Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » LOKAL UPDATE » Darurat Abrasi di Koloray: Jarak Rumah ke Pantai Tinggal 4 Meter

Darurat Abrasi di Koloray: Jarak Rumah ke Pantai Tinggal 4 Meter

  • calendar_month 8 jam yang lalu
  • visibility 122
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

BALENGKO SPACE, MOROTAI – Desa Koloray di Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara, menghadapi ancaman serius akibat abrasi pantai yang terus menggerus daratan. Kondisi ini tidak hanya mengancam infrastruktur pemukiman, tetapi juga berpotensi menghilangkan sumber air bersih bagi sekitar 600 jiwa penduduk setempat.

Berdasarkan pantauan, bangunan penahan ombak (breakwater) yang sebelumnya dibangun melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) pada tahun 2007/2008 kini telah hancur hingga 90 persen. Kerusakan infrastruktur tersebut membuat garis pantai semakin mendekat ke area permukiman warga.

Salah satu warga Desa Koloray, Ical Kudo, dalam wawancara dengan media Balengko.space, Jumat (14/8/2026), mengungkapkan bahwa jarak antara rumah warga serta fasilitas umum dengan bibir pantai kini menyusut drastis.

“Dulu jaraknya sekitar 20 meter dari bibir pantai, namun saat ini tersisa kurang lebih 4 meter saja,” ujar Ical.

Selain mengancam keberadaan fisik desa, abrasi juga berdampak langsung pada krisis air bersih. Ical menjelaskan bahwa intrusi air laut telah mencemari sumber air tawar warga.

“Dampaknya sangat terasa, kami sudah tidak lagi bisa mengonsumsi air sumur karena air laut telah bercampur dan mengontaminasi air bersih,” katanya.

Akibat kondisi tersebut, masyarakat yang sebelumnya mengandalkan air sumur kini terpaksa membeli air galon dengan bepergian ke Daruba, ibu kota kecamatan, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ical menambahkan, masalah abrasi di Desa Koloray telah berlangsung selama kurang lebih 12 tahun. Namun, ia menilai perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi desanya masih minim.

“Sudah bertahun-tahun lamanya, tetapi pemerintah daerah seolah-olah mengabaikan desa kami, seakan-akan kami dianaktirikan,” keluhnya.

Warga mendesak adanya tindakan nyata dari pemerintah. Jika penghalang ombak tidak segera dibangun atau diperbaiki, Desa Koloray dikhawatirkan akan hilang ditelan air laut.

“Harapan kami, pemerintah daerah dapat segera memperhatikan daerah-daerah yang terdampak abrasi, khususnya Desa Koloray, sebelum terlambat,” tutup Ical.

  • Penulis: Jainudin Naba
  • Editor: Muh. Mujizad Mandea

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • palestina

    Ketika Gaza Berpuasa di Tengah Reruntuhan

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Oleh: Muhammad Muzijad Mandea, S.Pd Ketua Literasi Pasifik Morotai
    • visibility 557
    • 0Komentar

    Tragedi kemanusiaan di Palestina merupakan konflik berkepanjangan yang telah berlangsung sejak akhir abad ke-19 hingga abad ke-21. Konflik ini menjadi salah satu tragedi kemanusiaan terbesar di dunia yang telah menelan ribuan korban jiwa. Di antara korban tersebut, anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan dan paling banyak terdampak. Genosida yang dilakukan oleh Zionis Israel tidak hanya […]

  • Filosofi tentang Waktu di Antara Kehilangan dan Cinta

    Filosofi tentang Waktu di Antara Kehilangan dan Cinta

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle Riki Arista
    • visibility 499
    • 0Komentar

    Kehilangan datang sebagai penagihnya, sementara cinta hampir selalu datang sebagai janji. Waktu berdiri di antara keduanya, menentukan segalanya seperti hakim yang diam. Kita sering berpikir bahwa cinta adalah tentang perasaan, dan kehilangan adalah tentang nasib. Namun, jika kita melihat lebih dalam, keduanya adalah tentang waktu, tentang kapan kita bertemu, berapa lama kita bersama, dan kapan semuanya runtuh atau hanya menjadi kenangan.

  • Kiri Islam, Oksidentalisme, dan Kritik Hasan Hanafi

    Kiri Islam, Oksidentalisme, dan Kritik Hasan Hanafi

    • calendar_month Rabu, 2 Apr 2025
    • account_circle Muhammad Asmar Joma
    • visibility 891
    • 0Komentar

    Secara fundamental ajaran Islam sejak dari Nabi Adam hinggah Nabi Muhammad SAW dapat kita pahami sebagai sebuah paradigma”Kiri” yang berorientasi kepada keadilan social. Konteks “Kiri” yaag di maksudkan tentu merujuk kepada prinsip teologi yang kritis terhadap sturuktus social diskriminatif dan berkomitmen untuk membongkar sistim penindasan sebagai problem structural dan personal. Teologi  Islam melalui perspektif ini […]

  • Toilet Rusak, Tidur Tak Nyaman: Mahasiswa Malut di Yogyakarta Harap Gubernur Peduli Kondisi Asrama Play Button

    Toilet Rusak, Tidur Tak Nyaman: Mahasiswa Malut di Yogyakarta Harap Gubernur Peduli Kondisi Asrama

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.311
    • 0Komentar

    BalengkoSpace.com, Yogyakarta, 21 Juli 2025 — Kondisi Asrama Mahasiswa Maluku Utara di Yogyakarta memprihatinkan. Bangunan yang diresmikan oleh Gubernur Drs. Thaib Armayn pada 4 Maret 2005 itu kini mengalami kerusakan cukup parah, mulai dari atap bocor, toilet tidak layak pakai, hingga lantai yang tergenang air saat musim hujan. Asrama yang terletak di kawasan strategis ini […]

  • Ketua LBH Ansor Ternate, Zulfikran A. Bailussy, SH, saat menyampaikan pandangan tentang tambang dan keadilan sosial.

    LBH Ansor Ternate: Pernyataan Wagub Malut Soal Tambang Jadi Alarm Keadilan untuk Rakyat

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 792
    • 0Komentar

    Ternate(BALENGKO) – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Kota Ternate menyambut positif pernyataan Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, yang menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi tinggi di Malut belum berbanding lurus dengan kesejahteraan rakyat. Hal ini disampaikan saat membuka GO PUBLIC Seminar “Road to Go Public” di Ternate, Kamis (2/10/2025). Bagi LBH Ansor Ternate, pernyataan Wagub Malut […]

  • Akademisi UNUTARA Firman Amir desak Walikota Ternate evaluasi Disperindag terkait dugaan pungli ruko Pasar Gamalama sebesar Rp1 juta per bulan.

    Akademisi UNUTARA Desak Walikota Ternate Usut Dugaan Pungli Ruko Pasar Gamalama

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 486
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, TERNATE – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) kembali mencoreng tata kelola pasar di Kota Ternate. Kali ini, sorotan tajam datang dari akademisi Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA), Firman Amir, M.Pd.I. Ia mengaku geram dengan beban biaya fantastis yang harus ditanggung oleh para pedagang kecil di kawasan Pasar Gamalama. Firman mendesak Pemerintah Kota […]

expand_less