Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » LOKAL UPDATE » Darurat Abrasi di Koloray: Jarak Rumah ke Pantai Tinggal 4 Meter

Darurat Abrasi di Koloray: Jarak Rumah ke Pantai Tinggal 4 Meter

  • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
  • visibility 381
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

BALENGKO SPACE, MOROTAI – Desa Koloray di Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara, menghadapi ancaman serius akibat abrasi pantai yang terus menggerus daratan. Kondisi ini tidak hanya mengancam infrastruktur pemukiman, tetapi juga berpotensi menghilangkan sumber air bersih bagi sekitar 600 jiwa penduduk setempat.

Berdasarkan pantauan, bangunan penahan ombak (breakwater) yang sebelumnya dibangun melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) pada tahun 2007/2008 kini telah hancur hingga 90 persen. Kerusakan infrastruktur tersebut membuat garis pantai semakin mendekat ke area permukiman warga.

Salah satu warga Desa Koloray, Ical Kudo, dalam wawancara dengan media Balengko.space, Jumat (14/8/2026), mengungkapkan bahwa jarak antara rumah warga serta fasilitas umum dengan bibir pantai kini menyusut drastis.

“Dulu jaraknya sekitar 20 meter dari bibir pantai, namun saat ini tersisa kurang lebih 4 meter saja,” ujar Ical.

Selain mengancam keberadaan fisik desa, abrasi juga berdampak langsung pada krisis air bersih. Ical menjelaskan bahwa intrusi air laut telah mencemari sumber air tawar warga.

“Dampaknya sangat terasa, kami sudah tidak lagi bisa mengonsumsi air sumur karena air laut telah bercampur dan mengontaminasi air bersih,” katanya.

Akibat kondisi tersebut, masyarakat yang sebelumnya mengandalkan air sumur kini terpaksa membeli air galon dengan bepergian ke Daruba, ibu kota kecamatan, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ical menambahkan, masalah abrasi di Desa Koloray telah berlangsung selama kurang lebih 12 tahun. Namun, ia menilai perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi desanya masih minim.

“Sudah bertahun-tahun lamanya, tetapi pemerintah daerah seolah-olah mengabaikan desa kami, seakan-akan kami dianaktirikan,” keluhnya.

Warga mendesak adanya tindakan nyata dari pemerintah. Jika penghalang ombak tidak segera dibangun atau diperbaiki, Desa Koloray dikhawatirkan akan hilang ditelan air laut.

“Harapan kami, pemerintah daerah dapat segera memperhatikan daerah-daerah yang terdampak abrasi, khususnya Desa Koloray, sebelum terlambat,” tutup Ical.

  • Penulis: Jainudin Naba
  • Editor: Muh. Mujizad Mandea

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Source : Istimewa

    KETIKA BERNALAR KRITIS DIBUNGKAM

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Fahrul Abd Muid Penulis adalah Dosen IAIN Ternate & Wakil Ketua GP. Ansor Malut
    • visibility 373
    • 0Komentar

    Dalam bahasa Inggris, istilah critic kadang diperuntukkan kepada orangnya. Sementara Poerwadarminta [1904-1968], kritik berarti kemelut, keadaan genting. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kritik adalah kecaman, kadang-kadang disertai uraian dan pertimbangan baik buruk terhadap suatu hasil karya atau pendapat orang lain. Maka, orang yang ahli dalam memberikan pertimbangan-pembahasan tentang baik dan buruknya sesuatu disebut kritikus. […]

  • Dari Harlah ke Tindakan Nyata: Ansor Tidore Gandeng Polisi Kawal Moderasi Beragama

    Dari Harlah ke Tindakan Nyata: Ansor Tidore Gandeng Polisi Kawal Moderasi Beragama

    • calendar_month Kamis, 24 Apr 2025
    • account_circle Muzstakim
    • visibility 684
    • 0Komentar

    Tidore, 24 April 2025 – Memperingati Harlah ke-91 GP Ansor, PC GP Ansor Tidore Kepulauan bersilaturahmi ke Polresta Tidore pada Kamis (24/4/2025) pukul 08.30 WIT. Kunjungan ini memperkuat sinergi antara pemuda Ansor dan kepolisian dalam menjaga keamanan dan nilai kebangsaan. Rombongan dipimpin Kasatkorcab Banser Mustajam Harun. Plt. Wakapolresta Kompol Muhammad Jufri Dukomalamo, S.H., menerima mereka bersama […]

  • Muhlis Ibrahim, Koordinator KATAM Maluku Utara (Foto: Istimewa)

    KATAM Malut Tegaskan Penjualan 90 Ribu Ton Ore PT WKM Sesuai Prosedur Hukum

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 307
    • 0Komentar

    TERNATE (BALENGKO) – Konsorsium Advokasi Tambang (KATAM) Maluku Utara memberikan klarifikasi resmi terkait aktivitas penjualan 90.000 metrik ton (metric ton/MT) bijih nikel (ore) oleh PT Wana Kencana Mineral (PT WKM). Berdasarkan hasil telaah mendalam, KATAM menyatakan bahwa transaksi tersebut sah secara hukum dan telah memenuhi seluruh kewajiban kepada negara. Koordinator KATAM Maluku Utara, Muhlis Ibrahim, […]

  • Ketua Dekranasda Maluku Utara Ny Rusni Sarbin Hadiri Jogja Fashion Week 2026

    Hadir di Jogja Fashion Week 2026, Ketua Dekranasda Malut Rusni Sarbin Bidik Potensi UMKM Daerah

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Mustakim
    • visibility 288
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, YOGYAKARTA – Ajang perhelatan mode bergengsi tahunan, Jogja Fashion Week (JFW) 2026 bertajuk “Roots to Resonance”, resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X, di Gedung Jogja Expo Center (JEC), Kamis (13/08/2026). Acara tidak hanya dihadiri oleh pejabat dan pelaku industri mode dari […]

  • Suasana meriah lomba 17 Agustus dengan iringan lagu wajib nasional

    Lagu Wajib Nasional untuk Memeriahkan Lomba 17 Agustus

    • calendar_month Sabtu, 9 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 923
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE – Setiap peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus, suasana meriah terasa di berbagai daerah. Beragam perlombaan, mulai dari panjat pinang hingga tarik tambang, menjadi ciri khas perayaan. Namun, kemeriahan tersebut akan terasa lebih lengkap dengan lantunan lagu-lagu wajib nasional yang mampu membangkitkan semangat kebersamaan dan nasionalisme. Berikut daftar lagu wajib nasional […]

  • Seorang Nelayan Meninggal Dunia Akibat Tersambar Petir di Perairan Morotai Utara

    Seorang Nelayan Meninggal Dunia Akibat Tersambar Petir di Perairan Morotai Utara

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 524
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI — Seorang nelayan asal Desa Mira, Kecamatan Morotai Timur, Kabupaten Pulau Morotai, dilaporkan meninggal dunia akibat tersambar petir saat melaut di wilayah perairan perbatasan Desa Bido dan Desa Yao, Kecamatan Morotai Utara, Kamis (18/6/2026). Korban diketahui bernama Sofyan Awat (54). Saat kejadian, korban sedang melakukan aktivitas memancing bersama sejumlah rekannya menggunakan perahu […]

expand_less