisolasi dan Gelap, Fasilitas Gedung Baru FTIK IAIN Ternate Bikin Sekjen Kemenag Geleng Kepala

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 365
    • 0Komentar

    Kontroversi Lahan: Mengapa Bukan di Dodinga? Polemik ini kian meruncing menyusul mencuatnya informasi mengenai status lahan. Diketahui, Pemerintah Provinsi Maluku Utara sebenarnya telah menghibahkan lahan siap bangun seluas 20 hektare di Dodinga yang sudah bersertifikat atas nama IAIN Ternate. Namun, pihak birokrasi kampus justru memilih membangun di Gambesi yang kini Isu mengenai kejelasan status administratif […]

  • Revolusi Sunyi di Sekolah-Sekolah Maluku Utara

    Revolusi Sunyi di Sekolah-Sekolah Maluku Utara

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle Subhan Samsudin
    • visibility 260
    • 0Komentar

    Berbicara tentang perubahan pendidikan, kita sering membayangkan gebrakan besar, kebijakan baru, program raksasa, atau masuknya teknologi canggih ke ruang kelas. Namun, tidak semua transformasi datang dengan sorotan dan tepuk tangan. Di banyak tempat, perubahan bergerak perlahan dan hampir tanpa suara, tetapi justru di situlah letak kekuatannya. Fenomena inilah yang dapat disebut sebagai “revol jauh dari pusat […]

  • Pelantikan Pengurus Komunitas Rumah Marimoi Maluku Utara dan Perhelatan Seni Nusantara Yogyakarta 2025

    Pelantikan Pengurus Komunitas Rumah Marimoi Maluku Utara dan Perhelatan Seni Nusantara Yogyakarta 2025

    • calendar_month Selasa, 25 Feb 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 736
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Istimewa Yogyakarta, (24/2/25) – Taman Budaya Yogyakarta menjadi saksi kesuksesan pelantikan pengurus Komunitas Rumah Marimoi Mahasiswa Maluku Utara Yogyakarta dan Perhelatan Seni Nusantara pada Senin, 24 Februari 2025. Acara ini bertujuan melanjutkan estafet kepemimpinan komunitas dan memperkenalkan seni serta budaya Nusantara, khususnya budaya Maluku Utara. Kehadiran Tokoh-Tokoh Penting Acara ini menghadirkan tokoh […]

  • foto penulis

    Di Balik Sambutan Manis Kampus: Ketakutan Mahasiswa Baru untuk Bersikap Kritis

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 428
    • 0Komentar

    Momentum paling istimewa bagi perguruan tinggi adalah kedatangan mahasiswa baru setiap tahun. Mereka datang dari berbagai daerah dengan semangat tinggi, membawa harapan tentang kehidupan kampus yang kerap digambarkan sebagai ruang yang membebaskan, mencerahkan, dan membentuk karakter. Mahasiswa baru yang telah memilih jurusan di berbagai fakultas disambut dengan senyum ramah serta narasi manis tentang dunia perkuliahan […]

  • Anggota DPD RI Hasbi Yusuf mendesak penyelesaian proporsional konflik lahan TNI AU di Morotai guna menyeimbangkan kedaulatan negara dan hak-hak masyarakat.

    Hasbi Yusuf Desak Penyelesaian Proporsional Konflik Lahan TNI AU di Morotai

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 277
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Anggota Komite III DPD RI, Hasbi Yusuf, mengeluarkan pernyataan tegas terkait sengketa lahan menahun antara TNI Angkatan Udara (AU) dan masyarakat di Pulau Morotai. Ia mendesak agar penyelesaian konflik tersebut dilakukan secara proporsional dengan mengedepankan prinsip keadilan bagi semua pihak. Pernyataan ini disampaikan Hasbi usai menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) ke-II MD […]

  • LBH Ansor Kota Ternate Soroti Proyek Masjid Pas Ipa, Dorong Inspektorat dan Kejaksaan Bertindak

    LBH Ansor Kota Ternate Soroti Proyek Masjid Pas Ipa, Dorong Inspektorat dan Kejaksaan Bertindak

    • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 922
    • 0Komentar

    “Jika terbukti ada penyelewengan, Kejaksaan harus bertindak. Jangan tunggu sampai masyarakat hilang kepercayaan terhadap pemerintah desa maupun kabupaten,” tegasnya. LBH Ansor turut mengapresiasi sikap kritis mahasiswa dan warga Pas Ipa yang terus mengawal isu ini. Zulfikran menyatakan pihaknya siap memberikan pendampingan hukum jika masyarakat membutuhkan advokasi lanjutan. Sebelumnya, proyek masjid yang dikerjakan oleh CV. Bintang […]

expand_less